Di Hadapan Menko Airlangga, Wakil Kanselir Jerman Puji Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kompas.com - 06/05/2024, 20:32 WIB
Nethania Simanjuntak,
A P Sari

Tim Redaksi

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Kanselir serta Menteri  Ekonomi dan Aksi Iklim Republik Federal Jerman Y.M. Robert Habeck melakukan pertemuan  bilateral di Berlin, Jerman, Senin (6/5/2024). Dok. Humas Kemenko Perekonomian Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Kanselir serta Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Republik Federal Jerman Y.M. Robert Habeck melakukan pertemuan bilateral di Berlin, Jerman, Senin (6/5/2024).

KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Wakil Kanselir serta Menteri Ekonomi dan Aksi Iklim Republik Federal Jerman Y M Robert Habeck melakukan pertemuan bilateral di Berlin, Jerman, Senin (6/5/2024).

Pertemuan antara kedua negara ekonomi terbesar di Kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Kawasan Eropa ini membahas mengenai berbagai kerjasama di bidang industri, perdagangan dan investasi, energi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Dalam sambutannya, Airlangga menyampaikan, pada triwulan I-2024, Indonesia mampu mencapai 5,11 persen year-on-year (yoy). Angka tersebut berhasil mencatatkan pertumbuhan triwulan I yang tertinggi sejak 2015.

Ia menambahkan, solidnya pertumbuhan ekonomi di triwulan I tersebut juga dikonfirmasi oleh berbagai lembaga rating yang memberikan asesmen positif bahwa ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.

Baca juga: Bertemu Menko Airlangga, Menlu Jepang Ingin Indonesia Perkuat Kolaborasi OECD-ASEAN

Airlangga mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi nasional tersebut juga semakin berkualitas, tercermin dari data ketenagakerjaan per Februari 2024 yang juga dirilis hari ini.

“Jika dibandingkan Februari 2023, jumlah penduduk yang bekerja bertambah sekitar 3,55 juta orang sehingga menjadi 142,18 juta orang, sementara jumlah pengangguran berkurang sebesar 0,79 juta orang menjadi 7,2 juta orang dibandingkan Februari 2023,” ujar Airlangga melalui siaran persnya, Senin.

Hal itu, sebut dia, menjadikan proporsi pekerja formal meningkat menjadi 40,83 persen dari yang sebelumnya mencapai 39,88 persen di Februari 2023.

Peningkatan tersebut didorong dengan meningkatnya pekerja status buruh, karyawan, atau pegawai yang tumbuh sebesar 2,66 persen yoy.

Dari sisi pengeluaran, Airlangga mengungkapkan, tingginya realisasi berbagai belanja pemerintah terutama untuk belanja pemilihan umum (pemilu) telah mendorong konsumsi pemerintah mencapai 19,9 persen (yoy).

Baca juga: Pertemuan Tingkat Menteri OECD Dimulai, Menko Airlangga Bertemu Sekjen Cormann

“Hal tersebut juga tercermin dari Konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh hingga 24,29 persen yoy yang disebabkan karena adanya kegiatan pemilu,” ujar Airlangga.

Selain itu, Konsumsi Rumah Tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) masih menjadi sumber pertumbuhan tertinggi meski di tengah net ekspor yang negatif.

Airlangga mengatakan, kondisi tersebut menunjukan permintaan domestik yang masih kuat dan didukung oleh kebijakan fiskal sebagai shock absorber dalam merespons kondisi ketidakpastian global yang terjadi saat ini.

Menko Airlangga bersama Wakil Kanselir Jerman Y.M. Robert Habeck saat mengikuti pertemuan bilateral, Senin (6/5/2024). Dok. Humas Kemenko Perekonomian Menko Airlangga bersama Wakil Kanselir Jerman Y.M. Robert Habeck saat mengikuti pertemuan bilateral, Senin (6/5/2024).

Dengan berbagai capaian kondisi perekonomian tersebut, Indonesia mampu menjadi salah satu negara yang tumbuh kuat dan persisten berada di level yang tinggi dibandingkan dengan sejumlah negara lain, seperti Malaysia (3,9 persen), Korea Selatan (Korsel) (3,4 persen), Singapura (2,7 persen), dan Meksiko (1,6 persen).

Pertumbuhan ekonomi nasional tersebut juga disertai dengan tingkat inflasi yang rendah dan terkendali sebesar 3,0 persen atau lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain, seperti India (4,9 persen), Brazil (3,9 persen), dan Filipina (3,7 persen).

Baca juga: Menko Airlangga Minta Inggris Berkeadilan dalam Penerapan UU Uji Tuntas

Ke depan, untuk sisa periode tahun 2024, Airlangga menyebut, kondisi perekonomian global diestimasikan masih menghadapi ketidakpastian yang dipicu oleh kebijakan suku bunga yang tinggi, peningkatan tensi geopolitik, hingga pelemahan permintaan global.

Meski demikian, berdasarkan publikasi WEO IMF April 2024, perekonomian nasional tahun 2024 diproyeksikan akan tetap resilien pada kisaran 5 persen dan pada 2025 akan mengalami peningkatan serta melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan rata-rata negara berkembang.

