Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kompas.com - 14/02/2026, 20:33 WIB
ADW,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing melalui kebijakan yang adaptif dan reformasi struktural berkelanjutan.

Dengan capaian kinerja ekonomi yang konsisten, Indonesia dinilai berada pada momentum strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan mengoptimalkan mesin pertumbuhan nasional.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pun menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Kabinet Merah Putih pada tahun pertama pemerintahan pada acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan pada Jumat (13/2/2026).

Di hadapan para duta besar negara sahabat, menteri, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha, Presiden menegaskan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah.

Baca juga: Indonesia Economic Summit 2026 Dibidik Jadi Ruang Temu Reformasi Ekonomi RI Bakal Bahas Pemikiran Global untuk Katalis Pertumbuhan Ekonomi

“Semua pencapaian yang harus dibanggakan adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Mereka sungguh-sungguh adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).

Pada kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan capaian ekonomi nasional yang menunjukkan ketahanan dan fundamental yang semakin kuat.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen.

Menurut Airlangga, capaian tersebut mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga yang terjaga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Hal ini termasuk pada momentum hari besar keagamaan dan periode Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Prabowo Akan Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 Besok

Memasuki 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dengan potensi mencapai 5,6 persen.

Target tersebut ditopang penguatan berbagai mesin produksi nasional, mulai dari belanja pemerintah, investasi swasta, hingga optimalisasi peran Danantara sebagai katalis investasi strategis.

Airlangga mengibaratkan perekonomian Indonesia seperti pesawat yang sempat tertunda lepas landas akibat gangguan global, tetapi kini seluruh mesin produksi disiapkan untuk bergerak selaras.

“Seperti pesawat yang sempat tertunda lepas landas di masa lalu karena gangguan global, kini kami siapkan seluruh mesin produksi untuk bergerak selaras. Dalam dua tahun ke depan, kami optimistis ekonomi Indonesia siap take-off menuju pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Baca juga: Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Korbankan Stabilitas

Kehadiran Presiden secara langsung dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 turut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga arah kebijakan ekonomi tetap solid, adaptif, dan terintegrasi lintas sektor.

Pemerintah memandang fase saat ini sebagai momentum akselerasi untuk meningkatkan daya saing nasional, memperkuat iklim investasi, serta menciptakan lebih banyak kesempatan kerja yang berkualitas bagi masyarakat.

Terkini Lainnya
Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Kemenko Perekonomian
AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

Kemenko Perekonomian
Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Kemenko Perekonomian
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

Kemenko Perekonomian
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com