KOMPAS.com - Setiap elemen masyarakat perlu memiliki pengetahuan manajemen bencana, tidak terkecuali para Dai. Berperan sebagai pendakwah, para Dai mampu mengedukasi jamaahnya tentang kesiapsiagaan bencana sehingga pengurangan risiko bencana dapat tercapai.
Untuk itu, Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) dan Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengadakan pelatihan Dai Tanggap Bencana di Telaga Rusa Outbound, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Pelatihan ini diikuti oleh 32 Dai se-Jabodetabek.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini ditujukan untuk memberikan pemahaman tentang manajemen kebencanaan kepada para Dai sehingga dalam misi dakwahnya mereka juga mampu men-syiarkan nilai-nilai kesiapsiagaan.
“Negara kita berada di wilayah ‘ring of fire’ yang menandakan negara kita rentan akan terjadinya bencana. Maka dalam hal ini peran Da’i juga sangat penting untuk mengedukasikan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat,” ujar Manajer Cordofa, Ahmad Pranggono salam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (2/10/2025).
Lebih lanjut, Ahmad Pranggono juga berharap, usai diadakannya pelatihan ini para Dai mampu memberikan dukungan spiritual yang efektif kepada masyarakat saat terjadinya bencana.
“Saya berharap, saat terjadinya bencana, peran para Dai di Cordofa juga mampu menjadi sandaran lindungan umat, serta nantinya akan ada banyak Da’i yang siap untuk terlibat membantu respons bencana,” ujar Ahmad Pranggono.
Dompet Dhuafa menggelar Pelatihan Dai Tanggap Bencana di Telaga Rusa Outbound, Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (23/9/2025.Sementara itu, Staf Pelaksana Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Taufan Nofiansyah menyebutkan, penanggulangan bencana sebagai keterampilan dasar kebencanaan yang mesti dimiliki para Dai.
“Setidaknya para Dai ini memahami cara menanggulangi bencana sebagai keterampilan dasar kebencanaan mereka. Dan minimal itu bisa mereka terapkan untuk diri mereka sendiri dan keluarga. Maka nantinya mereka pasti bisa memberikan pemahaman atau membantu masyarakat saat terjadinya bencana,” ujar Taufan.
Pelatihan berlangsung dengan pemaparan materi dan simulasi kebencanaan yang disampaikan oleh insan Dompet Dhuafa, BPBD Kabupaten Bogor, serta Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC).
Adapun materi yang dipaparkan dan disimulasikan mencakup Fiqih Kebencanaan, Peran Da’i dalam Penanggulangan Bencana, Manajemen Kebencanaan, Asesmen Kebencanaan, Psikologi Penyintas Bencana, Pemulasaran Jenazah, Triage Dasar dan Pertolongan Pertama, serta Pemadaman Api Skala Kecil.