Pemerintah Dorong Penataan Ekosistem Logistik lewat Penerapan National Logistics Ecosystem

Kompas.com - 20/07/2023, 10:06 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Memasuki triwulan III-2023, perekonomian nasional terus menunjukkan eksistensi positif dengan berbagai capaian kinerja fundamental yang solid.

Capaian tersebut ditunjukkan dalam beberapa hal. Pertama, pertumbuhan ekonomi yang naik sebesar 5,03 persen pada kuartal I-2023;

Kedua, tingkat inflasi bulanan pada Juni yang terkendali di angka 3,52. Ketiga, surplus transaksi yang berjalan 0,8 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I-2023.

Keempat, pertumbuhan positif sejumlah indikator perekonomian, seperti purchasing managers index (PMI) manufaktur, indeks keyakinan konsumen (IKK), hingga investasi.

Meski mencapai hasil positif, pemerintah juga tetap antisipatif dalam merespons ketidakpastian global pada berbagai sektor yang mampu memengaruhi kinerja perekonomian.

Baca juga: Perkara Merosotnya Rangking Logistik RI yang Bikin Luhut Mencak-mencak

Salah satunya, pada sektor logistik sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Kinerja sektor logistik tersebut ditunjukkan oleh capaian logistics performance index (LPI) 2023 yang dirilis Bank Dunia. Dalam LPI 2023, Indonesia menempati peringkat 63 dari sebelumnya di peringkat 46 pada 2018 dengan penurunan skor dari 3,15 menjadi 3,0.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Sesmenko Perekonomian) Susiwijono Moegiarso mengatakan, LPI merupakan alat ukur Indonesia untuk mengidentifikasi tantangan peluang dalam logistik perdagangan.

“LPI merupakan alat ukur kita (Indonesia) di dalam mengidentifikasi tantangan peluang di dalam logistik perdagangan, kemudian beberapa yang diukur ini sebenarnya berdasarkan survei-survei terhadap para pelaku usaha,” ucapnya yang dikutip dari laman ekon.go.id, Kamis (20/7/2023).

Baca juga: Pelaku Usaha Ungkap Tantangan Besar Pengembangan EBT di Indonesia

Pernyataan tersebut Susiwijono sampaikan dalam acara "Bincang Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi (PK): Kok Bisa Rapor Logistik Turun Saat Pelabuhan di Indonesia 20 Besar Terbaik Dunia" di Kantor Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Selasa (18/7/2023).

Ia mengungkapkan, capaian anjlok LPI Indonesia pada 2023 disebabkan oleh penurunan indikator penilaian yang memerlukan partisipasi pihak swasta.

Indikator penilaian tersebut, seperti kompetensi dan kualitas layanan logistik, kemampuan tracking dan tracing, kemudahan layanan pengapalan ke Indonesia, serta frekuensi kesesuaian jadwal waktu barang diterima.

Sementara itu, indikator penilaian yang menjadi kontrol pemerintah, seperti efisiensi proses clearance oleh Lembaga Pengendali Perbatasan dan kualitas infrastruktur pendukung menunjukkan kinerja yang baik.

Baca juga: Kinerja Logistik Indonesia Merosot, Ini Penjelasan Pemerintah

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, pemerintah menilai perlu dilakukan upaya penataan ekosistem logistik melalui penerapan National Logistics Ecosystem (NLE).

NLE merupakan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak berkaitan dengan arus logistik barang, sistem perbankan, sistem transportasi pergudangan, dan entitas-entitas lainnya yang termasuk di dalam NLE.

Penerapan NLE didasarkan pada empat pilar utama yang telah diimplementasikan secara bertahap di 46 pelabuhan pada 2023.

Empat pilar tersebut di antaranya, pertama, perbaikan layanan pemerintah di bidang logistik melalui simplifikasi proses bisnis berbasis elektronik.

Kedua, kolaborasi sistem layanan logistik antarpelaku kegiatan logistik. Ketiga, kemudahan dan fasilitasi pembayaran antarpelaku usaha terkait proses logistik.

Baca juga: Kemenhub Dorong Peran Swasta dalam Peningkatan Pelayanan Kepelabuhanan lewat Skema Konsesi

Keempat, penataan sistem dan tata ruang kepelabuhanan serta jalur distribusi.

“Dengan penerapan NLE ini menjadi salah satu inisiatif pemerintah di bidang logistik yang bisa menjangkau berbagai indikator di LPI tadi. (Dengan begitu) kalau NLE bisa 100 persen, kita mandatorikan dan bisa efektif, mudah-mudahan bisa memperbaiki keenam indikator LPI tadi,” ucap Susiwijono.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan upaya lain untuk meningkatkan kinerja LPI Indonesia melalui berbagai kebijakan.

Adapun kebijakan tersebut, mulai dari menyelesaikan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Menteri terkait NLE.

Baca juga: Rencana Kenaikan Harga Gula Masih Menunggu Hasil Rakortas

Kemudian, memperkuat kebijakan dalam standarisasi layanan kepelabuhanan, mendorong perbaikan kinerja perusahaan kurir dan pos.

Selain itu, menyempurnakan regulasi, proses bisnis dan sistem terkait implementasi Lartas, Angka Pengenal Importir Produsen (API-P), Angka Pengenal Importir Umum (API-U), dan Neraca Komoditas.

Terakhir, melakukan sosialisasi aturan dan kebijakan kepada pelaku usaha logistik internasional dan domestik.

Baca juga: We The Fest 2023 Hadirkan 19 Musisi Internasional dan 25 Musisi Tanah Air

Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri sejumlah pihak penting, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Kemaritiman) Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua KPK Firli Bahuri, Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan, dan Deputi Bidang Perniagaan dan Industri Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon.

Kemudian, Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia (Persero) (Pelindo) Arif Suhartono, Dirut PT Angkasa Pura II (AP II) Muhammad Awaluddin, Direktur Kepelabuhanan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Direktur Pengelolaan Layanan, Data, dan Kemitraan Lembaga National Single Window (LNSW).

Terkini Lainnya
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com