Menkominfo Sebut Kolaborasi Jadi Hal Penting untuk Hadapi Tantangan Digital

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Kamis, 21 Juli 2022
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate dalam pertemuan pertama kelompok kerja ekonomi digital atau 1st Meeting Digital Economy Working Group (DEWG) G20 yang berlangsung secara hibrida dari Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (29/3/2022).DOK. Humas Kemenkominfo Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate dalam pertemuan pertama kelompok kerja ekonomi digital atau 1st Meeting Digital Economy Working Group (DEWG) G20 yang berlangsung secara hibrida dari Hotel Aruna Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (29/3/2022).

KOMPAS.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate menilai, kolaborasi menjadi satu-satunya cara bertahan hidup dalam menghadapi tantangan digital saat ini dan masa depan.

“Saya bertanya kepada kita (hadirin) semua malam ini, bisakah kita bekerja secara individu? Pelan tapi pasti dan masih bertahan dari disrupsi digital? Saya yakin, secara individu kita hanya bisa berharap untuk dapat mengatasi waktu tapi tidak mampu beradaptasi," ujarnya seperti yang dimuat dalam laman kominfo.go.id, Kamis (21/7/2022).

Pernyataan tersebut disampaikan Johnny dalam Gala Dinner Pertemuan Ketiga Digital Economy Working Group (DEWG) Presidensi Group of Twenty (G20), di Puncak Waringin, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (20/7/2022).

Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, arus digitalisasi terlalu cepat dan makhluk hidup juga mengalami banyak proses evolusi.

Oleh karena itu, ia meyakini bahwa kolaborasi adalah satu-satunya cara bertahan hidup.

Baca juga: Tingkatkan SDM Digital, Menteri Johnny Ingin Generasi Muda Terlibat Dalam Transformasi Digital Global

“Bersama-sama kita mengkatalisis proses adaptasi sambil berpegangan tangan,” imbuh Johnny.

Lebih lanjut, ia berharap kolaborasi bisa menjadi langkah yang relevan dengan upaya kolektif untuk membawa dunia beradaptasi dan bertahan dalam transisi ke era digital.

Untuk itu, Johnny sangat berharap, melalui pertemuan Kelompok Kerja Ekonomi Digital ketiga dan yang akan datang dapat memajukan adaptasi digital ke dalam kehidupan masyarakat.

Belajar resiliensi dari komodo

Pada kesempatan tersebut, Johnny menyatakan, sejarah dan keberadaan komodo akan menjadi cermin ketangguhan adaptasi serta resiliensi yang bisa digunakan untuk menghadapi digitalisasi.

Baca juga: Dorong Sektor Pariwisata, Kemenhub Digitalisasi Pelabuhan Labuan Bajo

Resiliensi Komodo, kata dia, bisa mengajari makhluk hidup banyak hal tentang kekuatan, ketahanan, atau yang disebut sebagai kemampuan bertahan hidup adaptif.

“Bagi saya, Labuan Bajo lebih dari sekadar tempat indah di Indonesia. Tempat ini bersama penduduknya, endemik komodo yang menyerupai naga dan banyak warisan budayanya,” ucap Johnny.

Seperti diketahui, Labuan Bajo terkenal akan keindahan dan pemandangan alam yang memesona.

Jika melihat lebih dekat pada masyarakat, alam, dan budaya, ada banyak pelajaran yang bisa diambil berkaitan dengan keberadaan fauna endemik komodo.

Johnny menjelaskan, keberadaan hewan serupa naga tersebut pertama kali diakui secara global pada 1910.

Baca juga: 4 Fakta Bandara Komodo di Labuan Bajo yang Baru Diresmikan Jokowi

Menurutnya, sejak saat itu, ilmuwan di seluruh dunia telah mendalilkan bagaimana makhluk purba yang hidup di bumi sekitar 83,9 juta tahun lalu ini masih bertahan.

Tak ada yang menyangka jika fosil hidup dengan keindahan dan ukuran yang lebih besar menguasai alam Pulau Komodo dan daratan di sekelilingnya.

“Dinosaurus yang masih hidup. Ada banyak teori di luar sana tentang bagaimana komodo yang menyerupai naga masih hidup di antara kita,” jelas Johnny.

Namun, lanjut dia, tetap menjadi fakta bahwa terlepas dari dunia yang menantang dan tantangannya, naga kehidupan nyata ini masih hidup dan menunjukkan kemampuan bertahan sebagai predator puncak.

Baca juga: Ikan Channa, Predator Mini yang Diminati Menjadi Ikan Hias

Semangat adaptasi Komodo dibutuhkan 

Selain resiliensi, Johnny mengatakan, semangat adaptasi dan bertahan hidup yang ditunjukkan komodo lebih dibutuhkan pada zaman digital.

Terlebih, saat ini setiap orang telah dan masih menghadapi dunia yang terus berubah. Hal ini juga dibarengi dengan tantangan yang mendorong manusia untuk selalu beradaptasi dan bertahan.

