Tambah Pendapatan Petani, RJIT Diklaim sebagai Kegiatan Padat Karya

Kompas.com - 15/06/2021, 15:46 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Ali Jamil mengatakan, program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) merupakan bagian dari kegiatan padat karya guna menambah pendapatan petani.

"Kegiatan rehabilitasi bukan hanya untuk membenahi saluran irigasi yang rusak.
Namun, RJIT juga dimaksudkan untuk memaksimalkan fungsi irigasi, sehingga bisa mendukung peningkatan produktivitas pertanian," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (15/6/2021).

Menurut Ali, dengan pengaturan air yang baik maka akan membuat hasil pertanian juga meningkat.

Pasalnya, dalam sektor pertanian, air tetap harus diatur sedemikian rupa meski menjadi kebutuhan mendasar.

Baca juga: BPS: Inflasi Mei 0,32 Persen, Ditopang Sektor Pertanian

"Dengan pasokan air yang cukup, budidaya pertanian juga menjadi baik. Dalam konteks itu, maka program RJIT dirancang sebagai water management agar petani terus dapat meningkatkan produktivitas mereka," imbuh Ali.

Senada dengan Dirjen PSP Kementan, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, program RJIT dirancang guna memenuhi berbagai kebutuhan untuk petani.

Hal pertama dan utama dari program tersebut, kata dia, adalah peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas petani.

"Kami terus bekerja untuk memajukan pertanian Indonesia. Salah satu indikator kemajuan sektor pertanian adalah peningkatan produktivitas pertanian. Artinya, juga meningkatkan pula tingkat kesejahteraan petani," kata SYL.

Baca juga: Erick Thohir: Kesejahteraan Petani Harus Ditunjang dengan Kegiatan Bisnis yang Profesional

Kementan perluas serapan program RJIT

Atas dasar itu, Kementan terus memperluas serapan program RJIT. Salah satunya kegiatan rehabilitasi di Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).

Program RJIT tersebut diperuntukkan bagi Kelompok Tani (Poktan) Tani Murni. Adapun hasilnya dapat menstabilkan pola penanaman petani setempat.

Kementan mengaku, kalender tanam petani Mojokerto berjalan tepat waktu berkat program RJIT.

Terbukti, Ketua Poktan Tani Murni Poniran mengatakan, pihaknya dapat melakukan penanaman serentak sesuai jadwal atau kalender tanam sesuai kesepakatan kelompok.

Baca juga: Antisipasi Kenaikan Harga Pangan, Sejumlah Daerah Gelar Penanaman Serentak

“Selain itu, program RJIT juga berdampak terhadap peningkatan IP, dari nilai semula 200 menjadi IP 250,” ujar Poniran.

Bahkan, sebut dia, setelah dilakukan rehabilitasi, kondisi saluran air dapat terdistribusi dengan lancar.

"Sebelumnya kondisi saluran ini berupa tanah dan banyak mengalami kebocoran akibat kerusakan pada bagian penahan. Namun, dengan adanya program RJIT dari Kementan, saluran dibuat permanen menggunakan konstruksi pasangan batu belah, sehingga air menjadi lancar," kata Poniran.

Untuk pengambilan air di saluran tersier itu, imbuh dia, berasal dari Daerah Irigasi (DI) Pudak Sari Kanan.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Tanam, Kementan Maksimalkan Fungsi Saluran Irigasi Melalui RJIT

Sementara itu, Direktur Irigasi Direktorat Jenderal (Ditjen) Kementan Rahmanto menyampaikan konstruksi panjang saluran tersier rehabilitasi sepanjang 240 meter (m).

“Dampak kegiatan program RJIT ini dapat mengairi lahan sawah seluas 80 hektare (ha) dari semula hanya 55 ha. Dengan begitu, ada penambahan luas layanan irigasi sebanyak 25 ha," katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan saluran dikerjakan langsung oleh anggota kelompok penerima manfaat.

Baca juga: Kegiatan RJIT Kementan Dongkrak Produktivitas Persawahan Bandung Barat

Hal tersebut dimaksudkan agar kualitas pekerjaan semakin baik dan volume saluran lebih panjang. Sebab, partisipasi kelompok cukup besar dalam pembangunan. Begitu pula rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap rehabilitasi saluran irigasi.

Terkini Lainnya
Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan Komitmen Jaga Stabilitas Harga dan Tingkatkan Produktivitas Petani, Pengamat Beri Respons Positif

Kementan
Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Pakar Pangan Universitas Andalas: Kepastian Harga Pemerintahan Prabowo Bikin Petani Senang

Kementan
DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

DJBC Catat Tak Ada Impor Beras dan Jagung, Kinerja Bea Masuk Turun 5,1 Persen

Kementan
Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kepuasan Petani terhadap Kinerja Kementan Capai 84 Persen

Kementan
Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Mentan: Jika Tidak Ada Aral Melintang, 3 Bulan Lagi Indonesia Swasembada Beras

Kementan
Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Respons Keluhan Petani Singkong di Lampung, Mentan Amran Siap Kawal Regulasi Tata Niaga

Kementan
Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Perkuat Ketahanan Pangan, Mentan Amran Gandeng 3 Bupati Sulsel Kembangkan Kopi dan Kakao

Kementan
Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Beras Nasional Surplus 3,7 Juta Ton, Mentan Amran: Hasil Kerja Keras Petani

Kementan
Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Mendag : Ekspor Hortikultura Naik 49 Persen Semester I 2025, Indonesia Tekan Impor dan Tingkatkan Ekspor

Kementan
Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Sejalan dengan Prabowoisme, Wamentan Dukung Tani Merdeka Indonesia

Kementan
Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Soal Framing Negatif Mentan Amran, PP KAMMI: Publik Harus Menilai sesuai Fakta dan Data

Kementan
Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Lawan Mafia Pangan, Ini Upaya Mentan Jaga Kesejahteraan Petani

Kementan
Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Komisi IV DPR RI Apresiasi Mentan Amran, Produksi Pangan Naik hingga Serapan Bulog Capai 4 Juta Ton

Kementan
Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Harga Beras Turun di 13 Provinsi, Mentan Amran Yakin Stabilitas Berlanjut

Kementan
Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Berkat Dukungan Kementan, Panen Padi Gadu di Lampung Timur Menguntungkan Petani

Kementan
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com