Penggunaan Dana Desa di Aceh Harus Berkualitas

Kompas.com - 30/07/2018, 15:50 WIB
Sri Noviyanti

Editor

KOMPAS.com - Plt Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat, Desa dan Kawasan Kemenko PMK Sonny Harry B Harmadi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh untuk melihat pemanfaatan dana desa. Di sana ia, didampingi oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Aceh Ichsan Fuady.

Acara diawali dengan mendengarkan pemaparan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Kota Banda Aceh Dwi Putransyah tentang perkembangan pembangunan gampong (desa) di Kota Banda Aceh.

Sebagai informasi bahwa seluruh desa di Kota Banda Aceh merupakan penerima dana desa.

Adapun Gampong Tibang memiliki historis yang cukup panjang sejak terkena dampak bencana gelombang tsunami mengakibatkan Gampong Tibang mengalami kehancuran di mana dari sekitar 1.700 penduduknya hampir 900 penduduknya menjadi korban bencana tsunami. Saat ini Gampong Tibang sudah jauh lebih baik daripada situasi sebelumnya.

Merespons pengembangan desa di Kota Banda Aceh, Sonny dalam paparannya menjelaskan bahwa dana desa harus digunakan secara berkualitas, dimulai dari perencanaan yang baik sampai harus didasarkan pada musyawarah desa yang berkualitas.

“Saya melihat bahwa penyaluran dana desa di Aceh berjalan lambat meskipun saat ini sudah baik. Tidak boleh terulang lagi ya di masa mendatang,” pesannya, Minggu (29/7/2018).

Ia juga mengingatkan bahwa penyaluran dana desa itu sangat penting. Sebuah desa, kata dia tidak mungkin terbangun apabila tidak ada dananya.

Lebih lanjut Sonny mengatakan bahwa sesuai pesan Puan Maharani selaku Menko PMK, setiap rupiah dana desa merupakan uang rakyat yang harus digunakan secara efektif sesuai kebutuhan masyarakat dan dipertanggungjawabkan dengan transparan.

“Program-program pemberdayaan masyarakat sangat penting, karena jika ingin membuat Gampong Tibang ini menjadi lebih maju secara ekonomi, pemberdayaan ekonomi gampong harus ada kelembagaan ekonomi yang menaungi yaitu Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” tambahnya.

Adapun salah satu Bumdes di sana Padat Karya Tunai di Desa (PKTD), Sonny menyampaikan pesan agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

“Jadi PKTD ini tujuanya untuk meningkatkan daya beli masyarakat di desa, memanfaatkan potensi lokal desa,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, Sonny berkesempatan mengunjungi pelaksanaan PKTD di Gampong Tibang. Masyarakat saat itu sedang mengerjakan pembuatan lapangan sepakbola. Adapun pekerja yang ikut dalam kegiatan PKTD ini, tidak hanya bapak-bapak saja, namun melibatkan juga para ibu untuk ikut berperan dalam pelaksanaan PKTD di Gampong Tibang. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com