Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kompas.com - 26/03/2026, 20:08 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah memastikan ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah riuh rendah dinamika global.

Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan, stabilitas makroekonomi Indonesia terjaga dengan baik di tengah volatilitas pasar dan ketegangan geopolitik.

“Kami akan terus menjaga stabilitas dan memastikan kebijakan yang diambil adaptif terhadap perkembangan global sehingga perekonomian nasional tetap tumbuh positif dan berkelanjutan,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (26/3/2026).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 5,11 persen year-on-year (yoy). Angka ini relatif tinggi jika dibandingkan negara karakteristik serupa. Di sisi lain, inflasi dalam negeri tetap berada dalam koridor sasaran, yakni 2,5±1 persen. 

Baca juga: Di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Pastikan Ekonomi RI Tetap Tangguh

Dengan kinerja itu, Haryo memastikan, pemerintah menjaga stabilitas tersebut melalui pengendalian inflasi dan kebijakan stabilisasi harga.

Kemudian, kondisi dalam negeri masih terpantau baik dilihat dari permintaan domestik dan sektor riil.

Indikatornya adalah konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini didukung oleh berbagai stimulus fiskal dan program bantuan sosial. 

Aktivitas manufaktur juga menunjukkan kinerja kuat dengan Purchasing Managers Index (PMI) sebesar 53,8 yang berada pada fase ekspansi, tertinggi dalam dua tahun terakhir. 

Ketahanan fiskal juga tetap terjaga dengan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang solid. 

Baca juga: Cara Menerapkan Revenge Saving di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Kondisi positif juga ditunjukkan dari penerimaan pajak yang tumbuh sebesar 30,4 persen (yoy) hingga Februari 2026.

Kenaikan tersebut didukung reformasi perpajakan dan implementasi digitalisasi melalui sistem Coretax.

Reformasi perpajakan dan implementasi digitalisasi itu terus memperkuat basis penerimaan negara serta meningkatkan kepatuhan wajib pajak. 

Kemudian, ketahanan pangan dan energi nasional dinilai semakin menguat. Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama serta mencatat surplus produksi energi melalui program biodiesel.

Kondisi tersebut menjadi bantalan penting dalam menghadapi gejolak global, termasuk dampak dari konflik geopolitik.

Baca juga: Ekonomi Lebaran 2026 Diuji Gejolak Global, Siapa Paling Terdampak?

Lebih lanjut, Haryo mengatakan, pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi industri, penguatan investasi, serta akselerasi digitalisasi. 

Pengembangan sektor kendaraan listrik dan energi baru terbarukan juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan.

Haryo menyebutkan, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia dapat tumbuh sekitar 5,4 persen pada 2026, dengan stabilitas terjaga serta reformasi struktural yang terus berjalan.

Pemerintah juga akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam merespons dinamika global, sekaligus memastikan daya tahan ekonomi nasional tetap kuat. 

Menghormati pandangan publik

Terkait situasi global yang tak menentu, Haryo menegaskan, pemerintah menghormati berbagai pandangan dari masyarakat sebagai bagian dari masukan dalam perumusan kebijakan. 

Baca juga: Di Tengah Tekanan Global, Lebaran Jadi Harapan Ekonomi Kuartal I 2026

Dia menjelaskan, pemerintah menghadapi kondisi tersebut dengan memastikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan resilien. 

Upaya penguatan itu dilakukan melalui koordinasi kebijakan yang solid serta daya tahan ekonomi domestik yang terjaga.

“Kami menghormati berbagai pandangan dari masyarakat. Perlu kami tambahkan bahwa pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilien dengan ditopang beberapa faktor utama,” ujarnya.

 

Terkini Lainnya
Dampingi Presiden di KTT ASEAN Ke-48, Menko Airlangga Pimpin Delegasi RI pada AECC Meeting

Dampingi Presiden di KTT ASEAN Ke-48, Menko Airlangga Pimpin Delegasi RI pada AECC Meeting

Kemenko Perekonomian
Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata dan Devisa Diproyeksi Melonjak

Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata dan Devisa Diproyeksi Melonjak

Kemenko Perekonomian
Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Kemenko Perekonomian
AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

Kemenko Perekonomian
Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Kemenko Perekonomian
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

Kemenko Perekonomian
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com