Lewat Hobi, Personel TNI Ini Berhasil Lawan Trauma Jadi Cuan Penopang Ekonomi

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Jumat, 30 April 2021
Kopda Miaji (39) sedang merakit motor bore up milik pelanggan.DOK. Humas Kemhan Kopda Miaji (39) sedang merakit motor bore up milik pelanggan.

KOMPAS.com - Kopral Dua (Kopda) Miaji (39), salah satu anggota Tentara Nasional Indonesia ( TNI), tidak pernah menyangka sama sekali akan diberikan kehidupan kedua setelah diterjang ombak tsunami Aceh pada Minggu (26/12/2004) yang membuat tubuhnya terombang-ambing di lautan lepas.

“Saat berada di laut saya tidak bisa melihat apapun. Kemudian, gelombang ombak kedua datang dan membawa saya sampai ke bibir pantai,” ucap Miaji kepada Kompas.com melalui telepon, Sabtu (26/4/2021).

Ia mengaku, waktu itu sedang beroperasi bersama tim di pos jaga Calang, salah satu kawasan di pesisir barat Provinsi Aceh. Kemudian, tsunami datang dan menyeret tubuhnya ke laut.

Akibat dari tragedi tersebut, Miaji mengalami cedera pada bagian paha kanannya dengan luka robek sekitar 25 centimeter (cm).

Cedera itu pun belum seberapa dibanding luka psikis yang harus ia rasakan karena kehilangan ke-11 rekannya dalam bertugas.

Baca juga: Kisah Mantan Paspampres yang Diamputasi, Bangkit Kembali berkat Tenis dan Pusrehab Kemhan

“Dari semua anggota, hanya saya yang hidup dan akhirnya ditemukan oleh tim penyelamat. Setelah itu, saya dievakuasi menggunakan kapal kecil melalui perjalanan laut selama lima jam menuju Kota Aceh,” ujarnya.

Sesampainya di kota, Miaji lantas dibawa menuju ke rumah sakit (rs) militer dengan pesawat di Rumah Sakit Putri Hijau, Medan untuk melakukan operasi.

Saat dokter akan melakukan tindakan, Miaji meminta agar kakinya tidak diamputasi meskipun sudah dalam kondisi remuk. Sebab, menurutnya, waktu itu kakinya masih dapat digerakkan.

Setelah menjalani operasi pada bagian paha, ia akhirnya diterbangkan ke Surabaya untuk mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit (RS) Angkatan Laut Dr Ramelan Surabaya.

“Saya menjalani pengobatan medis hingga alternatif sekitar dua tahun, dari 2004 hingga 2006. Untuk menyembuhkan trauma, saya juga sempat ke psikiater. Akan tetapi, percuma karena semakin teringat, bahkan saya sampai takut kalau terkena air hujan,” imbuh Miaji.

Baca juga: Putranya Gugur, Ibunda Komandan KRI Nanggala-402 Dapat Trauma Healing

Selama masa pemulihan, pria kelahiran Kota Nganjuk ini pun akhirnya berinisiatif untuk menyibukkan diri dengan menggeluti hobinya kembali di dunia otomotif.

Setelah beberapa tahun menyalurkan hobi tersebut, Miaji mengaku bisa sembuh total, baik dari luka fisik maupun psikis.

Bapak tiga anak ini lantas mulai kembali beraktivitas sebagai anggota TNI aktif di Komando Distrik Militer (Kodim) 0809 Kediri.

“Namun, karena kondisi saya yang tidak memungkinkan untuk bertugas lagi ke lapangan, akhirnya pimpinan menyarankan saya mengikuti Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan (Pusrehab Kemhan),” jelas Miaji.

Mengiyakan saran sang atasan, suami dari Tantri Puji Astuti (35) ini akhirnya berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan di Pusrehab Kemhan pada 2012.

Baca juga: Pengamat Pertahanan Nilai Denwalsus Kemhan Tidak Bermasalah

Bangkit melalui passion

Selama pelatihan, Miaji mengambil jurusan auto mekanik motor. Melalui Pusrehab, ia semakin serius menggeluti hobinya di bidang otomotif menjadi sebuah passion.

