Menko PMK Ungkapkan Potensi Besar Pariwisata Sumbawa Barat

Kompas.com - 21/11/2018, 07:33 WIB
Auzi Amazia Domasti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


SUMBAWA BARAT, KOMPAS.com - 
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, banyak potensi Sum
bawa Barat yang bisa lebih digali untuk memajukan kesejahteraan rakyat. Salah satunya di bidang pariwisata.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-15 Kabupaten Sumbawa Barat, di Lapangan Kantor Pemerintah Daerah KSB, Taliwang, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (20/11/2018)

Pada awal sambutan, Puan menceritakan kekagumannya akan keindahan sumber daya alam (SDA) Sumbawa Barat. Kata Menko PMK, Sumbawa Barat banyak dipenuhi bukit dan pemandangan laut biru. 

Ia juga menyatakan kalau impian ke Sumbawa Barat sudah ada sejak sepuluh tahun lalu.

Melihat besarnya Potensi Sumbawa Barat, Menko PMK menyatakan semakin tergerak untuk mendorong kemajuannya.

“Bandara akan segera kita bangun. Smelter akan segera dibangun. Yang penting sinergi antara pusat dan daerah yang harus bisa dilakukan bersama,” jelas Puan.

Secara keseluruhan kunjungan Menko PMK ke Sumbawa Barat adalah untuk meninjau kondisi daerah pasca bencana gempa dan memantau bentuk bantuan yang sudah diberikan. 

Menko PMK juga menyampaikan rasa simpati dan duka cita atas musibah gempa bumi yang terjadi Agustus lalu yang meninggalkan berbagai kerusakan dan korban jiwa. 

“Saya melakukan rapat koordinasi dengan Pak Gubernur agar NTB bangkit, tidak hanya Sumbawa Besar dan Sumbawa Barat. Sekarang waktunya bangkit, kerja dengan jujur, ikhlas dan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Ucapan selamat hari lahir untuk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pun turut disampaikan Menko PMK. 

Para tamu undangan yang hadir dalam perayaan HUT ke-15 Kabupaten Sumbawa Barat, di Lapangan Kantor Pemerintah Daerah KSB, Taliwang, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (20/11/2018).KOMPAS.com/Auzi Para tamu undangan yang hadir dalam perayaan HUT ke-15 Kabupaten Sumbawa Barat, di Lapangan Kantor Pemerintah Daerah KSB, Taliwang, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (20/11/2018).
“Hari lahir ini hendaknya memotivasi seluruh masyarakat KSB untuk dapat bangkit dan membangun kembali Sumbawa Barat yang lebih baik,” ucap Menko PMK di awal sambutannya. 

Sebagai informasi, Sumbawa Barat berdiri lima belas tahun lalu atas dasar UU No. 30/2003 yang ditandatangani Presiden Megawati.

Menko PMK turut menyatakan apresiasi pada sambutan parade berbagai suku yang tinggal di KSB dan hidup rukun, karena mencerminkan Bhineka Tunggal Ika. Menurutnya, KSB bisa menjadi contoh wilayah yang melambangkan keharmonisan dan persatuan Indonesia.

Selain itu, besarnya partisipasi para perempuan KSB dalam peringatan hari lahir KSB menjadi bukti semakin berdayanya perempuan dalam pembangunan. Para tamu undangan yang hadir memakai baju adat Samawa yang warna-warni dan beragam.

Pada acara itu, Menko PMK juga menyerahkan bantuan-bantuan berupa kelengkapan alat sekolah, sembako, Al-Qur’an, dan benih padi.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com