Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kompas.com - 16/03/2026, 14:44 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Pemerintah Republik Indonesia (RI) mendorong penguatan kolaborasi negara-negara di kawasan Asia-Oseania guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan serta pengembangan teknologi kecerdasan buatan ( artificial intelligence/AI).

Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di kawasan ASEAN, Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mencapai lebih dari 130 miliar dollar Amerika Serikat (AS) pada 2026.

Selain itu, tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai sekitar 79,5 persen dari total populasi.

Pertumbuhan transaksi digital juga terus meningkat, termasuk pembayaran digital yang melampaui 4,7 miliar transaksi pada Januari 2026 atau tumbuh hampir 40 persen secara tahunan.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI Ali Murtopo Simbolon mengatakan, perkembangan tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi digital utama di Asia Tenggara.

“Perkembangan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi digital utama di Asia Tenggara, dengan aliran investasi yang terus meningkat pada sektor teknologi dan infrastruktur digital,” katanya, dilansir dari laman ekon.go.id, Senin (16/3/2026).

Baca juga: Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia

Pernyataan tersebut disampaikan Ali dalam acara peluncuran awal Asian Oceanian Computing Industry Organization (ASOCIO) Digital AI Summit 2026 dan ASOCIO Digital Award di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital guna memastikan transformasi digital dan pemanfaatan AI dapat memberikan dampak optimal bagi perekonomian nasional.

Penguatan ekonomi digital dan pengembangan teknologi mutakhir seperti AI dinilai menjadi faktor penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi industri, serta daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Dalam kerangka tersebut, teknologi AI diposisikan sebagai salah satu new engine of growth yang dapat mempercepat transformasi berbagai sektor ekonomi. Selain meningkatkan efisiensi operasional dan inovasi di dunia usaha, teknologi ini juga membuka peluang munculnya model bisnis baru, meningkatkan nilai tambah industri, serta memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah RI bekerja sama dengan ASOCIO akan menyelenggarakan ASOCIO Digital AI Summit 2026 pada 29–31 Juli 2026 di Jakarta.

Forum tersebut akan menjadi wadah bagi pemerintah, pelaku industri teknologi, akademisi, serta inovator untuk memperkuat kolaborasi regional dalam pengembangan kecerdasan buatan dan ekonomi digital di kawasan Asia dan Oseania.

Baca juga: Bangun Ekonomi Digital Asia, Cyberport Hong Kong Gandeng Sejumlah Institusi Indonesia

Mengusung tema “Hybrid Intelligence Unbound: Reimagining Innovation, Infrastructure and Regional Sovereignty”, forum ini akan membahas sejumlah agenda strategis.

Beberapa di antaranya meliputi transformasi digital dan adopsi AI untuk pembangunan nasional dan regional, penguatan standar tata kelola dan etika teknologi, pembangunan infrastruktur digital yang inklusif dan tangguh, peningkatan keterlibatan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam ekosistem digital, serta penguatan investasi teknologi di kawasan.

Dalam konteks regional, penyelenggaraan ASOCIO Digital AI Summit 2026 di Indonesia diharapkan menjadi platform strategis untuk memperkuat kolaborasi antarnegara di kawasan Asia-Oceania dalam pengembangan teknologi digital, inovasi AI, serta penguatan ekosistem talenta teknologi. 

Forum tersebut juga diharapkan dapat memperluas peluang investasi digital, meningkatkan konektivitas bisnis lintas negara, serta mendorong pemanfaatan teknologi AI untuk mendukung inklusi sosial, efisiensi industri, dan peningkatan kualitas layanan publik.

“Sebagai tuan rumah ASOCIO Digital AI Summit 2026, Indonesia ingin menjadikan forum ini sebagai fondasi bagi perkembangan AI di masa depan," ucap Ali.

Ia menambahkan, pemerintah berharap pemanfaatan AI dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat melalui mesin pertumbuhan baru yang bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu ekonomi digital, industri semikonduktor, dan pemanfaatan teknologi canggih untuk meningkatkan daya saing industri nasional.

Baca juga: Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Diminta Antisipasi Dampak untuk Industri Nasional

Acara peluncuran awal tersebut turut dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha TIK Nasional Soegiharto Santoso, Chairman ASOCIO Stan Singh-Jit, Chairman Organizing Committee Karim Taslim, perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI, pelaku usaha teknologi informasi dan komunikasi, serta media massa nasional.

Terkini Lainnya
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Dorong Belitung Jadi Destinasi Wisata Internasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Dorong Belitung Jadi Destinasi Wisata Internasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Kemenko Perekonomian
Tarif Impor Indonesia ke AS Turun Jadi 19 Persen,

Tarif Impor Indonesia ke AS Turun Jadi 19 Persen, "Huge Wins" untuk Industri Padat Karya

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com