Kurang lebih empat bulan mengikuti pelatihan, ia memberanikan diri untuk membuka sebuah bengkel motor bore up sederhana di depan rumahnya.

Sebagai informasi, bore up atau stroke up adalah modifikasi pada mesin motor dengan menambah atau memperbesar kapasitas silinder atau cylinder capacity (cc).

Dengan modal Rp 5 juta dari hasil jual motornya, Miaji mulai melakukan riset tentang jenis motor yang disukai oleh anak muda. Dari riset ini, ia bersikeras membuat sepeda motor dengan kualitas terbaik.

“Apabila ada orang yang ingin memperbaiki motornya, misal seluruh biaya perbaikan butuh Rp 2 juta mereka akan membayar uang muka Rp 500.000. Nah, sisanya pakai dari modal saya dulu,” kata tentara yang bersekolah di militer Ambon ini.

Baca juga: Bengkel di Mall, Kini Emak-emak Bisa Servis Mobil Sambil Belanja

Miaji mengaku, cara tersebut ia lakukan selama satu sampai dua tahun hingga modalnya kembali. Lebih lanjut ia mengungkapkan, dalam setahun, keuntungan yang ia dapat mungkin bisa untuk membeli satu motor baru dan menopang ekonomi keluarga setiap hari.

Ia menjelaskan, khusus untuk pembuatan motor balap biasa dikerjakan secara borongan. Modifikasinya sendiri membutuhkan biaya mulai dari Rp 15 juta hingga Rp 30 juta per motor. Adapun pengerjaan satu motor bore up dibutuhkan waktu selama 3 bulan.

“Saya waktu itu menjadi single fighter, melakukan apapun sendiri. Namun, setelah mulai berkembang saya punya dua karyawan yang ingin belajar juga cara merakit motor bore up. Walaupun sekarang karyawan cuma satu yang penting hasilnya baik,” ucap Miaji.

Tidak berselang lama, ia vakum sementara karena mendapat tawaran dari Pusrehab untuk mengembangkan keahliannya menuju tingkat mahir. Keahlian ini didapatkan Miaji selama pelatihan empat bulan.

Baca juga: Hari Terakhir Beli Pelatihan Prakerja Gelombang 16, 8.000 Orang Terancam Dicabut Kepesertaannya

Dari keseriusan Miaji mengembangkan usahanya, ia pun sudah memiliki sejumlah pelanggan tetap.

Ia mengungkapkan, mayoritas pelanggannya adalah laki-laki dari rentang usia anak muda sampai orang tua. Domisili pelanggan Miaji pun sangat beragam, mulai dari wilayah Jawa Timur (Jatim), Lampung hingga Kalimantan.

Menurutnya, hal itu tidak lepas dari peran sosial media (sosmed). Selain melayani pelanggan dari orang per orang, ia juga kerap mendapat pesanan dari Facebook atau Instagram.

“Berdagang itu harus melek teknologi supaya maju agar produk kita dikenal banyak orang. Dari sosmed kita bisa memposting dagangan dan mereka bisa menilai apakah produksi yang kita hasilkan bagus atau tidak,” ucap Miaji.

Selain sosmed, Miaji mengandalkan kemajuan usahanya dari relasi dan kepercayaan. Sedari remaja, ia mengaku suka bergaul. Sebab, kata dia, banyak teman itu juga banyak rejeki.

Baca juga: Universitas Ciputra: 8 Jenis Usaha Rumahan yang Menjanjikan Saat Pandemi

Terlebih kepercayaan yang sudah dibangun membuat dia berpikir lebih rasional. Bagi Miaji, menanggalkan seragam militernya berarti harus berperan secara menyeluruh sebagai masyarakat pada umumnya.

Dengan begitu, Miaji tidak merasa istimewa dan bisa melayani pelanggan dengan rasa nyaman serta aman.

Miaji mengatakan, pengetahuan tentang dasar berwirausaha telah didapatkan saat mengikuti Pusrehab Kemhan.

Tak hanya teori dalam berwirausaha, Pusrehab turut mengajarkan cara mengembangkan fisik, keterampilan, mental, serta bagaimana menghadapi lingkungan sosial.

