Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata dan Devisa Diproyeksi Melonjak

Kompas.com - 06/05/2026, 08:33 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.comPenerbangan internasional menuju Pulau Belitung kembali beroperasi setelah sempat terhenti selama beberapa tahun terakhir.

Momentum tersebut dinilai menjadi babak baru bagi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang sekaligus mendorong kunjungan wisatawan mancanegara dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pembukaan kembali akses udara internasional itu juga sejalan dengan arahan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto untuk memperkuat sektor pariwisata melalui konektivitas penerbangan langsung dari luar negeri.

Saat ini, penerbangan langsung rute Singapura-Belitung kembali dilayani maskapai Scoot melalui Bandara Changi.

Rute tersebut dioperasikan dua kali sepekan dan mendapat respons positif dari wisatawan mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Dorong Transformasi SEA Games, Menpora Erick Banjir Dukungan dari Para Menpora Asia Tenggara

Pada penerbangan perdana Minggu (3/5/2026), pesawat Embraer E190-E2 berkapasitas 112 kursi mencatat tingkat keterisian penumpang (load factor) lebih dari 70 persen dengan total 80 penumpang kedatangan.

Juru Bicara Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan, pembukaan kembali akses udara internasional diyakini membawa dampak ekonomi yang besar bagi Belitung.

“Dampak ekonomi dan efek berganda (multiplier effect) dari pembukaan gerbang internasional ini sangat signifikan. Pertumbuhan ekonomi Pulau Belitung berpotensi meningkat seiring masuknya devisa dari wisatawan mancanegara,” ujarnya, dilansir dari laman ekon.go.id, Selasa (5/5/2026).

Menurut Haryo, belanja wisatawan asing tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada pelaku usaha mikro dan masyarakat lokal.

“Perputaran ekonomi dari sektor pariwisata cenderung lebih cepat dirasakan masyarakat dibanding sektor lain yang memiliki rantai distribusi lebih panjang,” katanya.

Baca juga: Panduan Liburan di Desa Wisata Pulesari, Suguhkan Outbound hingga Kuliner Serba Salak

Dorong wisata dan devisa

Pemerintah menilai penguatan konektivitas udara menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata.

Sejumlah destinasi dunia seperti Bali, Langkawi, dan Koh Samui dinilai berhasil berkembang karena didukung akses penerbangan internasional yang kuat.

Oleh karena itu, pemerintah berharap KEK Tanjung Kelayang dapat berkembang menjadi pusat pengembangan wisata internasional baru di luar destinasi yang telah mapan.

Data pariwisata menunjukkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Belitung terus meningkat, dari sekitar 7.000 kunjungan pada 2023 menjadi 10.000 kunjungan pada 2024.

Penerbangan langsung internasional diharapkan semakin meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus memperkuat citra Belitung sebagai destinasi prioritas nasional.

Baca juga: Puluhan Siswa SD di Belitung Diduga Keracunan MBG

KEK Tanjung Kelayang jadi andalan

Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Kemenko Perekonomian Herfan Brilianto mengatakan, Belitung memiliki posisi strategis karena hanya berjarak sekitar satu jam penerbangan dari Jakarta, Singapura, dan Kuala Lumpur.

“Kami berkomitmen menjadikan status bandara internasional sebagai daya ungkit kebangkitan sektor pariwisata Belitung, terutama dengan dukungan KEK Pariwisata Tanjung Kelayang,” ujar Herfan.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha juga akan memperkuat sinergi guna menjaga keberlanjutan operasional penerbangan internasional tersebut.

Selain itu, pemerintah akan terus mendorong investasi, promosi, dan pengembangan ekosistem wisata yang terintegrasi agar Belitung semakin kompetitif di pasar global.

“Kami melihat ini bukan sekadar pembukaan rute penerbangan, tetapi bagian dari strategi besar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas penerimaan devisa negara,” kata Haryo.

Terkini Lainnya
Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata dan Devisa Diproyeksi Melonjak

Penerbangan Internasional ke Belitung Dibuka Lagi, Pariwisata dan Devisa Diproyeksi Melonjak

Kemenko Perekonomian
Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Kemenko Perekonomian
AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

Kemenko Perekonomian
Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Kemenko Perekonomian
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

Kemenko Perekonomian
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com