Dompet Dhuafa Gelar Pelatihan Dai Tanggap Bencana, Harap Mereka Bisa Berikan Dukungan Spritual Terhadap Korban Bencana

Kompas.com - 02/10/2025, 16:55 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com -  Setiap elemen masyarakat perlu memiliki pengetahuan manajemen bencana, tidak terkecuali para Dai. Berperan sebagai pendakwah, para Dai mampu mengedukasi jamaahnya tentang kesiapsiagaan bencana sehingga pengurangan risiko bencana dapat tercapai.

Untuk itu, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengadakan pelatihan Dai Tanggap Bencana di Telaga Rusa Outbound, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Pelatihan ini diikuti oleh 32 Dai se-Jabodetabek.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini ditujukan untuk memberikan pemahaman tentang manajemen kebencanaan kepada para Dai sehingga dalam misi dakwahnya mereka juga mampu men-syiarkan nilai-nilai kesiapsiagaan.

“Negara kita berada di wilayah ‘ring of fire’ yang menandakan negara kita rentan akan terjadinya bencana. Maka dalam hal ini peran Da’i juga sangat penting untuk mengedukasikan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat,” ujar Manajer Cordofa, Ahmad Pranggono salam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (2/10/2025).

Baca juga: Membuka Akses Al Quran ke Setiap Muslim: Langkah Dompet Dhuafa Mengajari Teman Tuli Mengaji Lewat Bahasa Isyarat

Lebih lanjut, Ahmad Pranggono juga berharap, usai diadakannya pelatihan ini para Dai mampu memberikan dukungan spiritual yang efektif kepada masyarakat saat terjadinya bencana.

“Saya berharap, saat terjadinya bencana, peran para Dai di Cordofa juga mampu menjadi sandaran lindungan umat, serta nantinya akan ada banyak Da’i yang siap untuk terlibat membantu respons bencana,” ujar Ahmad Pranggono.

Dompet Dhuafa menggelar Pelatihan Dai Tanggap Bencana di Telaga Rusa Outbound, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (23/9/2025.DOK. Dompet Dhuafa Dompet Dhuafa menggelar Pelatihan Dai Tanggap Bencana di Telaga Rusa Outbound, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (23/9/2025.

Sementara itu, Staf Pelaksana Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Taufan Nofiansyah menyebutkan, penanggulangan bencana sebagai keterampilan dasar kebencanaan yang mesti dimiliki para Dai.

“Setidaknya para Dai ini memahami cara menanggulangi bencana sebagai keterampilan dasar kebencanaan mereka. Dan minimal itu bisa mereka terapkan untuk diri mereka sendiri dan keluarga. Maka nantinya mereka pasti bisa memberikan pemahaman atau membantu masyarakat saat terjadinya bencana,” ujar Taufan.

Pelatihan berlangsung dengan pemaparan materi dan simulasi kebencanaan yang disampaikan oleh insan Dompet Dhuafa, BPBD Kabupaten Bogor, serta Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC).

Adapun materi yang dipaparkan dan disimulasikan mencakup Fiqih Kebencanaan, Peran Da’i dalam Penanggulangan Bencana, Manajemen Kebencanaan, Asesmen Kebencanaan, Psikologi Penyintas Bencana, Pemulasaran Jenazah, Triage Dasar dan Pertolongan Pertama, serta Pemadaman Api Skala Kecil.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com