Usai Idul Fitri 1447 Hijriah, Mendagri Minta ASN Kemendagri dan BNPP Tingkatkan Kinerja

Kompas.com - 30/03/2026, 19:38 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri ( Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) untuk meningkatkan kinerjanya usai libur Idul Fitri 1447 Hijriah (H).

Hal tersebut disampaikan Tito saat memberikan amanat dalam kegiatan halalbihalal di Plaza Gedung A, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (30/3/2026).

“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan juga sebagai pimpinan Kemendagri dan BNPP mengucapkan Selamat Hari Raya (Idul Fitri) sekali lagi. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir batin, dan tentu saya berharap kita akan bekerja lebih baik,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin.

Tito menegaskan pentingnya peningkatan kinerja setelah masa libur yang cukup panjang. Ia pun mengapresiasi para pegawai yang tetap menjalankan pelayanan publik selama periode libur, termasuk para kepala daerah yang bersiaga saat hari raya.

Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Kreatif Cegah Ancaman PHK PPPK

Tito mengatakan bahwa dirinya telah menerbitkan surat edaran (SE) agar kepala daerah tidak bepergian ke luar negeri dan tetap siaga sejak satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah Lebaran.

“Saya terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bekerja saat libur panjang. Kemudian, bagi rekan-rekan yang sudah melaksanakan libur panjang, anggap saja sebagai recharge baterai, lebih sehat, lebih segar untuk menghadapi tugas-tugas yang panjang ke depan,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Tito juga mengingatkan ASN Kemendagri dan BNPP agar terus bekerja keras membantu pemerintah daerah (pemda) serta kementerian/lembaga (K/L), terutama dalam menjalankan program prioritas Presiden.

Program yang dimaksud mencakup pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, penanganan sampah, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, Tiga Juta Rumah, serta pemulihan pascabencana di Sumatera.

Baca juga: Mendagri di Rakornas 2026: Sinergi Pusat-Daerah Optimalkan Program Prioritas Presiden

“Saya juga tidak berhenti, dua minggu yang lalu bersama Bapak Presiden di Aceh, dan minggu yang lalu hampir tiga atau empat hari saya berkeliling ke Sumatera Utara (Sumut), di daerah-daerah bencana di masa liburan,” jelas Tito.

Ke depan, lanjut dia, masih banyak hal yang perlu diantisipasi, khususnya terkait dinamika global yang berpotensi memengaruhi pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut juga berkaitan dengan wacana penerapan work from anywhere (WFA) yang akan diumumkan resmi oleh pemerintah. Terlebih, saat pandemi Covid-19 juga ada pengalaman working from home (WFH) yang dapat menjadi referensi.

“Tinggal rekan-rekan harus berpikir. Jangan memikirkan apa yang mau diberikan organisasi ini, Kemendagri-BNPP, kepada rekan-rekan. (Sebaliknya), rekan-rekan harus berpikir apa yang bisa diberikan kepada organisasi ini, tempat rekan-rekan, kita semua, cari makan dan dapat status,” tegas Tito.

Baca juga: Rapat dengan DPR, Mendagri Tito Jelaskan Capaian Kinerja Strategis Kemendagri

Usai memberikan amanat, Tito didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian secara langsung mendatangi para ASN untuk bersalaman satu per satu.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Tomsi Tohir, serta pejabat tinggi madya dan pratama di lingkungan Kemendagri dan BNPP.

Terkini Lainnya
Kunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Ketum TP-PKK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Kunjungi TK Dharma Wanita Kefamenanu, Ketum TP-PKK Tekankan Pentingnya Peran Keluarga

Kemendagri
Ketua Harian Dekranas: Pewarna Alam Bisa Tingkatkan Nilai Jual Tenun

Ketua Harian Dekranas: Pewarna Alam Bisa Tingkatkan Nilai Jual Tenun

Kemendagri
Ketum TP-PKK Tri Tito Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini

Ketum TP-PKK Tri Tito Dorong Pelajar Peduli Kesehatan Sejak Dini

Kemendagri
Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal

Wamendagri Tinjau PLBN Motaain, Pastikan Layanan Perbatasan Optimal

Kemendagri
Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Mendagri Buka Festival Fulan Fehan 2026, Hadirkan Tarian Persahabatan Indonesia dan Timor-Leste

Kemendagri
Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Mendagri Tito Dorong Mahasiswa Unhan NTT Perluas Pilihan Karier

Kemendagri
Satgas PRR Dorong Daerah Percepat Pemanfaatan TKD dan Hibah ke Program Pemulihan

Satgas PRR Dorong Daerah Percepat Pemanfaatan TKD dan Hibah ke Program Pemulihan

Kemendagri
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya hingga Kembangkan Pariwisata Daerah

Kemendagri
Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Ketum TP PKK Ajak Pelajar TTU Siapkan Diri Menjadi Generasi Emas 2045

Kemendagri
BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

BNPP RI Percepat Pembukaan Perlintasan Temajuk–Telok Melano, Dukung Pengembangan Pariwisata Perbatasan Kalbar

Kemendagri
Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Satgas PRR Sebut Skema Bantuan Keuangan Antardaerah Bisa Jadi Model Penanganan Bencana

Kemendagri
Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Ketum TP Posyandu Dorong Percepatan Registrasi untuk Perkuat Layanan Dasar Masyarakat

Kemendagri
Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Tri Tito Karnavian Tegaskan Posyandu Kini Jadi Pusat Pelayanan 6 Bidang SPM di Desa

Kemendagri
Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Mendagri Hadiri Puncak Penas Petani dan Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Kemendagri
Program Bedah Rumah Diperkuat, Mendagri: Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah

Program Bedah Rumah Diperkuat, Mendagri: Wujud Nyata Keberpihakan Pemerintah

Kemendagri
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com