Kick Off M4CR, Menhut Targetkan Rehabilitas Mangrove Seluas 15.387 Hektar

Kompas.com - 10/09/2025, 22:11 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan, pihaknya menargetkan merehabilitasi mangrove seluas 15.387 hektar (ha) di 4 provinsi selama 2025.

Hal tersebut dikatakan Menhut Raja Juli Antono saat didampingi oleh Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar, beserta jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan kick off Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (10/9/2025).

Kemenhut dalam siaran persnya, Rabu, menjelaskan bahwa M4CR merupakan inisiatif strategis nasional yang bertujuan mengatasi degradasi ekosistem mangrove di Indonesia. Hal ini dilakukan melalui rehabilitasi skala besar dengan berfokus pada pendekatan berbasis komunitas dan keberlanjutan lingkungan.

Rehabilitasi mangrove M4CR berlangsung di empat provinsi prioritas, yaitu Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan utara dengan target luasan 41.000 ha hingga tahun 2027.

Baca juga: Tata Kelola Mangrove Perlu Terintegrasi dengan Tambak

Rehabilitasi mangrove melalui M4CR di Sumatera Utara telah berlangsung sejak 2024. Total mangrove yang direhabilitas sudah 636 ha dan tersebar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Langkat, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.

Diperkirakan, pada 2025, rehabilitasi mangrove M4CR dilakukan di lahan seluas 1.924 ha. Adapun hingga 2026, rehabilitasi mangrove yang dijalankan diperkirakan akan mencapai 3.332 hektar.

Untuk diketahui, Kick-off M4CR ini dilaksanakan di kawasan Batubara Mangrove Park, lokasi yang sebelumnya merupakan bekas areal tambang kuarsa sehingga terjadi abrasi.

Raja Antoni mengatakan, dengan penanaman Mangrove yang dilakukan oleh masyarakat, kini tutupan vegetasi mangrove sudah semakin pulih.

“Saya mengapresiasi upaya rehabilitasi mangrove yang dilakukan oleh masyarakat, di mana kawasan ini dulu merupakan bekas areal-areal tambang kuarsa yang masif hingga menyebabkan abrasi. Namun sekarang tutupan vegetasi mangrove sudah semakin pulih,” ujar Menhut Raja Antoni.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar, beserta jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berfoto bersama usai melakukan Kick Off Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Medan, Sumatera Utara, Rabu (10/9/2025). 
Kemenhut Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar, beserta jajaran Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berfoto bersama usai melakukan Kick Off Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Medan, Sumatera Utara, Rabu (10/9/2025).

Hal tersebut, kata Raja Antoni, membuktikan kolaborasi dan kerja sama sangatlah penting dalam menjaga kelestarian hutan.

Kolaborasi yang dimaksud tidak hanya antar kementerian dan lembaga baik pusat maupun daerah, tetapi juga peran masyarakat yang menjadi kunci keberhasilan.

“Ini membuktikan pentingnya kolaborasi antara kementerian dan lembaga, khususnya partisipasi masyarakat. Bahwa peran masyarakat begitu strategis untuk turut menjaga kelestarian hutan mangrove kita,” tuturnya.

Dalam kunjungannya Menhut juga melakukan diskusi bersama kelompok masyarakat hingga melakukan panen kepiting bersama masyarakat. Menhut juga meninjau persemaian bibit dan penanaman Mangrove.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com