Membuka Akses Al Quran ke Setiap Muslim: Langkah Dompet Dhuafa Mengajari Teman Tuli Mengaji Lewat Bahasa Isyarat

Kompas.com - 02/10/2025, 09:20 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Membaca Al Quran adalah hak setiap Muslim. Namun, bagi Teman Tuli, akses ini sering terhalang oleh keterbatasan metode pengajaran.

Berangkat dari kesadaran akan inklusivitas ini, Dompet Dhuafa melalui Corps Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) mengambil langkah nyata dengan menyelenggarakan Pelatihan Al Quran Isyarat bagi para guru agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Jabodetabek (Jakarta-Bogor_Depok-Tangerang-Bekasi).

Aksi ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan upaya mendasar untuk menutup 'celah kosong' dalam literasi dan pendidikan Al Quran bagi Teman Tuli.

Digelar selama tiga hari, bertepatan dengan Hari Tuli Sedunia 2025 pada Sabtu (27/09/2025) di Syahida Inn UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, pelatihan ini diikuti oleh 80 guru dari berbagai SLB dan komunitas.

Dompet Dhuafa bekerja sama dengan pengajar dari Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMQ) Kementerian Agama, lembaga yang mengeluarkan mushaf Al Quran Isyarat pada 2023.

Baca juga: Metode Parenting Luqman Al Hakim yang Diabadikan Al Quran

Dalam pelatihan ini, para guru dibekali dua metode esensial untuk mengisyaratkan teks Al Quran. Pertama, Kitabah, yaitu metode mengisyaratkan apa yang tertulis dalam mushaf Al Quran. Kedua, Tilawah, yakni metode mengisyaratkan apa yang diucapkan atau dilafalkan, termasuk hukum tajwid.

Muhammad Mundzir, salah satu pengajar dari LPMQ, mengatakan, kedua metode ini penting agar guru dapat memetakan dan mengajarkan Al Quran secara tepat kepada anak-anak Tuli.

Untuk itu, menurutnya, pelatihan tersebut adalah jalan untuk memastikan Teman Tuli memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses kitab suci Islam.

"Pelatihan ini juga memberikan kesempatan bagi teman-teman Tuli untuk tidak sekadar menjadi objek, tetapi menjadikan mereka sebagai subjek," tegas Mundzir, menunjukkan semangat inklusivitas.

Jawab kebutuhan mendesak para pendidik

Dompet Dhuafa menggelar Pelatihan Al Quran Isyarat bagi para guru agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) di Syahida Inn UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/9/2025).

DOK. Dompet Dhuafa Dompet Dhuafa menggelar Pelatihan Al Quran Isyarat bagi para guru agama Islam di Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) di Syahida Inn UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (27/9/2025).

Sebelum adanya mushaf—naskah fisik Al Quran yang berisi teks Arab yang telah dikumpulkan dan dijilid—dan pedoman resmi Al Quran isyarat, banyak guru yang bingung dan mengajarkan sebatas pengenalan gambar huruf Hijaiyah. Pelatihan dari Dompet Dhuafa ini menjadi solusi yang sangat dinantikan.

Anik Khorida (45), Guru SLB BC Alfiany Cengkareng Barat, mengungkapkan bahwa pelatihan yang digelar Dompet Dhuafa adalah sebagai jalan keluar Dalam mengajarkan Al-Quran ke Teman Tuli.

"Saya sebagai seorang guru dulunya bingung cara mengajarkan Al Quran ke teman Tuli itu seperti apa dan bagaimana. Dengan pelatihan ini kita jadi terarah," ujarnya

Hal senada disampaikan Marno (58). Guru di SLB Bina Insani Kota Depok ini menilai, pelatihan yang diikutinya telah menyempurnakan cara belajar Al Quran bagi murid Tuli di sekolahnya.

Menurutnya, dengan adanya pedoman yang pakem, Marno optimistis murid Tuli yang sudah mahir dapat menjadi tutor sebaya bagi teman-teman mereka.

Wujud Islam yang Inklusif

Kepala Cordofa, Ahmad Pranggono menjelaskan bahwa pelatihan ini adalah pengejawantahan dari konsep Islam yang inklusif untuk semua umat manusia.

Ia melihat adanya kesenjangan (gap) antara Al Quran sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia dan manusia yang membutuhkan cara khusus untuk mengaksesnya. Pelatihan ini hadir untuk menutup kesenjangan itu.

"Harapannya, para guru ini punya kemampuan untuk mengajar anak-anak Tuli sehingga anak-anak Tuli pun memiliki akses yang sama kepada Al Quran untuk petunjuk hidup bagi mereka," ujar Ahmad Pranggono.

Baca juga: Solidaritas Palestina, Dompet Dhuafa dan Wamenlu Bahas Kolaborasi Kemanusiaan

Upaya Dompet Dhuafa ini pun mendapat apresiasi dari Kepala LPMQ Kementerian Agama RI, Abdul Aziz Sidqi. Ia menyatakan Dompet Dhuafa telah membantu syiar Al Quran isyarat yang masih tergolong baru di Indonesia dan bahkan di dunia.

Langkah Dompet Dhuafa melalui pelatihan guru ini menegaskan bahwa setiap Muslim, tanpa terkecuali, berhak merasakan hidayah dan keberkahan dari kitab sucinya. Dengan demikian, Teman Tuli bisa dapat membaca, menghafal, dan mengambil manfaat dari Al Quran Isyarat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com