Kunjungi Divisi Infanteri 2 Kostrad, Menhan Ingatkan Hal Ini

Kompas.com - 26/08/2019, 22:28 WIB
ADW,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com
– Menteri Pertahanan ( Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengaku heran jika ada prajurit yang tidak setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan tidak mendukung Pancasila.

Pasalnya, menurut dia, setiap prajurit telah diambil sumpahnya untuk setia kepada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Kami patriot Indonesia, yang mendukung ideologi negara, yaitu Pancasila pemersatu bangsa ini," ujar Menhan.

Makanya, lanjut dia, kalau pemersatu bangsa ini hilang, maka hancur negara ini.

Untuk itu, Menhan mengimbau para prajurit TNI bersama-sama menjaga Pancasila sebagai pemersatu bangsa, sebagai ideologi bangsa.

Baca juga: Pada Siswa Lemhanas, Menhan Tegaskan Perlunya Penguatan Nilai Pancasila

Hal tersebut dia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja di Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019).

Baginya, sebagai prajurit, apa yang menjadi musuh negara merupakan musuh prajurit. Oleh sebab itu, prajurit harus sigap melawan pihak-pihak yang mengancam keutuhan bangsa.

“Pemberontak, teroris, kami selesaikan, jangan ada toleran pada khilafah atau teroris,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (26/8/2019).

Dia pun menceritakan pengalamannya ketika memimpin operasi di daerah-daerah konflik, seperti Aceh.

Menurutnya, saat itu dia memimpin sendiri dan turun langsung pada operasi penaklukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

“Artinya jika jadi prajurit handal tunjukkan, sebagai prajurit profesional dan berani. Saat itu saya berhasil menaklukkan anggota GAM," katanya.

Baca juga: Menhan: Tentara Profesi Bukan Jabatan, Jiwa Tentara Mendarah Daging

Menurut Menhan, hidupnya dengan para prajurit merupakan kebangaan yang tidak ada duanya. Apalagi saat melaksanakan operasi bersama prajurit di hutan-hutan.

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (memakai kemeja putih) sedang berdiskusi dengan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto saat melakukan kunjungan kerja di Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019). DOK. Humas Kementerian Pertahanan RI Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (memakai kemeja putih) sedang berdiskusi dengan Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto saat melakukan kunjungan kerja di Divisi Infanteri (Divif) 2 Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019).
“Saya kalau melihat prajurit, langsung terbayang hidup bersama prajurit. Ya karena sebagian besar hidup saya bersama prajurit, melakukan operasi bersama-sama,” katanya.

Lebih lanjut, Ryamizard mengatakan, prajurit dan adalah alat negara dan pertahanan terdepan bangsa.

Itu sebabnya, prajurit harus profesional, tangguh, serta andal dalam menjalankan tugas karena nyawa menjadi taruhannya.

"Kalau orang itu mewakafkan harta atau tanah untuk membangun masjid, itu biasa. Tapi kalau saya, saya wakafkan nyawa saya untuk tanah air tercinta ini," katanya.

Terkait kunjungan Menhan ke Divisi Infanteri 2 Kostrad, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Tri Yuniarto menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya.

Baca juga: Menhan: TNI Bukan Organisasi Bayaran

"Kami tentunya merasa sangat bangga dan terhormat mendapat kunjunhan bapak Menhan RI. Semoga dengan arahan yang disampaikan dapat memberikan kemajuan bagi Divif 2 Kostrad ke depan,” ucap dia.

Dalam laporannya, Pangdiv menyampaikan sebanyak 1.500 prajurit hadir dalam pengarahan tersebut.

Dia juga mengatakan, para prajurit disatuannya aktif terlibat berbagai kegiatan, baik latihan maupun operasi penugasan.

Sebagai informasi, selain memberikan arahan Menhan juga melakukan penanaman pohon di halaman Divisi 2 Kostrad.

Menhan pun mendapatkan cinderamata berupa patung Vira Cakti Yudha dan foto dirinya saat menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad.