“Di Pusrehab, saya juga mendapatkan fasilitas cukup lengkap, seperti makanan, tempat tinggal dan uang saku. Bahkan, terdapat kegiatan lain seperti olahraga, agama, hingga rekreasi,” ucapnya.

Baca juga: 4 Fasilitas Olahraga Gratis di Monas, Ada Lapangan Bulutangkis

Peran Pusrehab bagi hidupnya

Miaji mengaku, Pusrehab berperan penting dalam pencarian celah baru di bidang lain. Fasilitas dari Kemhan ini bahkan memberikan pengalaman baru di tengah keterbatasan fisik yang dialami.

“Pusrehab membantu saya dalam berjuang untuk hidup, terutama di usaha bengkel. Sebab, saya dulu belum mendapatkan legalitas dan belum ada yang mengakui secara resmi tentang keahlian di bidang otomotif ini,” ujarnya.

Pelatihan di Pusrehab itu, kata Miaji, berguna tidaknya dimulai dari pribadi masing-masing. Apabila ingin mencoba hal baru, seseorang harus berani menantang diri terjun ke zona lain.

Hal itu ia buktikan dengan berpartisipasi sebagai wakil Pusrehab di sebuah kompetisi otomotif pada 2019 di tingkat Jatim sampai mendapatkan juara 5 besar.

Baca juga: Kemenperin Optimis Industri Otomotif dan Ekspor Akan Tumbuh

Baginya, Pusrehab memberikan semangat dalam menjalani hidup yang baru. Selain keluarga, motivasi Miaji untuk bangkit adalah tidak menyesal dengan apa yang telah dilakukan atau didapatkan.

Ia berharap, ke depannya Pusrehab bisa menjadi lebih terbuka dalam mengundang atau mengikuti event di bidang jurusan terutama otomotif. Hal ini supaya masyarakat bisa semakin mengenalkan Pusrehab serta menambah wawasan para peserta pelatihan.

“Untuk para pelatih akan lebih baik jika berasal dari orang-orang sesuai keahlian khusus bukan dari montir biasa. Misal, saya belajar dalam bidang otomotif tetapi khusus motor bore up jadi lebih baik mendatangkan pelatih juga khusus modifikasi supaya lebih bisa fokus arah skill diarahkan ke mana,” jelasnya.

Baca juga: Sebagai Bentuk Apresiasi, Dompet Dhuafa Bekali Para Relawan dengan Skill Vertical Rescue

Sekilas tentang Pusrehab Kemhan

Potret Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia (RI) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI dr. Nana Sarnadi.

DOK. Humas Kemhan Potret Kepala Pusat Rehabilitasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia (RI) Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI dr. Nana Sarnadi.

Untuk diketahui, kedudukan Pusrehab Kemhan didasarkan pada Peraturan Menteri Pertahanan (Permenhan) Nomor 14 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertahanan.

Program kerja yang ditawarkan meliputi rehabilitasi terpadu Return to Duty (RTD) bagi personel TNI dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemhan, serta rehabilitasi medis paripurna Return to Combat untuk para TNI penyandang disabilitas.

Adapun RTD merupakan jenis rehabilitasi vokasional yang digabungkan dengan rehabilitasi medis, sosial, sarana rumah sakit (rs), dan dukungan administrasi.

Tujuannya adalah mewujudkan para penyandang disabilitas personil TNI dan PNS Kemhan profesional, mandiri, dan berjiwa entrepreneurship.

Baca juga: Dukung UMKM, Kominfo Adakan Digital Entrepreneurship Academy

Dalam rehabilitasi vokasional, terdapat 15 jurusan keterampilan yang disediakan, yaitu auto mekanik mobil, auto mekanik motor, teknik pendingin, teknik komputer, operator komputer, dan teknik elektronika.

Lalu jurusan teknik pengelasan, tata busana, desain grafis, fotografi, musik, pertukangan kayu, pertanian terpadu, tata boga, dan massage.

Sementara itu, rehabilitasi medis paripurna Return to Combat adalah kegiatan untuk mengembalikan para penyandang disabilitas TNI agar siap bertempur dengan cara psikoterapi insentif dan rehabilitasi medis komprehensif.

