Capaian Revolusi Mental dalam 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Kompas.com - 26/10/2018, 20:00 WIB
Mikhael Gewati

Editor


KOMPAS.com
- Selama empat tahun Pemerintahan Jokowi-JK, Gerakan Nasional Revolusi Mental terus berproses untuk menorehkan capaian positif pada perubahan cara pikir dan cara kerja yang membawa perubahan pula pada cara hidup berbangsa.

Hal ini dapat dilihat di antaranya melalui penyediaan pelayanan publik yang lebih transparan, tertib, dan pasti. Lalu perbaikan fasilitas pelayanan dan budaya pelayanan yang lebih baik, sinergitas program dan kebijakan pemerintah, serta pembangunan infrastruktur yang lebih merata dan berkesinambungan.

Deputi bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudyaan ( Kemenko PMK) Nyoman Shuida mengatakan, semangat perubahan ini akan di sampaikan melalui melalui Pekan Kerja Nyata (PKN) Revolusi Mental di Menado, Sulawesi Utara.

"Melalui PKN itu, harapannya masyarakat lebih mengetahui berbagai inovasi pelayanan publik dan merasakan manfaat dari program ini, sehingga menjadi karakter masyarakat yang dapat nantinya memajukan Indonesia,” ujar Nyoman Shuida, di Manado, Jumat (26/10/2018).

Lebih lanjut, Nyoman mencontohkan inovasi pelayanan publik dari Kementerian/Lembaga, maupun Pemerintah Daerah yang telah dihasillkan. Di antaranya adalah simulasi tes CAT oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diperuntukkan bagi para pelamar CPNS, akses pencetakan E-KTP, perpanjangan SIM, dan lainnya.

Tidak hanya itu, kata Nyoman, pemerintah juga ingin menegaskan komitmen dan ajakan Revolusi Mental sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan kesatuan bangsa, kemandirian, dan memiliki karakter melayani yang merupakan jati diri bangsa Indonesia.

Hal itu sesuai dengan tema yang diangkat dalam PKN, yaitu "Revolusi Mental Untuk Indonesia Satu, Mandiri, dan Melayani."

Capaian Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam 4 tahun pemerintahan Jokowi-JKDok. Humas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Capaian Gerakan Nasional Revolusi Mental dalam 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK
Nyoman menjelaskan bahwa Revolusi Mental sebagai gerakan bersama. Untuk itu sinergi lintas instansi menjadi kunci pelaksanaan gerakan ini sebagai lokomotif perubahan menuju Indonesia yang lebih baik.

"Makanya berbagai program Revolusi Mental yang dijalankan dengan melibatkan masyarakat di berbagai bidang. Mulai dari bidang pendidikan, program Kuliah Kerja Nyata Tematik Revolusi Mental, maupun penguatan Pendidikan karakter melibatkan institusi Pendidikan,” tambah Nyoman.

Sementara itu, keterlibatan dunia usaha terlihat dalam program penurunan dwelling time, peningkatan kebersihan di areal bandara, dan cashless payment ticket untuk transportasi massal.

Tak cuma itu, keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga dilakukan untuk mendorong inovasi pelayanan publik. Adapun masyarakat terlibat aktif pula dalam berbagai kegiatan sosialisasi.

Contoh yang terakhir adalah keterlibatan masyarakat sebagai volunter Asian Games dan Asian Para Games 2018.

“Masyarakat juga bisa melihat capaian program Revolusi Mental di masing-masing program turunannya, mulai dari Gerakan Indonesia Melayani, Bersih, Tertib, Mandiri, dan Bersatu," tambah Nyoman.

Terkait capaian Gerakan Indonesia Melayani, Nyoman mengatakan hal itu terlihat dari peningkatan transparansi dan kualitas perekrutan CPNS melalui sistem CAT, Mal Pelayanan Publik, dan berbagai inovasi layanan publik yang sudah berbasis online.

Sedangkan, capaian Gerakan Indonesia Bersih terlihat dari upaya revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, tata kelola lahan gambut yang berhasil menurunkan 93,6 persen titik api, gerakan bersih sanitasi publik, edukasi dan pelaksanan Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), Gerakan Sekolah Bersih dan Bebas Intimidasi, serta pengurangan sampah plastik.

Sementara itu, capaian Gerakan Indonesia Tertib dilihat dari percepatan penyelesaian pengaduan masyarakat yang mencapai 80 persen dengan memanfaatkan jaringan komunikasi elektronik. Edukasi tertib berlalu lintas serta peningkatan sinergi penyediaan sarana dan prasarana tempat transportasi massal.

Capaian Gerakan Indonesia Mandiri dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental pada 4 tahun pemerintahan Jokowi-JKDok. Humas Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Capaian Gerakan Indonesia Mandiri dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental pada 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK
Untuk capaian gerakan Indonesia Mandiri terlihat dari sinergi program pemerintah untuk menurunkan angka kemiskinan, peningkatan indeks daya saing global, penurunan suku bunga program Kredit Usaha Rakyat (KUR), Online Single Submission (sistem perizinan terintegrasi), serta program dana desa.

Adapun Capaian Gerakan Indonesia Bersatu, terlihat dari semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan Indonesia. Hal ini terlihat dari rehabilitasi dan rekonstruksi daerah bencana, penanganan berita hoax, dan peningkatan kerukunan umat beragama.

Sebagai informasi, Revolusi mental sendiri merupakan suatu gerakan bersama untuk mengubah karakter bangsa dengan menguatkan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong.

Kemenko PMK, dalam hal ini bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian Gerakan Nasional Revolusi mental (GNRM) sebagaimana yang diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 12/2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi mental (GNRM).

Sebagai salah satu turunan program GNRM, PKN Revolusi Mental akan menghadirkan berbagai kegiatan inovatif yang melibatkan masyarakat, pelajar, komunitas serta tokoh-tokoh inspiratif penggerak perubahan dari perwakilan 34 provinsi.

PKN Revolusi Mental secara khusus juga akan memberikan penghargaan pada agen-agen Revolusi Mental berprestasi.

Pembahasan tentang Gerakan Indonesia Melayani, Indonesia Bersih, Indonesia Tertib, Indonesia Mandiri, Indonesia Bersatu juga akan dikupas tuntas dalam Rembuk Nasional dan Workshop.

Tercatat sekitar 200 stan dari Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten/Kota akan mengisi pameran PKN Revolusi Mental.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com