“Contoh survivabilitas adaptif semangat lebih dibutuhkan pada zaman digital. Di sini saya dapat mengatakan bahwa semangat seperti itu dibutuhkan juga di era digital saat ini,” ujar Johnny.

Dalam kisah Flores Barat dan sejarah Komodo purba, lanjut dia, kemampuan beradaptasi dan bertahan hidup membutuhkan banyak waktu dan usaha.

Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Bandara Komodo: Labuan Bajo Ini Komplet

Oleh karena itu, Johnny menyatakan, upaya meningkatkan kemampuan bertahan hidup selama disrupsi digital menjadi penting dan dapat diadaptasi dari situasi di Labuan Bajo.

“Saya harap sambutan singkat saya dapat melukiskan gambaran yang lebih bermakna tentang pengalaman kita semua selama di Labuan Bajo, Pulau Flores Barat,” ujarnya.

Johnny juga berharap, delegasi negara anggota G20 akan dapat mengikuti pertemuan DEWG selanjutnya pada Agustus yang berlangsung di Pulau Bali.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Majukan Kolaborasi, Indonesia Fasilitasi DEWG Gelar Lokakarya Bahas Pemanfaatan Data
Majukan Kolaborasi, Indonesia Fasilitasi DEWG Gelar Lokakarya Bahas Pemanfaatan Data
kemenkominfo
Menkominfo Sebut Kolaborasi Jadi Hal Penting untuk Hadapi Tantangan Digital
Menkominfo Sebut Kolaborasi Jadi Hal Penting untuk Hadapi Tantangan Digital
kemenkominfo
Menteri Johnny: Kedaulatan Data Dorong Pemulihan Ekonomi dan Inovasi Teknologi
Menteri Johnny: Kedaulatan Data Dorong Pemulihan Ekonomi dan Inovasi Teknologi
kemenkominfo
Menkominfo Berharap Pertemuan Ke-3 DEWG G20 Bahas 3 Deliverablesi
Menkominfo Berharap Pertemuan Ke-3 DEWG G20 Bahas 3 Deliverablesi
kemenkominfo
Tingkatkan SDM Digital, Menteri Johnny Ingin Generasi Muda Terlibat Dalam Transformasi Digital Global
Tingkatkan SDM Digital, Menteri Johnny Ingin Generasi Muda Terlibat Dalam Transformasi Digital Global
kemenkominfo
Pemerintah Sudah Bangun Infrastruktur TIK, Menteri Johnny Dorong Masyarakat Aktif Memanfaatkan
Pemerintah Sudah Bangun Infrastruktur TIK, Menteri Johnny Dorong Masyarakat Aktif Memanfaatkan
kemenkominfo
DEWG Digelar di NTT, Menteri Johnny Sampaikan Komitmen untuk Dorong Transformasi Digital
DEWG Digelar di NTT, Menteri Johnny Sampaikan Komitmen untuk Dorong Transformasi Digital
kemenkominfo
Jelang DEWG Ketiga, Pemerintah Yakin G20 Berikan Hasil dalam Mendukung Perbaikan Dunia
Jelang DEWG Ketiga, Pemerintah Yakin G20 Berikan Hasil dalam Mendukung Perbaikan Dunia
kemenkominfo
Menkominfo: Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Platform Edukasi Digital Terbesar di Dunia
Menkominfo: Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Platform Edukasi Digital Terbesar di Dunia
kemenkominfo
Terapkan Standar Layanan Publik dengan Baik, Kemenkominfo Raih Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman
Terapkan Standar Layanan Publik dengan Baik, Kemenkominfo Raih Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman
kemenkominfo
Penyelenggaraan GPDRR Bali 2022 Sukses, Indonesia Dipuji Jurnalis Asing
Penyelenggaraan GPDRR Bali 2022 Sukses, Indonesia Dipuji Jurnalis Asing
kemenkominfo
Kepala BNPB Sebut Pertemuan Ke-7 GPDRR Perkuat Kolaborasi Dunia Menuju Resiliensi Berkelanjutan
Kepala BNPB Sebut Pertemuan Ke-7 GPDRR Perkuat Kolaborasi Dunia Menuju Resiliensi Berkelanjutan
kemenkominfo
Hadirkan Toolkit untuk Ukur Transformasi Digital, Kemenkomifo: Sesuai dengan DEWG 2022
Hadirkan Toolkit untuk Ukur Transformasi Digital, Kemenkomifo: Sesuai dengan DEWG 2022
kemenkominfo
Kepada Delegasi DEWG G20, Menkominfo Johnny Sebut Candi Prambanan Jadi Bukti Harmoni Keberagaman di Indonesia
Kepada Delegasi DEWG G20, Menkominfo Johnny Sebut Candi Prambanan Jadi Bukti Harmoni Keberagaman di Indonesia
kemenkominfo
Hadiri Pertemuan Kedua DEWG, Menkominfo Paparkan 5 Subtopik Isu Konektivitas Digital
Hadiri Pertemuan Kedua DEWG, Menkominfo Paparkan 5 Subtopik Isu Konektivitas Digital
kemenkominfo