Menhan: Tentara Profesi Bukan Jabatan, Jiwa Tentara Mendarah Daging

Mikhael Gewati
Kompas.com - Jumat, 2 Agustus 2019
Menhan: Tentara Profesi Bukan Jabatan, Jiwa Tentara Mendarah DagingDok. Humas Kementerian PertahananMenteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu saat ziarah bersama para Purnawirawan ke Makam Pangsar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta, Selasa (30/7/2019).


KOMPAS.com
– Menteri Pertahanan ( Menhan) Ryamizard Ryacudu menjelaskan menjadi tentara tidak sama dengan direktur, bupati atau gubernur. Pasalnya tentara itu jiwa sedangkan tiga prosesi lainnya itu adalah jabatan.

“Jabatan akan ditinggalkan dan meninggalkan (dengan paksa) orang yang menyandangnya. Sedangkan ketentaraan adalah jiwa atau roh yang menyatu dengan manusianya,” kata Menhan, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Makanya, lanjut dia, kepribadian tentara mendarah daging sampai maut tiba. Tak bisa dicopot kecuali oleh pengkhianatan dan ketidaksetiaan.

Baca juga: Menhan: TNI Bukan Organisasi Bayaran

“Ada tiga macam tentara di negara ini, yaitu prajurit Tentara Nasional Indonesia ( TNI) aktif, Purnawirawan dan TNI pecatan. TNI aktif dan Purnawirawan akan terus terikat dengan sumpah dan janjinya, yaitu Sapta Marga dan Sumpah Prajurit,” ujar Menhan.

Masih dikesempatan yang sama Menhan mengatakan latar belakang sejarah TNI telah menempatkan institusi ini menjadi salah satu yang terpenting dalam sejarah Indonesia.

Makanya selain sebagai kekuatan bersenjata yang besar, TNI juga memiliki kekuatan sosiopolitik dan kultural yang menentukan dalam setiap pengambilan keputusan dan kebijakan negara.

Kemanunggalan TNI dengan rakyat

Adapun terkait dikotomi sipil dan militer, Menhan menjelaskan sebenarnya TNI dan rakyat adalah suatu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan, karena TNI asalnya dari rakyat.

Oleh karena itu, tidak ada istilah dikotomi sipil dan militer yang ada adalah ‘Kemanunggalan TNI dengan Rakyat.’

“Roh kita adalah roh para pejuang 45, satu roh namun beda jasad,” ucap Ryamizard Ryacudu.

Menjadi TNI adalah panggilan jiwa untuk mengabdi pada negara, bukan bayaran dan dibentuk karena kepentingan tertentu.

Ini artinya TNI adalah organisasi pejuang yang terikat sumpah untuk menjaga ideologi negara Pancasila sesuai Marga ke dua Sapta Marga.

Baca juga: Gaji TNI Diusulkan Naik, Menhan Bilang Rakyat Sejahtera Dulu Baru Tentara

Lebih lanjut Menhan mengatakan, dari sejak terbentuknya TNI adalah tentara rakyat, berarti kita adalah pengayom bangsa.

Untuk itu, TNI harus berdiri di atas semua golongan apapun juga. Artinya politik TNI adalah politik negara dan tidak boleh sedikitpun memiliki ambisi kekuasaan.

“Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh," tegasnya.

Perlu diketahui, Menhan Ryamizard sendiri mengatakan itu saat membuka Silaturahmi Purnawirawan TNI dan Ziarah Bersama ke Makam Pangsar Jenderal Sudirman.

Para Purnawirawan saat sedang mendengarkan arahan dari Menhan dalam acara ziarah nasional ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta, Selasa (30/07/2019).Dok. Humas Kementerian Pertahanan Para Purnawirawan saat sedang mendengarkan arahan dari Menhan dalam acara ziarah nasional ke Taman Makan Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta, Selasa (30/07/2019).
Acara dengan tema “Dengan Jiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, Keluarga Besar TNI Selalu Menjaga Soliditas Guna Mengawal Keutuhan NKRI,” berlangsung di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, Senin (29/7/2019).

Sehari setelahnya, Selasa (30/07/2019), Menhan yang datang ke acara ziarah nasional ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara Yogyakarta berpesan, agar selalu menghargai pengorbanan para pejuang dan menjaga persatuan dan kesatuan negara.

Hadir pada acara tersebut para Purnawirawan TNI, seperti Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Jenderal TNI (Purn) Joko Santoso, Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono, dan Letjen TNI (Purn) Rais Abin.

Selain itu acara tersebut dihadiri pula oleh Kasum TNI, Aster Kasad, Wakasal, Sekjen Kemhan, Irjen Kemhan, Rektor Unhan, Ketua LVRI, Ketua Umum Pepabri, PPAD, PPAL, PPAU, Para Pejabat di lingkungan Kemhan dan TNI.

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Menhan Prabowo Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Pertahanan
Menhan Prabowo Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Pertahanan
Kemhan
Serah Terima Jabatan Menhan, Ini Harapan Ryamizard kepada Prabowo
Serah Terima Jabatan Menhan, Ini Harapan Ryamizard kepada Prabowo
Kemhan
Menhan Sebut Pentingnya Menjaga Kebersamaan demi Dongkrak Kinerja
Menhan Sebut Pentingnya Menjaga Kebersamaan demi Dongkrak Kinerja
Kemhan
Menilik Lebih Jauh Perkembangan Kerja Sama Pertahanan RI dan Kerajaan Inggris
Menilik Lebih Jauh Perkembangan Kerja Sama Pertahanan RI dan Kerajaan Inggris
Kemhan
Persatuan dan Karakter Bangsa Kunci Menangi Persaingan Global
Persatuan dan Karakter Bangsa Kunci Menangi Persaingan Global
Kemhan
Menhan Membuka Asean Defence Ministers Meeting di Sentul
Menhan Membuka Asean Defence Ministers Meeting di Sentul
Kemhan
Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda, Kemhan Gelar PCTA 2019
Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda, Kemhan Gelar PCTA 2019
Kemhan
Kunjungi Divisi Infanteri 2 Kostrad, Menhan Ingatkan Hal Ini
Kunjungi Divisi Infanteri 2 Kostrad, Menhan Ingatkan Hal Ini
Kemhan
Pada Siswa Lemhanas, Menhan Tegaskan Perlunya Penguatan Nilai Pancasila
Pada Siswa Lemhanas, Menhan Tegaskan Perlunya Penguatan Nilai Pancasila
Kemhan
Menhan: Tentara Profesi Bukan Jabatan, Jiwa Tentara Mendarah Daging
Menhan: Tentara Profesi Bukan Jabatan, Jiwa Tentara Mendarah Daging
Kemhan
Kemhan Berkomitmen Lakukan Reformasi Birokrasi
Kemhan Berkomitmen Lakukan Reformasi Birokrasi
Kemhan
PT PAL Indonesia Siap Jalin Keterbukaan Informasi dengan Semua Media
PT PAL Indonesia Siap Jalin Keterbukaan Informasi dengan Semua Media
Kemhan
Usai Pemilu, Menhan Ajak Semua Elemen Bangsa Bersatu
Usai Pemilu, Menhan Ajak Semua Elemen Bangsa Bersatu
Kemhan
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara
Kemhan
Kunjungan ke Akademi TNI, Menhan Ingatkan Ancaman Radikalisme ke Taruna
Kunjungan ke Akademi TNI, Menhan Ingatkan Ancaman Radikalisme ke Taruna
Kemhan