Rayakan Sumpah Pemuda, Wakil Menteri Kehutanan Ajak Anak Muda Jaga Mangrove

Kompas.com - 29/10/2025, 18:20 WIB
Dwinh

Penulis

KOMPAS.com – Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (Ditjen PDASRH) Kementerian Kehutanan menggelar kegiatan bertema “Talkshow dan Workshop Alam: Dari Pemuda untuk Mangrove Indonesia” sebagai bagian dari rangkaian Festival Mangrove Nasional (Mangrofest) 2025.

Berlokasi di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta Utara, kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohman Marzuki serta 285 pegiat lingkungan muda, terdiri dari 190 pelajar sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) di Jakarta dan 95 mahasiswa dari IPB University serta Universitas Nusa Bangsa.

Dalam sambutannya, Rohman Marzuki menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam konservasi dan rehabilitasi mangrove sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan peningkatan ketahanan ekosistem pesisir.

“Pemuda hari ini bukan hanya pewaris alam, tetapi juga penggerak perubahan yang akan menentukan wajah bumi di masa depan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (29/10/2025).

Sementara itu, Direktur Jenderal PDASRH Dyah Murtiningsih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk menumbuhkan kepemimpinan ekologis di kalangan generasi muda.

Baca juga: WWF-Indonesia Dorong Inisiatif Nature-Positive dan Ajak Generasi Muda Melestarikan Alam

“Kami ingin membangun gerakan berkelanjutan agar para pelajar dan mahasiswa tidak hanya belajar tentang mangrove, tetapi juga menjadi bagian dari solusi menjaga masa depan pesisir Indonesia,” jelasnya.

Acara juga diisi dengan seremoni penanaman mangrove dan pelepasan berang-berang ke habitat alaminya di kawasan mangrove TWA Angke sebagai simbol konkret aksi nyata pelestarian alam.

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohman Marzuki dalam kegiatan bertema ?Talkshow dan Workshop Alam: Dari Pemuda untuk Mangrove Indonesia? sebagai bagian dari rangkaian Festival Mangrove Nasional (Mangrofest) 2025 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta Utara.DOK. M4CR Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohman Marzuki dalam kegiatan bertema ?Talkshow dan Workshop Alam: Dari Pemuda untuk Mangrove Indonesia? sebagai bagian dari rangkaian Festival Mangrove Nasional (Mangrofest) 2025 di Taman Wisata Alam (TWA) Angke, Jakarta Utara.

Selain talkshow, peserta mengikuti workshop pembuatan konten edukatif dan pelatihan kreatif digital bertema lingkungan yang dipandu tim Konservasi Indonesia.

Melalui sesi ini, peserta belajar mengemas pesan pelestarian mangrove secara menarik untuk audiens muda di media sosial.

Puncak kegiatan diisi dengan “Mangrove Treasure Hunt”, sebuah petualangan edukatif yang mengajak peserta mengenal jenis-jenis mangrove, proses pembibitan, observasi fauna, hingga praktik penanaman langsung. Aktivitas ini dirancang untuk menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, serta rasa memiliki terhadap lingkungan.

Baca juga: Anagata Textile Produksi Seragam Medis Antivirus yang Ramah Lingkungan

Kegiatan ini sejalan dengan upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat ekosistem pesisir dan meningkatkan peran masyarakat dalam rehabilitasi mangrove.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memiliki ambisi besar melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) seluas 41.000 hektar (ha) hingga 2027, sebagai langkah nyata menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda peduli mangrove yang mampu berperan aktif menjaga keseimbangan ekosistem pesisir serta mendukung target nasional rehabilitasi mangrove dalam mitigasi perubahan iklim dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com