Wamenhan Apresiasi Kerja Sama Pindad dengan Perusahaan Alutsista Ukraina

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Senin, 10 Februari 2020
Wamenhan Apresiasi Kerja Sama Pindad dengan Perusahaan Alutsista UkrainaDOK. Humas Kementerian PertahananPenandatangan kerja sama yang dilakukan Direktur Utama Pindad Abraham Mose dengan Director of Department of SPETS di Kiev, Jumat (7/2/2020).

KOMPAS.com – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengapresiasi langkah PT Pindad (Persero) setelah menjalin kerja sama dengan industri pertahanan dari Ukraina.

Menurutnya, kerja sama ini merupakan upaya untuk memperkuat kemampuan Pindad dalam memproduksi dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Hal itu dia katakan usai menyaksikan penandatangan kerja sama yang dilakukan Direktur Utama Pindad Abraham Mose dengan Director of Department of SPETS di Kiev, Jumat (7/2/2020).

“Realisasi dari kerja sama ini diharapkan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) kita dapat dilengkapi dengan Fire Control Radar dan Surveillance Radar berkemampuan jarak deteksi hingga 150 kilometer (km),” ujarnya.

Baca juga: Anggaran Tahun 2020, Kemenhan Fokus Modernisasi Alutsista

Nantinya, lanjut Sakti, pengawakan senjata artileri yang normalnya membutuhkan personil hingga delapan prajurit menjadi hanya membutuhkan satu orang operator saja.

“Pasalnya, sistem sudah komputerisasi sangat otomatis melalui sistem yang disebut Air Defence System,” ungkapnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose menjelaskan, kerja sama dengan State Foreign Trade Enterprise (SFETS) dalam bidang perbaikan sistem senjata pertahanan udara AAG bernama S-60 kaliber 57 milimeter (mm).

Dia mengungkapkan, sistem senjata buatan Uni Soviet tahun 1950-an ini masih banyak digunakan oleh berbagai negara, termasuk salah satunya Indonesia.

Baca juga: Kemenhan Minta Pengusaha Industri Pertahanan Bentuk Konsorsium

Hingga saat ini, kurang lebih ada 236 unit S-60 yang terdiri dari 188 manual unit dan 48 retrofit yang digunakan TNI satuan Arhanud.

“Kerja sama ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan PT Pindad sebagai produsen untuk melakukan perbaikan dan modernisasi sistem senjata tersebut,” harapnya.

Abraham menerangkan, hal itu dilakukan agar AZP S-60 dapat terus digunakan secara maksimal untuk proteksi wilayah udara Indonesia oleh Arhanud.

Selain bidang Air Defense, lanjutnya, Pindad juga melanjutkan dan me-review dari rencana kerja sama BTR-4.

Rencana tersebut sebelumnya pernah diinisiasi Pindad tahun 2014 lalu melalui perjanjian joint-production di Indonesia.

Baca juga: Presiden Harap Kapal Selam Alugoro Jadi Awal Kemandirian Alutsista Nasional

“Rencana akan ada Joint Production BTR 4, di sini terkait penyediaan Tank Amfibi buat Marinir/ TNI AL. Pindad memperoleh benefit terkait pembuatan Ranpur Amfibi,” katanya.

Perlu diketahui, SFTE Spetstechnoexport merupakan perusahaan yang sepenuhnya berada di bawah kendali atau dikerjakan oleh negara.

Perusahaan ini bertugas melakukan penjualan ekspor produk dan jasa militer serta dual use ke luar negeri dan merupakan bagian integral dari Ukroboronprom.

Ukroboronprom adalah payung gabungan industri militer di Ukraina (the full Ukrainian defence-industrial complex) untuk ekspor ke luar negeri.

SPETS juga menjadi perusahaan kedua terbesar dalam trade turnover dan merupakan exporter berpengalaman di Ukraina yang beroperasi sejak 2000.

Baca juga: Prabowo Ingin Impor Alutsista, Jokowi Akan Bahas di Rapat Terbatas

Perusahaan ini memiliki jaringan dan akses ke 120 perusahaan negara dan 70 perusahaan swasta manufaktur, 35 biro desain, serta 30 pusat riset baik milik pemerintah maupun swasta.

Dengan begitu, tentu SPETS memiliki akses ke berbagai industri militer dan produk militer di Ukraina, seperti RPG, kendaraan tempur, serta servis, seperti perbaikan pertahanan udara, salah satunya adalah Anti-Aircraft Gun (AAG) S-60.

Adapun, penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan Duta Besar RI untuk Ukraina, Armenia dan Georgia, Yuddy Chrisnandi, dan Dirtekindhan Kemhan Laksma TNI Sriyanto.

Baca juga: Taktik Prabowo Modernisasi Alutsista TNI: Diplomasi Pertahanan hingga ke 7 Negara

Harapan membuat ranpur sendiri

Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono ranpur Mozak II di jalan raya untuk memastikan kecepatan dan suspensi di Kiev, Jumat (7/2/2020).DOK. Humas Kementerian Pertahanan Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono ranpur Mozak II di jalan raya untuk memastikan kecepatan dan suspensi di Kiev, Jumat (7/2/2020).

Sementara itu, di kesempatan lain, Wamenhan menyaksikan pula kerja sama PT Pindad dengan salah satu pembuat kendaraan tempur (ranpur) Ukraina Practica, di Kiev, Jumat (7/2/2020).

Kerja sama tersebut dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat kemampuan PT Pindad dalam menjadi pemain utama di industri pertahanan lokal dan global.

