Menko PMK Menjadi Pembawa Api Obor Ke-20 Asian Games 2018

Kompas.com - 23/07/2018, 23:16 WIB
Kurniasih Budi

Editor

BALI, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menjadi pembawa api obor (torch bearer) Ke-20 Asian Games XVIII 2018 yang diselenggarakan di Jakarta-Palembang.

Bali merupakan kota ke-10 setelah penyatuan api Asian Games dari India dan api abadi Mrapen, di Yogyakarta.

Setelah melewati 14 titik di pulau Jawa, rangkaian api obor (torch relay) Asian Games XVIII 2018 akhirnya singgah di titik ke-15 di Kuta, Bali.

Persinggahan api obor di Bali memiliki makna penting karena Bali merupakan salah satu icon pariwisata Indonesia yang telah mendunia.

Baca juga: Api Obor Asian Games 2018 Berkobar di Puncak Gunung Bromo

Di Bali, rangkaian api obor Asian Games 2018 melintasi beberapa wilayah dan singgah di lokasi wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK). Dari GWK, api obor akan di bawa ke Pantai Kuta dan dilaksanakan prosesi penyambutan.

Penyambutan api obor di Pantai Kuta dipimpin oleh Menko PMK Setelah prosesi penyambutan selesai, api obor dibawa menuju Tanah Lot, Tabanan dan diinapkan di Istana Tampak Siring.

Dalam prosesi penyambutan di Pantai Kuta, Menko PMK menerima api obor dari atlet lalu membawanya lari sejauh 200 meter.

Selama membawa obor, Puan didampingi Gubernur Bali I Made Mangku Pastika dan Sekda Propinsi Bali Dewa Made Indra dan diikuti para tamu VIP lainnya.

Menko PMK Puan Maharani menyerahkan api Asian Games 2018 kepada Hamish Daud di Bali, Senin (23/7/2018)Dok. Humas Kemenko PMK Menko PMK Puan Maharani menyerahkan api Asian Games 2018 kepada Hamish Daud di Bali, Senin (23/7/2018)

 

Kemudian Menko PMK menyerahkan api obor kepada Hamis Daud untuk dibawa berlari ke pantai untuk dibawa berselancar.

Di tepi pantai, Menko PMK kembali menerima api obor dari Hamis Daud dan membawanya ke depan panggung utama untuk diserahkan kepada Gubernur Bali. Dengan didampingi Sekda Propinsi Bali, Gubernur Bali menyalakan mini cauldron.

Promosi pariwisata Bali

Menko PMK, saat sambutannya menyampaikan bahwa singgahnya api obor di Bali yang bertepatan dengan event Festival Pantai Kuta tentunya memiliki efek positif bagi event Asian Games maupun bagi promosi pariwisata di Bali.

Festival Kuta yang diisi dengan berbagai kegiatan budaya dan melibatkan seluruh masyarakat Bali, bahkan wisatawan tentunya akan menjadi sarana promosi yang efektif bagi penyelenggara Asian Games 2018 di dunia internasional.

“Saya berharap, dengan singgahnya api obor Asian Games 2018 di Bali, dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap Asian Games 2018. Karena hanya dengan dukungan seluruh masyarakat Indonesia, Asian Games XVIII dapat diselenggarakan dengan sukses,” kata Menko PMK.

Menko Puan Maharani menerima api Asian Games dari Hamish Daud di Bali, Senin (23/7/2018)Dok. Humas Kemenko PMK Menko Puan Maharani menerima api Asian Games dari Hamish Daud di Bali, Senin (23/7/2018)

Menko PMK juga mengajak masyarakat untuk mendukung, menggelorakan semangat serta rasa bangga terhadap Indonesia sehingga dukungan masyarakat akan memperkuat motivasi para atlet untuk berprestasi di Asian Games 2018.

Selesai berpidato, Menko PMK menyalakan Api Tinder Asian Games yang diambil dari mini cauldron lalu diserahkan kepada Hamish Daud sebagai pembawa api obor berikutnya.

Api obor tersebut kemudian di bawa lari menuju ke persinggahan berikutnya, Tanah Lot dan Istana Tampak Siring.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com