Asian Para Games Suntikan Semangat Bangkit bagi Korban Bencana Sulteng

Kompas.com - 08/10/2018, 21:13 WIB
Mikhael Gewati

Editor


KOMPAS.com
- Asian Para Games 2018 bisa menjadi sumber semangat untuk bangkit bagi korban bencana gempa dan tsunami di Palu serta Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Hal ini dikatakan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Kemenko PMK) Nyoman Shuida, di Jakarta, Senin (8/10/2018).

Dalam rilis yang Kompas.com terima, Senin (8/10/2018), Nyoman mengatakan, untuk bangkit, dibutuhkan kerja sama dan gotong royong. Dengan demikian hambatan yang tadinya menyulitkan dapat semakin ringan serta mempercepat proses rekonstruksi dan rehabilitasi.

“Kerja sama dan gotong royong yang merupakan salah satu nilai penting dalam revolusi mental," kata dia.

Hal inilah, lanjut Nyoman, yang telah dibuktikan para atlet yang berjuang dalam Asian Para Games 2018. Oleh karena itu, dia berharap para korban gempa dan tsunami di Sulteng dapat bergotong royong untuk bangkit dan kembali membangun daerahnya.  

Selain itu, Nyoman Shuida juga berpesan agar semangat pantang menyerah dan terus berjuang di tengah keterbatasan harus menjadi filosofi yang diimplementasikan oleh generasi muda.

“Atlet-atlet Asian Para Games merupakan para inspirator yang memiliki semangat juang tinggi di tengah-tengah keterbatasan yang mereka miliki. Saya pun memandang hal ini dapat menjadi filosofi yang sangat baik untuk diterapkan oleh generasi muda," ucap Nyoman.

Menurut Nyoman, atlet-atlet Asian Para Games telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan melainkan sebuah peluang untuk menggapai prestasi.

Semangat mereka inilah yang dapat menjadi inspirasi para generasi muda untuk terus mengukir prestasi apapun halangannya.

“Generasi muda saat ini jangan mudah menyerah ketika menghadapi hambatan dalam menggapai prestasi. Mereka dapat berkaca pada para Atlet Asian Para Games yang telah membuktikan bahwa hambatan merupakan peluang untuk menggapai prestasi,” pungkas Nyoman.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com