Rehabilitasi itu dilaksanakan di RS dr Suyoto Pusrehab dalam kurun waktu 4,5 bulan dengan menggunakan berbagai alat canggih, seperti balance exercise imovie, robotic gait trainer, dan lain sebagainya.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Mengenal Pusrehab, Penghargaan Kemhan untuk Anggota TNI Penyandang Disabilitas
Mengenal Pusrehab, Penghargaan Kemhan untuk Anggota TNI Penyandang Disabilitas
Kemhan
Diamputasi dan Nyaris Buta, Kini Anggota TNI Ini Jadi Peternak Sukses
Diamputasi dan Nyaris Buta, Kini Anggota TNI Ini Jadi Peternak Sukses
Kemhan
KRI Nanggala-402 Tenggelam, Pengamat Militer Dukung Prabowo Dobrak Kesulitan Pengadaan Alutsista
KRI Nanggala-402 Tenggelam, Pengamat Militer Dukung Prabowo Dobrak Kesulitan Pengadaan Alutsista
Kemhan
Soal Tenggelamnya KRI Nanggala-402, Pengamat Militer Dukung Prabowo Evaluasi Alutsista
Soal Tenggelamnya KRI Nanggala-402, Pengamat Militer Dukung Prabowo Evaluasi Alutsista
Kemhan
Pengamat Pertahanan Nilai Denwalsus Kemhan Tidak Bermasalah
Pengamat Pertahanan Nilai Denwalsus Kemhan Tidak Bermasalah
Kemhan
Perkuat TNI, Program Komponen Cadangan Dibuka untuk Umum secara Sukarela
Perkuat TNI, Program Komponen Cadangan Dibuka untuk Umum secara Sukarela
Kemhan
AU Senegal Kembali Beli Pesawat PTDI, Prabowo: Ini Patut Dibanggakan
AU Senegal Kembali Beli Pesawat PTDI, Prabowo: Ini Patut Dibanggakan
Kemhan
Perkenalkan Peluncur Roket R-HAN 122B, Kabalitbang Kemhan: Ini Langkah Strategis.
Perkenalkan Peluncur Roket R-HAN 122B, Kabalitbang Kemhan: Ini Langkah Strategis.
Kemhan
Perkuat Pertahanan Nasional, Kemhan Ciptakan Kendaraan Khusus Pusat Komando MCCV
Perkuat Pertahanan Nasional, Kemhan Ciptakan Kendaraan Khusus Pusat Komando MCCV
Kemhan
Melihat Tanpa Terlihat, Radar Pasif Bantu Tingkatkan Keamanan Nasional
Melihat Tanpa Terlihat, Radar Pasif Bantu Tingkatkan Keamanan Nasional
Kemhan
Peduli Kondisi Psikologis Pasien, RS dr Suyoto Tingkatkan Layanan Penanganan Covid-19
Peduli Kondisi Psikologis Pasien, RS dr Suyoto Tingkatkan Layanan Penanganan Covid-19
Kemhan
Kemhan Optimalkan Layanan dan Sarana Prasarana RS dr Suyoto sebagai Langkah Penanganan Covid-19
Kemhan Optimalkan Layanan dan Sarana Prasarana RS dr Suyoto sebagai Langkah Penanganan Covid-19
Kemhan
Wamenhan Sebut Kesejahteraan Negara di Samudera Hindia Bergantung Pada Keamanan dan Perdamaian Kawasan
Wamenhan Sebut Kesejahteraan Negara di Samudera Hindia Bergantung Pada Keamanan dan Perdamaian Kawasan
Kemhan
Ikuti ADSOM WG, Kemhan Bahas Kerja Sama Pertahanan dalam Penanganan Covid-19
Ikuti ADSOM WG, Kemhan Bahas Kerja Sama Pertahanan dalam Penanganan Covid-19
Kemhan
Dukung Kemandirian Pertahanan dan Keamanan, Kemhan Bangun Budaya Kerja Berkarakter
Dukung Kemandirian Pertahanan dan Keamanan, Kemhan Bangun Budaya Kerja Berkarakter
Kemhan