Sebagai upaya dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tersebut, Airlangga mengatakan bahwa pemerintah telah mencanangkan sejumlah strategi, mulai dari menjaga daya beli dan stabilitas harga melalui kebijakan bantuan sosial, pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP) properti, pengendalian inflasi dengan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

“Kemudian menjaga ketahanan sektor eksternal melalui optimalisasi penerimaan devisa hasil eksport (DHE), sumber daya alam (SDA), memperkuat implementasi local currency transaction (LCT), hingga mengakselerasi kinerja kebijakan sektoral lainnya melalui peningkatan nilai tambah dengan hilirisasi dan percepatan transisi energi dengan electric vehicle (EV),” ucap Airlangga.

Baca juga: Bertemu Mendag Inggris, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama JETCO dan Energi Bersih

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri menggarisbawahi pentingnya penyelesaian perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dalam waktu dekat dengan memperhatikan asas fair trade dan kemakmuran.

Airlangga juga mengangkat isu terkait kebijakan EU Deforestation Regulation (EUDR). Menurutnya, isu ini perlu memperhatikan aspirasi dari negara-negara yang masih memiliki hutan alami serta pembahasan kerja sama pengembangan ekosistem semikonduktor di Indonesia.

Terkini Lainnya
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas
Neraca Perdagangan RI Surplus 2,93 Miliar Dollar AS, Menko Airlangga: Didukung Sektor Nonmigas
Kemenko Perekonomian
Lampaui Jepang dan Inggris, Peringkat Daya Saing Indonesia Melonjak ke Posisi 27
Lampaui Jepang dan Inggris, Peringkat Daya Saing Indonesia Melonjak ke Posisi 27
Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Bertemu Dmitry Medvedev, Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Kedua Negara
Menko Airlangga Bertemu Dmitry Medvedev, Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral Kedua Negara
Kemenko Perekonomian
Di Rusia, Menko Airlangga Kuatkan Kerja Sama Bilateral dan Terima Penghargaan dari Pemerintah Rusia
Di Rusia, Menko Airlangga Kuatkan Kerja Sama Bilateral dan Terima Penghargaan dari Pemerintah Rusia
Kemenko Perekonomian
Di Rusia, Menko Airlangga Temui Menteri hingga CEO Perusahaan Terkemuka demi Genjot Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
Di Rusia, Menko Airlangga Temui Menteri hingga CEO Perusahaan Terkemuka demi Genjot Kerja Sama Ekonomi dan Investasi
Kemenko Perekonomian
Gerak Cepat Menko Airlangga, Sehari Temui 3 Pimpinan Tertinggi Singapura Bahas Kerja Sama Ekonomi
Gerak Cepat Menko Airlangga, Sehari Temui 3 Pimpinan Tertinggi Singapura Bahas Kerja Sama Ekonomi
Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Ajak Singapura Jadi Jangkar Perdamaian dan Stabilitas di ASEAN dan Indo-Pasifik
Menko Airlangga Ajak Singapura Jadi Jangkar Perdamaian dan Stabilitas di ASEAN dan Indo-Pasifik
Kemenko Perekonomian
Jadi Panelis di IPEF 2024, Menko Airlangga Tawarkan Peluang Investasi Hijau di Indonesia
Jadi Panelis di IPEF 2024, Menko Airlangga Tawarkan Peluang Investasi Hijau di Indonesia
Kemenko Perekonomian
Kepada Menko Airlangga, US Secretary of Commerce Nyatakan Dukung Penguatan Kinerja Perekonomian Indonesia
Kepada Menko Airlangga, US Secretary of Commerce Nyatakan Dukung Penguatan Kinerja Perekonomian Indonesia
Kemenko Perekonomian
Awali IPEF Ministerial Meeting di Singapura, Menko Airlangga Dijadwalkan Bertemu US Secretary of Commerce
Awali IPEF Ministerial Meeting di Singapura, Menko Airlangga Dijadwalkan Bertemu US Secretary of Commerce
Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Kunjungi Fasilitas CNGR di China, Sepakati Kerja Sama dengan FT UGM
Menko Airlangga Kunjungi Fasilitas CNGR di China, Sepakati Kerja Sama dengan FT UGM
Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Beberkan Keberhasilan Perekonomian Indonesia di Hadapan Para Pemimpin Global pada Nikkei Forum 2024
Menko Airlangga Beberkan Keberhasilan Perekonomian Indonesia di Hadapan Para Pemimpin Global pada Nikkei Forum 2024
Kemenko Perekonomian
Bertemu Petinggi Nikkei Inc, Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia
Bertemu Petinggi Nikkei Inc, Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital Indonesia
Kemenko Perekonomian
5 Dekade Hubungan Indonesia-Korsel, Kerja Sama Industri, Perdagangan, dan Transisi Energi Meningkat
5 Dekade Hubungan Indonesia-Korsel, Kerja Sama Industri, Perdagangan, dan Transisi Energi Meningkat
Kemenko Perekonomian
Berjasa dalam Kemitraan Indonesia-Korsel, Menko Airlangga Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari GNU
Berjasa dalam Kemitraan Indonesia-Korsel, Menko Airlangga Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari GNU
Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke