Sapa Pekerja Migran di Singapura, Menko PM Tegaskan Komitmen Perlindungan PMI

Kompas.com - 15/06/2025, 21:35 WIB
Sri Noviyanti

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar atau karib disapa Gus Imin menyapa para Pekerja Migran Indonesia ( PMI) di Singapura sebelum melakukan rangkaian agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan itu, Gus Imin mengaku terharu dengan kondisi PMI di Singapura yang dapat bekerja dengan baik dan mampu berkontribusi untuk keluarga mereka di Tanah Air.

Gus Imin berharap, kondisi PMI di Singapura dengan hak keamanan dan ekonomi yang terjamin juga bisa dirasakan oleh PMI di negara lain.

Baca juga: Perdana dalam Sejarah, Indonesia-Kanada Sepakati Kerja Sama Pengiriman PMI Tenaga Medis Jalur G to G

"Keamanan dan kesejahteraan PMI di mana pun negara mereka tempat bekerja harus dilindungi. Mereka harus dihormati dan dimuliakan," kata Gus Imin kala menyapa PMI di Taman Paya Lebar dan City Plaza Paya Lebar, Singapura, Minggu (15/6/2025).

Terlebih, kata Gus Imin, PMI adalah salah satu contoh upaya pemberdayaan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja di luar negeri demi memperbaiki kondisi ekonomi dan membebaskan diri dari kemiskinan.

Gus Imin mencontohkan pengalaman Fiah, yakni PMI asal Pasuruan yang menjadi tulang punggung keluarga. Fiah telah bekerja menjadi asisten rumah tangga (ART) di Singapura selama 12 tahun atau sejak 2013.

Fiah berhasil menanggung kehidupan tiga anaknya di Indonesia meski tanpa peran suami.

Gus Imin menyapa PMI di Singapura dan mengajak mereka berdialog, Minggu (15/6/2025).Dok Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Gus Imin menyapa PMI di Singapura dan mengajak mereka berdialog, Minggu (15/6/2025).

“Jika Bu Fiah sebagai ART bisa bekerja dengan layak dan sejahtera di Singapura, itu juga harus terjadi di negara lain. Ini prioritas utama pemerintah, memastikan seluruh PMI terlindungi termasuk dengan meningkatkan skill mereka,” tegas Gus Imin.

Baca juga: Jabat Tangan dengan Paus Leo XIV, Cak Imin: Komitmen Bangun Dunia dengan Cinta

Gus Imin menekankan langkah-langkah diplomasi dengan negara tujuan akan terus diperkuat untuk memastikan perlindungan terpadu bagi PMI sesuai amanat perundang-undangan dari sebelum berangkat, saat bekerja, dan setelah kembali ke Indonesia.

Kemenko PM, kata dia lagi, akan terus mendorong dan berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerjaan Migran Indonesia untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan PMI di setiap negara.

Kebersamaan Menko PM dengan PMI di Singapura, Minggu (15/6/2025).Dok Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Kebersamaan Menko PM dengan PMI di Singapura, Minggu (15/6/2025).

"Jangan sampai kekerasan terhadap PMI kembali terjadi dan menyebabkan korban jiwa terhadap para pahlawan keluarga dan devisa negara ini," sambungnya.

Sebagai informasi, momen Gus Imin menyapa PMI di Singapura dilakukan sebelum melakukan agenda kenegaraan bersama Presiden Prabowo Subianto hingga Selasa (17/6/2025).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com