Manado Jadi Tuan Rumah Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental 2018

Kompas.com - 12/10/2018, 09:50 WIB
Haris Prahara,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menetapkan Manado, Sulawesi Utara, sebagai tuan rumah Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental (PKNRM) 2018 pada 26-28 Oktober mendatang.

Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kemenko PMK YB Satya Sananugraha, Manado secara suka rela mengajukan diri sebagai tuan rumah PKNRM 2018.

"Selama PKNRM 2017 yang terselenggara di Solo, Jawa Tengah, Pemprov Sulawesi Utara dengan senang hati bersedia menjadi tuan rumah," ungkap Satya di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Pemprov Sulawesi Utara, ucap Satya, telah menginstruksikan jajarannya untuk menyukseskan PKNRM 2018.

Adapun keterlibatan masyarakat Kota Manado dalam PKRNM diharapkan membawa dampak positif bagi kesuksesan penyelenggaraan.

Baca juga: Kemenko PMK: Revolusi Mental adalah Aksi Nyata Bukan Sekedar Proyek

Selain komitmen, menurut Satya, terdapat beberapa alasan lain di balik penetapan Manado sebagai tuan rumah.

Ia menjelaskan, secara sosio-kultural, kemajemukan masyarakat Manado merupakan potret indah merangkai keberagaman dan cerminan kehidupan inklusif yang melindungi minoritas.

Hal tersebut sesuai dengan kearifan lokal Minahasa "Si tou timou tumou tou" yang berarti "Manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia".

Selain itu, posisi strategis Manado sebagai representasi Indonesia Timur menjadi faktor penting penyebaran implementasi 5 Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Revolusi mental itu gerakan nasional. Meski terpisah jauh secara geografis namun tetap mewujudkan Indonesia bersatu, mandiri dan melayani,” imbuh Satya.

Sementara itu, meski acara inti baru diselenggarakan akhir bulan ini, namun sejak 1 Oktober Pemprov sulawesi Utara telah melakukan peningkatan kualitas pelayanan yang dibungkus dalam program Rencana Aksi Nyata Sulut.

Program tersebut meliputi pembuatan E-KTP bagi peserta pemilu di 15 kabupaten/kota di Sulawesi Utara oleh Dukcapil, pengurusan 1.000 sertifikat tanah bagi masyarakat di 15 kabupaten/kota oleh ATR BPN, dan lain-lain.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com