Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Kompas.com - 15/04/2026, 15:19 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Memasuki triwulan II-2026, perekonomian Indonesia berada dalam posisi yang kuat.

Kombinasi inflasi yang terkendali, surplus perdagangan selama 70 bulan berturut-turut, serta tingginya kepercayaan konsumen menciptakan fondasi kokoh bagi pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, sektor keuangan tetap menunjukkan kinerja solid, tercermin dari pertumbuhan simpanan perbankan dan ekspansi kredit yang stabil.

“Tingkat kemiskinan kita turun menjadi 8,25 persen. Gini ratio kita turun, pengangguran juga menurun. Penciptaan lapangan kerja sepanjang 2025 mencapai 2,71 juta tenaga kerja baru,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (15/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam acara Focus Group Discussion (FGD) The Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–Amerika Serikat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Rabu.

Sejalan dengan penguatan fundamental tersebut, capaian diplomasi ekonomi global Indonesia, terutama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terus diperluas melalui berbagai perjanjian dan kemitraan strategis.

Baca juga: Pentagon Terima Kunjungan Menhan RI, Resmikan Kemitraan Pertahanan Baru

Indonesia berpartisipasi aktif dalam forum global, seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA), Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), I-EAEU CEPA, BRICS, G20, Organization for Economic Cooperation and Development (OECD), ASEAN, dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP).

Pada saat yang sama, negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS) membuka peluang peningkatan ekspor industri padat karya dan penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah juga terus memperkuat kerja sama ekonomi bilateral dengan berbagai negara mitra. Sejumlah perjanjian telah diselesaikan, antara lain dengan Jepang, Pakistan, Palestina, Chile, Australia, Mozambik, Korea, Iran, Peru, Kanada, dan Tunisia.

Sementara itu, sejumlah perundingan masih berlangsung, termasuk dengan Pasar Bersama Selatan (Mercado Común del Sur/Mercosur), kawasan Teluk (Gulf countries), serta Bangladesh, Sri Lanka, Maroko, Turkiye, dan Uzbekistan.

Terkait hubungan perdagangan Indonesia dengan AS, Airlangga menyampaikan bahwa AS secara konsisten menjadi penyumbang surplus perdagangan tertinggi sekaligus salah satu destinasi ekspor terbesar Indonesia.

“Kenapa Amerika penting? Karena neraca dagang positif tertinggi kita berasal dari Amerika. Amerika mengimpor produk manufaktur Indonesia seperti minyak sawit, elektronik, sepatu, tekstil, furnitur, dan lainnya,” ucapnya.

Baca juga: Toko Furnitur Makassar Ini Tawarkan Produk yang Tahan Lama untuk Hunian Nyaman dan Modern

Lebih lanjut, pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam negosiasi perdagangan dengan AS yang berlangsung intensif sejak April 2025 hingga awal 2026.

Rangkaian pertemuan bilateral menghasilkan penurunan tarif sejumlah produk Indonesia, dari sebelumnya 32 persen menjadi sekitar 19 persen untuk komoditas tertentu, serta peluang pembebasan tarif (0 persen) bagi 1.819 produk terpilih.

Kebijakan ini memberikan perlindungan sekaligus dorongan bagi industri padat karya dalam negeri yang menyerap sekitar 5 juta tenaga kerja.

Selain itu, kerja sama ekonomi bilateral dengan AS diperkuat di berbagai sektor strategis, seperti pangan, industri, energi, dan teknologi, termasuk penguatan ekonomi digital, keamanan ekonomi, serta penyelesaian hambatan non-tarif.

Airlangga menambahkan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dan berprofil tinggi (high profile) di tingkat internasional. Peran aktif Indonesia dalam mendorong stabilitas, perdamaian, dan kerja sama internasional turut memperkuat kepemimpinan Indonesia di mata dunia.

Dalam berbagai forum global, Indonesia dipandang sebagai mitra yang memiliki pengaruh dan kredibilitas, sehingga sering menjadi prioritas dalam proses dialog maupun perundingan strategis.

Baca juga: Trump Umumkan Perang Iran Segera Berakhir dan Siap Lakukan Perundingan

“Nah ini mungkin yang mempermudah untuk kita menyelesaikan seluruh perundingan. Kalau Indonesia tidak high profile, Indonesia tidak menjadi prioritas. Dengan Amerika misalnya, Indonesia kan sebetulnya positif neraca perdagangan dengan Amerika 20 miliar dollar AS, namun Indonesia tetap menjadi prioritas,” kata Airlangga.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa putusan Mahkamah Agung AS tidak membatalkan perjanjian dengan Indonesia karena klausul perjanjian telah memenuhi proses hukum masing-masing negara.

Namun, putusan tersebut membuat pemerintah AS memerlukan dasar hukum tambahan di luar Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan AS.

Untuk itu, pemerintah AS meluncurkan investigasi Section 301 terkait dugaan dumping dan isu lain, seperti excess capacity dan forced labor, yang juga melibatkan Indonesia.

Pemerintah Indonesia telah menyiapkan respons yang disampaikan pada 15 April 2026. Proses ini akan berlanjut ke tahap konsultasi dengan USTR pada 12 Mei 2026.

Dalam sesi diskusi, Airlangga menyampaikan bahwa seluruh proses perundingan ART dilakukan melalui komunikasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.

Baca juga: Trump Sebut Perang di Iran Hampir Selesai, AS Siap Lanjutkan Perundingan

Pemerintah juga secara konsisten menyampaikan perkembangan setiap tahap perundingan kepada publik melalui media massa sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Menutup sambutannya, Airlangga menegaskan bahwa berbagai program prioritas Presiden Prabowo dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya kelompok berpendapatan rendah.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Merah Putih di tingkat desa menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan, menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai informasi, dalam kesempatan tersebut juga hadir Rektor UGM Ova Emilia, pimpinan Senat Akademik UGM Sulistiowati, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Danang Sri Hadmoko, Ketua Dewan Guru Besar UGM M Baiquni, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, serta sejumlah anggota Majelis Guru Besar UGM. 

Terkini Lainnya
Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Kemenko Perekonomian
AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

Kemenko Perekonomian
Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Kemenko Perekonomian
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

Kemenko Perekonomian
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com