Kemenko PMK: Revolusi Mental adalah Aksi Nyata Bukan Sekedar Proyek

Kompas.com - 07/08/2018, 13:22 WIB
Kurniasih Budi

Editor


JAKARTA, KOMPAS.com - Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang dicanangkan oleh pemerintah telah dilakukan oleh berbagai provinsi di Indonesia melalui aksi nyata.

Hal ini tercermin dari laporan provinsi yang disampaikan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GNRM dengan Pemerintah Provinsi Se-Indonesia di Swiss Bellin Hotel Jakarta, Kamis (2/8/2018) lalu.

Salah satu provinsi yang menarik untuk dilihat dalam menerapkan Aksi Kerja Revolusi Mental adalah Provinsi Sumatera Selatan.

Sebagai provinsi yang menjadi pilot project Revolusi Mental pada 2016, Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang telah melakukan aksi nyata terkait dengan salah satu gerakan revolusi mental yaitu Gerakan Indonesia Bersih.

Baca juga: Jokowi Teken Inpres Gerakan Nasional Revolusi Mental

Walikota Palembang Harnojoyo tak sungkan memimpin langsung aksi bersih-bersih kali dan gorong-gorong di wilayahnya.

Selain itu, dengan ditunjuknya Provinsi Sumatera Selatan sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018, maka hal ini memperlihatkan bahwa implementasi revolusi mental sudah berjalan dengan baik.

Rapat kerja nasional implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Jakarta, Kamis (2/8/2018)Dok. Humas Kemenko PMK Rapat kerja nasional implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Jakarta, Kamis (2/8/2018)

Provinsi lainnya juga tidak kalah menarik dalam menerapkan aksi nyata revolusi mental yakni Provinsi Jawa Barat. Aksi bersih-bersih Sungai Citarum menjadi salah satu sorotan pelaksanaan aksi nyata revolusi mental khususnya terkait dengan Gerakan Indonesia Bersih.

“Penerapan GNRM tidak perlu ribet-ribet. Pembersihan Sungai Citarum merupakan langkah nyata yang perlu diapresiasi, tidak perlu kajian yang rumit-rumit,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK Nyoman Shuida dalam pernyataan tertulis, Selasa (7/8/2018).

Baca juga: Puan Ingatkan Pentingnya Gerakan Nasional Revolusi Mental

Provinsi Jawa Barat juga melakukan aksi nyata terkait dengan Gerakan Indonesia Melayani dengan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan.

Dari timur Indonesia, langkah nyata implementasi revolusi mental juga dapat kita lihat di Provinsi Maluku. Pemerintah Provinsi Maluku menghadapi permasalahan pencemaran laut dari sampah plastik di Teluk Ambon.

Sebagai solusi dan implementasi aksi nyata revolusi mental, Pemerintah Provinsi Maluku bersama Polri dan TNI melakukan aksi bersih-bersih Teluk Ambon dari sampah plastik.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Maluku membentuk tim gabungan operasi pasar untuk menyelesaikan permasalahan inflasi daerah yang tinggi terkait dengan Gerakan Indonesia Melayani.

Gerakan tanpa anggaran

Beberapa provinsi di atas menunjukkan bahwa gerakan revolusi mental dapat dilakukan dari hal yang sederhana tetapi memiliki dampak yang luas terhadap masyarakat.

Rapat kerja nasional implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Jakarta, Kamis (2/8/2018)Dok. Humas Kemenko PMK Rapat kerja nasional implementasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Jakarta, Kamis (2/8/2018)

Secara khusus, Nyoman melanjutkan, Gerakan Nasional Revolusi Mental memang tidak memiliki anggaran khusus.

Revolusi mental bukanlah proyek, tetapi sebuah gerakan, maka dibutuhkan aksi nyata bukan anggaran” ujar Nyoman.

Ia berpesan agar Gerakan Nasional Revolusi Mental dapat terus bergaung dan berdampak positif terhadap masyarakat, maka dibutuhkan sinergi dan komitmen dari pusat hingga ke daerah.

“Komitmen dan tindakan nyata dibutuhkan untuk memastikan Gerakan Nasional Revolusi Mental dapat berjalan dan berdampak positif pada pembangunan dan pembentukan karakter masyarakat Indonesia,” ujar Nyoman.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com