Lantik Pejabat BP Batam, Menko Airlangga Dorong Batam Jadi Role Model Investasi dan Administrasi

Kompas.com - 26/08/2024, 19:34 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia terus berkomitmen mendorong pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai bagian dari upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

KEK diharapkan tidak hanya mencapai tujuan jangka panjang tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Sebagai tindak lanjut komitmen tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto melantik Alexander Zulkarnain sebagai anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam, menggantikan Wahjoe Triwidijo Koentjoro.

Airlangga menjelaskan bahwa pergantian tersebut merupakan bagian dari tour of duty yang bertujuan untuk membawa energi baru dan penyegaran, serta untuk menjaga dan meningkatkan kinerja di lingkungan BP Batam.

Baca juga: Meneropong Prospek Kinerja Sektor Industri Telekomunikasi

“Kami mengucapkan selamat kepada Pak Alexander Zulkarnain. Dengan bergabungnya beliau di BP Batam, diharapkan akan terjadi adaptasi yang cepat dan percepatan dalam mendorong kemajuan kawasan ini. Terima kasih kepada Pak Wahjoe atas dedikasinya sejak 2019. Semoga pengabdian beliau menjadi amal baik bagi keluarga,” ujarnya dalam kunjungan kerjanya ke Kota Batam, Senin (26/8/2024).

Airlangga juga menggarisbawahi berbagai tantangan ekonomi global, termasuk ketegangan geopolitik, persaingan internasional yang ketat, penurunan harga komoditas, dan tingkat suku bunga yang tinggi.

Dalam situasi tersebut, Batam dipandang sebagai lokasi strategis untuk investasi, dan sinergi antara BP Batam, Pemerintah Kota (Pemkot) Batam, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri), dan pemerintah pusat perlu diperkuat.

Baca juga: 4 Contoh Perdagangan Bebas di Asia Tenggara, Eropa, dan Dunia

“Batam merupakan zona perdagangan bebas dan kawasan ekonomi khusus yang tidak memiliki bandingan di Indonesia. Kami berharap BP Batam dapat meningkatkan kinerjanya, karena pertumbuhan ekonomi Indonesia bergantung pada investasi. Untuk menciptakan lapangan kerja, investasi adalah kuncinya,” jelas Airlangga.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melantik Alexander Zulkarnain sebagai anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (26/8/2024). DOK. Humas Kemenko Perekonomian Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melantik Alexander Zulkarnain sebagai anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Senin (26/8/2024).

Tak lupa, Airlangga memberikan apresiasi atas peningkatan investasi di Batam selama lima tahun terakhir.

Pemerintah telah mendukung investasi tersebut melalui fasilitas KEK, dengan empat dari lima KEK di Provinsi Kepri berada di Pulau Batam.

Baca juga: Balai Adat Seri Indera Sakti, Perkuat Daya Tarik Wisata Budaya Kepri

Airlangga berharap, Batam sebagai jendela Indonesia ke negara-negara ASEAN dapat terus meningkatkan berbagai fasilitas, seperti bandara dan pelabuhan feri, serta pelayanan publik lainnya.

Batam, kata dia, juga diharapkan menjadi contoh terbaik untuk investasi dan administrasi di Indonesia.

Role model yang baik harus terus ditingkatkan, termasuk dalam pengembangan Kawasan Rempang dan Eco-City sebagai percontohan. Dengan tim BP Batam yang kini lengkap, diharapkan pengembangan ini semakin solid,” tutur Airlangga.

Terkini Lainnya
Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Kemenko Perekonomian
AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

Kemenko Perekonomian
Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Kemenko Perekonomian
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

Kemenko Perekonomian
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com