Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara

Mikhael Gewati
Kompas.com - Kamis, 27 Juni 2019
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara Dok. Humas Kementerian Pertahanan RIMenteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia (RI) Ryamizard Ryacudu saat berbicara di depan para Atase Pertahan dari negara-negara sahabat, baik Atase Darat, Atase Laut dan Atase Udara dalam acara coffe morning di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6/2019).

KOMPAS.com – Menteri Pertahanan ( Menhan) Republik Indonesia (RI), Ryamizard Ryacudu menegaskan isu terorisme masih menjadi perhatian utama bagi negara-negara Asia Tenggara.

Terlebih pasca kekalahan Islamic State in Iraq and the Levant (ISIL) atau yang biasa disebut media sebagai Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS).

“Dengan kekalahan tersebut, ribuan militan asing atau Foreign Terrorist Fighter (FTF) yang tergabung dalam ISIS kembali ke negara asalnya termasuk Asia Tenggara. Ini menjadi ancaman utama,” ujar Menhan seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Rabu (26/6/2019).

Hal itu disampaikan Menhan saat bertemu dengan para Atase Pertahan dari negara-negara sahabat, baik Atase Darat, Atase Laut dan Atase Udara dalam acara coffee morning di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6/2019).

Baca jugaKunjungan ke Akademi TNI, Menhan Ingatkan Ancaman Radikalisme ke Taruna

Lebih lanjut, Menhan mencontohkan peristiwa Marawi di Mindanao, Filipina pada 2017. Saat itu terjadi pertempuran lima bulan antara pasukan keamanan Pemerintah Filipina dan para militan berafiliasi dengan ISIS yang mulai terdesak dan mencari basis operasi baru.

Untuk itu, Menhan menegaskan pertemuan di Bali ini menjadi menjadi tonggak awal bagi pembentukan kerja sama yang lebih erat dalam menghadapi ancaman terorisme di Asia Tenggara.

Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu berfoto bersama Atase Darat, Atase Laut dan Atase Udara dari negara-negara sahabat sesudah acar coffe morning di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6/2019).Dok. Humas Kementerian Pertahanan RI Menteri Pertahanan (Menhan) RI Ryamizard Ryacudu berfoto bersama Atase Darat, Atase Laut dan Atase Udara dari negara-negara sahabat sesudah acar coffe morning di Nusa Dua, Bali, Selasa (25/6/2019).
“Kerja sama regional harus terus didorong untuk lebih aktif mengantisipasi ancaman terorisme, sehingga melahirkan beberapa kerja sama minilateral, seperti sub-regional meeting dan forum beberapa negara-negara Asean,” ujar Menhan.

Perlu diketahui, sampai saat ini, forum-forum tersebut telah membantu mendorong terciptanya kerja sama Trilateral Indomalphi. Kerja sama antara Indonesia, Malaysia dan Filipina ini melibatkan intelijen dari masing-masing negara untuk saling bertukar informasi strategis atau Our Eyes Initiative.

Menhan RI yang didampingi Irjen Kementerian Pertahanan (Kemhan) Laksdya TNI Didit Herdiawan dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan berapa hal terkait perkembangan situasi keamanan luar dan dalam negeri yang mempengaruhi kebijakan pertahanan di kawasan Asia Tenggara.

Baca jugaBerencana Gabung ISIS, Singapura Tahan Warga yang Radikal

Menurutnya, berbagai perkembangan situasi baik politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan, kepentingan geopolitik dan geostrategi negara terhadap negara lain antar kawasan dapat menjadi ancaman atau gangguan.

Bukan hanya gangguan, hal-hal tersebut bisa pula menjadi peluang bagi suatu pemerintahan negara dalam rangka menjaga kepentingan nasionalnya.

“Selain Terorisme, saat ini ada banyak fenomena di dunia internasional yang dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan suatu negara, termasuk Indonesia,” kata Menhan.

Fenomena atau dinamika tersebut, kata Menhan, antara lain pengembangan senjata strategis, isu radikalisme, ekstrimisme dan terorisme, perubahan iklim, isu migran, penyebaran dan penyalahgunaan narkoba serta ketahanan pangan, air dan energi.

PenulisMikhael Gewati
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Menhan Prabowo Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Pertahanan
Menhan Prabowo Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Pertahanan
Kemhan
Serah Terima Jabatan Menhan, Ini Harapan Ryamizard kepada Prabowo
Serah Terima Jabatan Menhan, Ini Harapan Ryamizard kepada Prabowo
Kemhan
Menhan Sebut Pentingnya Menjaga Kebersamaan demi Dongkrak Kinerja
Menhan Sebut Pentingnya Menjaga Kebersamaan demi Dongkrak Kinerja
Kemhan
Menilik Lebih Jauh Perkembangan Kerja Sama Pertahanan RI dan Kerajaan Inggris
Menilik Lebih Jauh Perkembangan Kerja Sama Pertahanan RI dan Kerajaan Inggris
Kemhan
Persatuan dan Karakter Bangsa Kunci Menangi Persaingan Global
Persatuan dan Karakter Bangsa Kunci Menangi Persaingan Global
Kemhan
Menhan Membuka Asean Defence Ministers Meeting di Sentul
Menhan Membuka Asean Defence Ministers Meeting di Sentul
Kemhan
Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda, Kemhan Gelar PCTA 2019
Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda, Kemhan Gelar PCTA 2019
Kemhan
Kunjungi Divisi Infanteri 2 Kostrad, Menhan Ingatkan Hal Ini
Kunjungi Divisi Infanteri 2 Kostrad, Menhan Ingatkan Hal Ini
Kemhan
Pada Siswa Lemhanas, Menhan Tegaskan Perlunya Penguatan Nilai Pancasila
Pada Siswa Lemhanas, Menhan Tegaskan Perlunya Penguatan Nilai Pancasila
Kemhan
Menhan: Tentara Profesi Bukan Jabatan, Jiwa Tentara Mendarah Daging
Menhan: Tentara Profesi Bukan Jabatan, Jiwa Tentara Mendarah Daging
Kemhan
Kemhan Berkomitmen Lakukan Reformasi Birokrasi
Kemhan Berkomitmen Lakukan Reformasi Birokrasi
Kemhan
PT PAL Indonesia Siap Jalin Keterbukaan Informasi dengan Semua Media
PT PAL Indonesia Siap Jalin Keterbukaan Informasi dengan Semua Media
Kemhan
Usai Pemilu, Menhan Ajak Semua Elemen Bangsa Bersatu
Usai Pemilu, Menhan Ajak Semua Elemen Bangsa Bersatu
Kemhan
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara
Pasca ISIS Kalah, Terorisme Jadi Ancaman Utama Asia Tenggara
Kemhan
Kunjungan ke Akademi TNI, Menhan Ingatkan Ancaman Radikalisme ke Taruna
Kunjungan ke Akademi TNI, Menhan Ingatkan Ancaman Radikalisme ke Taruna
Kemhan