Menko Airlangga Dorong Koperasi Tumbuh dan Beregenerasi sebagai Akar Perekonomian Nasional

Kompas.com - 20/12/2024, 10:09 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang akhir 2024, perekonomian Indonesia tetap solid. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang masih berada di atas 5 persen, dengan angka kumulatif hingga kuartal ketiga 2024 mencapai 5,03 persen.

Inflasi juga terkendali dengan berada dalam target sasaran di angka 2,5 persen dan toleransi naik atau turun 1 persen. Dengan demikian, inflasi yang tercatat di angka 1,55 persen year-on-year (YoY) pada November 2024 masih berada dalam batas target yang ditetapkan pemerintah.

Konsumsi rumah tangga terus tumbuh kuat, dengan proyeksi pertumbuhan lebih dari 5 persen pada 2024.

Daya beli masyarakat juga tetap solid, seperti yang tercermin dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia (BI) yang tercatat 125,9 pada November 2024.

Baca juga: Kasus Uang Palsu UIN Makassar, Bank Indonesia Pastikan Ada 11 Unsur Pengamanan Rupiah

Seiring dengan optimisme tersebut, data NielsenIQ menunjukkan peningkatan belanja masyarakat Indonesia, dengan total pengeluaran pada kuartal III-2024 mencapai Rp 256 triliun.

"Pemerintah berupaya untuk terus menjaga daya beli dan daya saing sektor usaha melalui berbagai Paket Stimulus Ekonomi yang menyasar rumah tangga berpendapatan rendah, kelas menengah, dan dunia usaha," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang dikutip dari laman ekon.go.id, Jumat (20/12/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam sambutannya pada acara Musyawarah Nasional Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Kamis (19/12/2024).

Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan usaha mikro kecil menengah ( UMKM) dan koperasi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan.

Baca juga: Pertanian Tembakau Bawa Banyak Manfaat bagi Ekonomi Kerakyatan di Rembang

Hal tersebut, kata dia, memerlukan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui penerapan teknologi dan perbaikan tata kelola, agar koperasi dapat meningkatkan daya saingnya dalam ekosistem ekonomi nasional.

"Kami berharap koperasi terus bergerak maju, mendukung pertumbuhan ekonomi, dan mengembangkan sektor produktif sesuai dengan amanat Undang-Undang Koperasi," ucap Airlangga.

Saat ini, mayoritas usaha koperasi berfokus pada sektor jasa keuangan dengan persentase 66 persen dan perdagangan 17 persen, sedangkan sektor riil seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan masih minim.

Oleh karena itu, pengoptimalan sektor produksi sangat diperlukan untuk meningkatkan volume usaha koperasi.

Baca juga: Daftar Barang Bukti Kasus Uang Palsu di UIN Makassar yang Ditemukan di Perpustakaan

" Sektor produksi harus dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pasokan barang di dalam negeri. Kami berharap proporsi industri dan produsen dalam Dekopin, sebagai induk koperasi, semakin meningkat. Menurut arahan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto, kewirausahaan harus didorong untuk naik kelas, dan salah satu sumbernya adalah dari Dekopin," tutur Airlangga.

Pemerintah juga mendorong kemudahan pembiayaan bagi koperasi dan UMKM melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga rendah.

Realisasi KUR per Sabtu (30/11/2024), mencapai Rp 269,48 triliun atau 96,24 persen dari target 2024, dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang terjaga di angka 2,19 persen.

Baca juga: Apa Itu NPL atau Non-Performing Loan?

Selain itu, pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi (Kemenkop) juga menyediakan akses pendanaan yang semakin berkembang, dengan penyaluran untuk sektor riil yang meningkat pesat dari Rp 38,7 miliar pada 2020 menjadi Rp 506,2 miliar pada 2023 atau tumbuh 960,53 persen.

Di akhir sambutannya, Airlangga berharap koperasi dapat beradaptasi dengan era digital.

Digitalisasi akan meningkatkan efisiensi serta memperkuat jaringan keanggotaan koperasi, yang akan saling terhubung melalui rantai pasok dan data digital. Hal ini akan membuka lebih banyak peluang bagi anggota koperasi.

Baca juga: Menkop Budi Arie Targetkan Dongkrak Kontribusi Koperasi dalam Perekonomian Nasional

"Saya berharap Dekopin dapat menjadi 'game changer' untuk memperbanyak kewirausahaan di Indonesia, khususnya di kalangan mayoritas. Semoga Dekopin terus tumbuh, semakin kuat, dan terus beregenerasi, sehingga koperasi dapat menjadi tulang punggung perekonomian nasional," tutur Airlangga.

Terkini Lainnya
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com