Terkini Lainnya
Anggaran Pertahanan Naik, Prabowo: Negara yang Pertahanannya Tak Siap Akan Diganggu

Anggaran Pertahanan Naik, Prabowo: Negara yang Pertahanannya Tak Siap Akan Diganggu

Kemhan
Pimpin Sidang Ke-10 ADMM-Plus, Menhan Prabowo Sebut Ada Negara Lain yang Ingin Jadi Mitra

Pimpin Sidang Ke-10 ADMM-Plus, Menhan Prabowo Sebut Ada Negara Lain yang Ingin Jadi Mitra

Kemhan
Menhan Prabowo Pimpin Pertemuan Ke-17 Para Menhan Negara-negara ASEAN

Menhan Prabowo Pimpin Pertemuan Ke-17 Para Menhan Negara-negara ASEAN

Kemhan
Kemenhan RI Jadi Ketua 17th ADMM dan 10th ADMM-Plus 2023, Berikut Rangkaian Kegiatannya

Kemenhan RI Jadi Ketua 17th ADMM dan 10th ADMM-Plus 2023, Berikut Rangkaian Kegiatannya

Kemhan
Peneliti BRIN Nilai Program Food Estate di Kalteng Sudah Tepat

Peneliti BRIN Nilai Program Food Estate di Kalteng Sudah Tepat

Kemhan
Peringati Hari Bela Negara Ke-74, Wamenhan Sampaikan Pesan Presiden Jokowi

Peringati Hari Bela Negara Ke-74, Wamenhan Sampaikan Pesan Presiden Jokowi

Kemhan
Menhan Prabowo dan Menhan Turkiye Teken Kerja Sama Industri Pertahanan di Sela Pertemuan KTT G20 Bali

Menhan Prabowo dan Menhan Turkiye Teken Kerja Sama Industri Pertahanan di Sela Pertemuan KTT G20 Bali

Kemhan
Hadiri Global Food Security Forum, Menhan Prabowo: Tugas Kita Sediakan Pangan bagi 8 Miliar Orang di Dunia

Hadiri Global Food Security Forum, Menhan Prabowo: Tugas Kita Sediakan Pangan bagi 8 Miliar Orang di Dunia

Kemhan
Hadiri Indo Defence 2022, Jokowi Sebut Industri Pertahanan Terus Berkembang

Hadiri Indo Defence 2022, Jokowi Sebut Industri Pertahanan Terus Berkembang

Kemhan
Bertemu PM Palestina, Menhan Prabowo: Kami Terus Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

Bertemu PM Palestina, Menhan Prabowo: Kami Terus Dukung Perjuangan Rakyat Palestina

Kemhan
Raih

Raih "Outstanding Leader in National Defense", Menhan Prabowo: Saya Merasa Kurang Pantas

Kemhan
Prabowo Bertemu Menhan AS Lloyd Austin III Diskusikan Kerja Sama AS dan Indonesia

Prabowo Bertemu Menhan AS Lloyd Austin III Diskusikan Kerja Sama AS dan Indonesia

Kemhan
Kementerian Pertahanan Gelar Indo Defence 2022 Expo & Forum, Pameran Industri Pertahanan Bertaraf Internasional

Kementerian Pertahanan Gelar Indo Defence 2022 Expo & Forum, Pameran Industri Pertahanan Bertaraf Internasional

Kemhan
Lewat Bakohumas 2022, Kementerian Pertahanan Dukung Pengembangan Industri Pertahanan dalam Negeri

Lewat Bakohumas 2022, Kementerian Pertahanan Dukung Pengembangan Industri Pertahanan dalam Negeri

Kemhan
Prabowo Dampingi Jokowi Pimpin Upacara Parade Senja HUT Ke-77 TNI

Prabowo Dampingi Jokowi Pimpin Upacara Parade Senja HUT Ke-77 TNI

Kemhan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com