Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kompas.com - 17/03/2026, 07:47 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.comSektor pariwisata telah membuktikan perannya sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai Rp 945,7 triliun atau setara 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada 2025.

Pencapaian tersebut didorong oleh lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara yang mencapai 15,39 juta orang atau tumbuh 10,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain itu, sektor ini menyumbang devisa sebesar 18,91 miliar dollar Amerika Serikat (AS) serta menjadi sumber penghidupan bagi 25,91 juta tenaga kerja.

Namun, ketangguhan sektor pariwisata kini diuji oleh gejolak global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu konektivitas penerbangan internasional.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI) memproyeksikan potensi kehilangan 5.500 wisatawan mancanegara dan kerugian devisa hingga Rp 184,8 miliar per hari apabila tidak dimitigasi dengan baik.

Laporan InJourney Airports periode akhir Februari hingga 10 Maret 2026 juga mencatat gangguan pada sembilan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai yang berdampak pada 47.012 penumpang. Kondisi ini turut diperparah oleh kenaikan harga avtur.

“Untuk itu, Indonesia perlu segera melakukan reformasi guna memitigasi dampak krisis global sekaligus membangun sektor pariwisata yang kompetitif dan tangguh,” ujar Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dilansir dari laman ekon.go.id, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Airlangga Pastikan Anggaran Program Prioritas Prabowo Tak Dipangkas Meski Ada Risiko Perang Iran

Dalam webinar nasional pada Senin (16/3/2026) itu, Airlangga menyampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan pemerintah agar sektor pariwisata tetap berkembang di tengah tantangan global.

Salah satunya melalui perluasan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK). Berdasarkan kajian World Travel and Tourism Council, implementasi kebijakan tersebut sejak 2015 mampu mendorong pertumbuhan wisatawan hingga 15 persen per tahun serta menciptakan sekitar 400.000 lapangan kerja.

Kemenpar juga telah mengidentifikasi 20 negara potensial sebagai langkah respons cepat terhadap situasi saat ini.

Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan pasar domestik dengan memanfaatkan momentum libur Lebaran melalui konsep micro-tourism, yakni pengembangan destinasi berbasis perjalanan jarak dekat dengan pengalaman yang lebih mendalam.

Pemerintah turut memberikan stimulus berupa diskon transportasi pada periode Lebaran 2026 serta kebijakan kerja fleksibel (work from anywhere/WFA) guna mendorong pergerakan wisatawan.

Langkah lain yang ditempuh antara lain membuka peluang rute internasional baru, memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang aman dan stabil, serta mengembangkan destinasi bagi pekerja digital (digital nomad), termasuk di Jakarta, Kepulauan Riau, dan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Bali.

Baca juga: Mudik H-6 Membludak, 80 Ribu Penumpang Menyeberang dari Bali ke Jawa

“Dengan gejolak nilai tukar saat ini, hal ini dapat menjadi peluang untuk menarik wisatawan karena mereka memperoleh nilai lebih dari uang yang ditukarkan. Untuk itu, pemasaran perlu menonjolkan Indonesia sebagai destinasi premium dengan harga yang kompetitif,” ujar Airlangga.

Ia menambahkan, kolaborasi dan sinergi antarpemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga ketahanan ekosistem pariwisata di tengah dinamika global. Kondisi ini juga menjadi momentum peluang untuk memperkuat fondasi struktural dalam pembangunan pariwisata nasional.

“Saya berharap forum ini dapat menghasilkan ide-ide strategis yang berdampak terhadap sektor pariwisata Indonesia. Mari kita pastikan pariwisata Indonesia tetap tangguh, resilien dan mampu beradaptasi menghadapi berbagai gejolak geopolitik global,” pungkas Menko Airlangga

Terkini Lainnya
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Dorong Belitung Jadi Destinasi Wisata Internasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Dorong Belitung Jadi Destinasi Wisata Internasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com