Dampingi Presiden Prabowo di KTT BRICS, Menko Airlangga: BRICS Berkomitmen Perkuat Multilateralisme dan Tata Kelola Global

Kompas.com - 07/07/2025, 20:58 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 yang berlangsung di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). KTT tahun ini mengusung tema "Strengthening Global South Cooperation for More Inclusive and Sustainable Governance".

Airlangga menilai keikutsertaan Indonesia dalam BRICS memiliki nilai strategis, terutama setelah organisasi ini mengalami perluasan keanggotaan.

Sebelum diperluas, BRICS mencakup 34 persen dari produk domestik bruto (PDB) global dengan nilai sekitar 28 triliun dolar Amerika Serikat (AS). Kini, setelah bergabungnya Indonesia dan anggota baru lainnya, BRICS merepresentasikan 40 persen PDB dunia dan 56 persen populasi global.

“Secara ekonomi, kekuatan BRICS terus bertambah. Berdasarkan purchasing power parity, bahkan posisinya kini lebih tinggi dari G7. BRICS menjadi bagian penting dari Global South dan diharapkan mampu menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang dalam forum internasional,” kata Airlangga dalam keterangan pers, Senin (7/7/2025).

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan bahwa dalam forum tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia, pendekatan multilateral, serta prinsip hukum internasional.

Baca juga: Bandara Internasional Komodo Ditutup Sementara Imbas Erupsi Gunung Lewotobi

“Bapak Presiden juga menegaskan penolakan terhadap perang dan standar ganda. Beliau sejalan dengan hampir seluruh peserta KTT dalam mendorong reformasi multilateralisme dan peningkatan keterwakilan Global South, terutama di lembaga seperti PBB. Kepemimpinan BRICS diharapkan dapat menjadi motor penggerak multilateralisme yang lebih adil,” ujar Airlangga.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina dan mengangkat pentingnya semangat Bandung Spirit untuk kembali digaungkan dalam forum BRICS.

“Bapak Presiden menyampaikan bahwa semangat Bandung Spirit harus dihidupkan kembali dan dibawa dalam forum BRICS. Beliau juga menekankan dukungan Indonesia terhadap Palestina,” lanjut Airlangga.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo menyoroti urgensi menghidupkan kembali multilateralisme di tengah dinamika global yang semakin multipolar. Dalam konteks ini, Presiden mendorong penguatan kerja sama ekonomi antarnegara Global South dan optimalisasi peran New Development Bank (NDB).

“Kolaborasi antarnegara berkembang menjadi sangat penting. Presiden mendorong agar pemanfaatan NDB ditingkatkan. Tadi dilaporkan bahwa NDB tengah menangani sekitar 120 proyek yang meliputi energi bersih, infrastruktur, hingga proyek berkelanjutan, dengan total nilai sekitar 39 miliar dolar AS,” terang Airlangga.

Baca juga: Proyek Rp 210 Miliar The Aloon-aloon Magelang Dibuka November 2025, Ada Mal dan Hotel

Airlangga juga menyampaikan bahwa Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi aktif dalam NDB. Keterlibatan ini dinilai strategis untuk membuka akses pembiayaan pembangunan yang mendukung transformasi hijau dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

KTT BRICS 2025 menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang tertuang dalam Leaders’ Declaration.

Deklarasi tersebut mencakup komitmen memperkuat multilateralisme, mendorong reformasi tata kelola global, mempromosikan perdamaian dan keamanan internasional, serta memperdalam kerja sama ekonomi, perdagangan, dan keuangan.

Selain itu, juga ditekankan isu perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan yang adil dan inklusif, serta penguatan kerja sama pembangunan manusia, sosial, dan budaya.

“Leaders’ Declaration memuat beberapa poin penting, di antaranya penguatan multilateralisme dan reformasi tata kelola global. Ini relevan bagi Indonesia, termasuk dalam konteks memperluas pasar produk nasional," imbuh Airlangga.