“Saya harapkan Pindad serius melaksanakan rencananya untuk mampu membuat ranpur dengan kualifikasi yang mampu bersaing di pasar global,” harapnya.

“Saya akan kawal implementasinya, karena ini bagian dari misi presiden agar industri pertahanan bisa memproduksi alat utama sistem persenjataan (Alutsista) secara mandiri,” tegasnya.

Baca juga: Prabowo Temui Menhan Prancis, Bahas soal Alutsista dan Industri Pertahanan

Usai penandatanganan kerja sama, Sakti mendapatkan kesempatan melakukan uji coba kekuatan dengan menggunakan senjata api terhadap bahan pembuatan ranpur, yaitu berupa plat baja dan kaca anti peluru.

Setelah itu dilanjutkan dengan uji coba mengendarai ranpur Mozak II di jalan raya untuk memastikan kecepatan dan suspensi.

“Ranpur ini layak dikembangkan untuk tentara kita. Semoga Pindad sudah bisa datangkan satu unit untuk acara parade di HUT TNI pada Oktober mendatang,” harapnya.

Sementara itu, Abraham menambahkan, ruang lingkup dari kerja sama dengan Practica dalam rangka produksi dan pengembangan bersama antara dua perusahaan.

Baca juga: Kenaikan Anggaran Pertahanan Dinilai Tak Beriringan dengan Peningkatan Alutsista

Pengembangan tersebut, seperti berbagai jenis kendaraan 4×4 dan modernisasi kendaraan tempur yang akan didiskusikan kemudian.

“Nanti akan ada pembentukan tim koresponden dari kedua belah pihak untuk mempelajari kemampuan dan kesiapan para pihak terkait berbagai proyek yang akan disepakati berdasarkan Memorandum of Understanding (MoU),” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, akan ada pertukaran informasi teknis dan bisnis terkait tujuan kerja sama.

Untuk diketahui, Practica merupakan perusahaan industri pertahanan swasta dalam bidang kendaraan tempur di Ukraina yang berdiri pada 1993.

Baca juga: Prabowo Temui Mahfud MD, Bahas Alutsista hingga Penyanderaan WNI

Practica merupakan anggota pendiri League of Defense Companies di Ukraina – suatu organisasi yang menyatukan manufaktur industri pertahanan swasta di Ukraina.

Sejak 2014, Practica telah mengirimkan lebih dari 200 ragam jenis kendaraan kepada konsumen di negaranya, seperti Armed Forces of Ukraine, National Guard of Ukraine, dan Border Guard Service of Ukraine.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Serahkan Bantuan Alat Kesehatan ke RS, Prabowo: Ini Saatnya Kita Bersatu
Serahkan Bantuan Alat Kesehatan ke RS, Prabowo: Ini Saatnya Kita Bersatu
Kemhan
TNI Terima Hibah Lahan di Manokwari Selatan, Menhan Sampaikan Terima Kasih
TNI Terima Hibah Lahan di Manokwari Selatan, Menhan Sampaikan Terima Kasih
Kemhan
Tingkatkan Kapasitas Produksi, Wamenhan Minta Pindad Modernisasi Pabrik Munisi
Tingkatkan Kapasitas Produksi, Wamenhan Minta Pindad Modernisasi Pabrik Munisi
Kemhan
Sah, Indonesia Akan Dukung Material Peralatan Pertahanan Filipina
Sah, Indonesia Akan Dukung Material Peralatan Pertahanan Filipina
Kemhan
Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Pertahanan, Prabowo Kunjungi Uni Emirat Arab
Perkuat Diplomasi dan Kerja Sama Pertahanan, Prabowo Kunjungi Uni Emirat Arab
Kemhan
Menhan: Menjaga Hubungan Baik Jadi Kunci Hadapi Ancaman Non Tradisional
Menhan: Menjaga Hubungan Baik Jadi Kunci Hadapi Ancaman Non Tradisional
Kemhan
Wamenhan Apresiasi Kerja Sama Pindad dengan Perusahaan Alutsista Ukraina
Wamenhan Apresiasi Kerja Sama Pindad dengan Perusahaan Alutsista Ukraina
Kemhan
Buka Rapim UO Kemhan, Laksdya TNI Agus Beberkan Tujuan Rapim Tahun Ini
Buka Rapim UO Kemhan, Laksdya TNI Agus Beberkan Tujuan Rapim Tahun Ini
Kemhan
Menhan Prabowo Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Pertahanan
Menhan Prabowo Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Pertahanan
Kemhan
Serah Terima Jabatan Menhan, Ini Harapan Ryamizard kepada Prabowo
Serah Terima Jabatan Menhan, Ini Harapan Ryamizard kepada Prabowo
Kemhan
Menhan Sebut Pentingnya Menjaga Kebersamaan demi Dongkrak Kinerja
Menhan Sebut Pentingnya Menjaga Kebersamaan demi Dongkrak Kinerja
Kemhan
Menilik Lebih Jauh Perkembangan Kerja Sama Pertahanan RI dan Kerajaan Inggris
Menilik Lebih Jauh Perkembangan Kerja Sama Pertahanan RI dan Kerajaan Inggris
Kemhan
Persatuan dan Karakter Bangsa Kunci Menangi Persaingan Global
Persatuan dan Karakter Bangsa Kunci Menangi Persaingan Global
Kemhan
Menhan Membuka Asean Defence Ministers Meeting di Sentul
Menhan Membuka Asean Defence Ministers Meeting di Sentul
Kemhan
Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda, Kemhan Gelar PCTA 2019
Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda, Kemhan Gelar PCTA 2019
Kemhan