Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kompas.com - 28/03/2026, 08:34 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian menyatakan, momentum arus mudik Lebaran 2026 menjadi salah satu pendorong utama aktivitas ekonomi nasional.

Juru Bicara Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, momentum Ramadhan dan Lebaran 2026 menjadi motor penggerak konsumsi rumah tangga yang sangat signifikan.

Peningkatan mobilitas masyarakat selama periode tersebut tidak hanya mendorong konsumsi rumah tangga, tetapi juga meningkatkan perputaran uang di berbagai daerah sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih merata.

"Mandiri Spending Index weekly terbaru juga mengonfirmasi adanya peningkatan konsumsi masyarakat dengan tren yang terus meningkat (terbaru di angka 123,5), dan balik telah memberikan suntikan likuiditas langsung ke daerah-daerah,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/3/2026).

Sejalan dengan hal tersebut, sejumlah pelaku usaha dan asosiasi memperkirakan bahwa arus mudik menjadi motor penting bagi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026.

Baca juga: Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Perputaran uang selama mudik Lebaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 148 triliun dan meningkat
dibandingkan tahun sebelumnya.

Data Kemenko Perekonomian menyatakan, konsumsi masyarakat selama periode Lebaran 2026 diperkirakan tumbuh sekitar 10 persen hingga 15 persen.

Pertumbuhan ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 5,4 persen hingga 5,5 persen pada kuartal pertama tahun 2026.

Dengan kuatnya konsumsi selama periode tersebut, pemerintah memandang bahwa
aktivitas ekonomi di sektor riil akan semakin meningkat, termasuk melalui penguatan
produksi dan distribusi.

Kondisi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan utilisasi kapasitas industri serta penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor.

“Kami optimistis dunia usaha akan mulai melakukan ekspansi. Harapannya banyak pelaku
usaha yang mulai meningkatkan utilitas mesin dan tenaga kerja untuk mengisi kembali stok
(restocking) produk yang terserap selama Ramadhn dan Lebaran,” ujar Jubir Haryo.

Baca juga: Seskab Teddy Ikut Rapat di Kemenko Ekonomi, Bahas Penyesuaian Anggaran imbas Situasi Global

Di sisi kebijakan, kata dia, pemerintah juga terus melakukan penajaman anggaran agar lebih efektif
dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas di tengah dinamika
global.

“Terkait efisiensi, kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan intens. Namun, target
pemerintah bukan sekedar menghemat tetapi menajamkan anggaran agar tersalurkan
secara efektif," kata Haryo.

Pemerintah, kata Haryo, memastikan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) akan tetap menjadi shock absorber di tengah ketidakpastian global.

Pemerintah optimistis bahwa momentum mudik Lebaran 2026, didukung oleh konsumsi masyarakat yang kuat serta respons dunia usaha, akan terus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga dan berkelanjutan. 

 

Terkini Lainnya
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com