Baca juga: Permendag 15/2025, Upaya Kemendag Sempurnakan Standardisasi Perlindungan Konsumen dan Dongkrak Daya Saing Produk Nasional

Selain itu, lanjut dia, ada fokus pada perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan yang adil dan inklusif, serta kemitraan untuk pengembangan manusia, sosial, dan budaya.

Terkini Lainnya
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Dorong Belitung Jadi Destinasi Wisata Internasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Dorong Belitung Jadi Destinasi Wisata Internasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Kemenko Perekonomian
Tarif Impor Indonesia ke AS Turun Jadi 19 Persen,

Tarif Impor Indonesia ke AS Turun Jadi 19 Persen, "Huge Wins" untuk Industri Padat Karya

Kemenko Perekonomian
Babak Baru Kemitraan RI-Uni Eropa untuk Stabilitas Ekonomi dan Politik Global

Babak Baru Kemitraan RI-Uni Eropa untuk Stabilitas Ekonomi dan Politik Global

Kemenko Perekonomian
Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Indonesia-AS Sepakat Lanjutkan Negosiasi Tarif Resiprokal

Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Indonesia-AS Sepakat Lanjutkan Negosiasi Tarif Resiprokal

Kemenko Perekonomian
Dampingi Presiden Prabowo di KTT BRICS, Menko Airlangga: BRICS Berkomitmen Perkuat Multilateralisme dan Tata Kelola Global

Dampingi Presiden Prabowo di KTT BRICS, Menko Airlangga: BRICS Berkomitmen Perkuat Multilateralisme dan Tata Kelola Global

Kemenko Perekonomian
Di Ratas bersama Prabowo, Menko Airlangga Bahas Strategi Ekonomi Global dan Kemitraan dengan AS

Di Ratas bersama Prabowo, Menko Airlangga Bahas Strategi Ekonomi Global dan Kemitraan dengan AS

Kemenko Perekonomian
Sukseskan MBG, Pemerintah-Swasta Wujudkan Ketahanan Pangan dan Dukung UMKM

Sukseskan MBG, Pemerintah-Swasta Wujudkan Ketahanan Pangan dan Dukung UMKM

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Rusia Pererat Kerja Sama Strategis di SPIEF 2025

Indonesia-Rusia Pererat Kerja Sama Strategis di SPIEF 2025

Kemenko Perekonomian
Perkuat Hubungan Ekonomi dengan Rusia, Indonesia Rampungkan Perundingan Perdagangan Bebas dengan Eurasia

Perkuat Hubungan Ekonomi dengan Rusia, Indonesia Rampungkan Perundingan Perdagangan Bebas dengan Eurasia

Kemenko Perekonomian
Pimpin Ministerial Meeting di Singapura, Menko Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama 6 Sektor Strategis

Pimpin Ministerial Meeting di Singapura, Menko Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama 6 Sektor Strategis

Kemenko Perekonomian
Perundingan IEU CEPA Segera Rampung, Menko Airlangga: Kedua Belah Pihak Sepakat, Tidak Ada Ganjalan Tersisa

Perundingan IEU CEPA Segera Rampung, Menko Airlangga: Kedua Belah Pihak Sepakat, Tidak Ada Ganjalan Tersisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Setelah 9 Tahun, Perundingan Indonesia-UE CEPA Masuki Tahap Akhir

Menko Airlangga: Setelah 9 Tahun, Perundingan Indonesia-UE CEPA Masuki Tahap Akhir

Kemenko Perekonomian
Perkuat Komitmen Indonesia Aksesi OECD, Menko Airlangga Serahkan Initial Memorandum ke Sekjen OECD

Perkuat Komitmen Indonesia Aksesi OECD, Menko Airlangga Serahkan Initial Memorandum ke Sekjen OECD

Kemenko Perekonomian
Perkuat Kemitraan Ekonomi, Menko Airlangga Bertemu Wakil Menteri Perdagangan Chili di Paris

Perkuat Kemitraan Ekonomi, Menko Airlangga Bertemu Wakil Menteri Perdagangan Chili di Paris

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com