Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kompas.com - 02/04/2026, 19:26 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebagai negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia, yakni lebih dari 200.000 jemaah haji per tahun serta 2 juta jemaah umrah per tahun, Indonesia memiliki potensi ekosistem ekonomi tahunan yang sangat besar.

Potensi tersebut mencakup berbagai layanan, seperti perhotelan, transportasi, logistik, konsumsi, dan layanan pendukung lainnya, sehingga Indonesia diharapkan mampu mengambil posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi tersebut sekaligus memastikan perputaran uang juga terjadi di dalam negeri.

Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menjaga keseimbangan devisa nasional. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengurangi arus keluar devisa dan meningkatkan arus masuk devisa.

Baca juga: Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Oleh karena itu, sebagai bagian dari strategi Indonesia incorporated sesuai arahan Presiden Prabowo, maka diperlukan sinergi kementerian/lembaga (K/L) dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pemangku kepentingan lainnya untuk terus mendorong ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi.

Kolaborasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan bagi jemaah haji dan umrah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Momentum sinergi K/L dan BUMN dalam pengiriman logistik haji yang dimulai tahun 2026 ini baru step awal,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Ferry Irawan, dilansir dari laman ekon.go.id, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Wamenhaj Matangkan Logistik Haji 2026, Antisipasi Kenaikan Bahan Bakar Imbas Konflik Timur Tengah

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry dalam acara Pelepasan Ekspor Bumbu Pasta dan Makanan Ready-to-Eat (RTE): Sinergi BUMN dalam Mendukung Ekosistem Logistik Haji 2026 di Tangerang, Banten, Kamis.

"Ke depan, akan lebih dioptimalkan untuk beberapa potensi kolaborasi lainnya, seperti pengiriman oleh-oleh haji dan umrah serta pengiriman makanan untuk kebutuhan jemaah umrah sepanjang tahun, yang tentunya akan berdampak langsung dalam menahan pelebaran defisit neraca jasa nasional dan pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.

Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah juga mendorong penggunaan produk nasional bercita rasa Nusantara untuk jemaah haji Indonesia melalui pengiriman bumbu pasta dan makanan RTE yang diproduksi di Indonesia.

Baca juga: Ajang Penghargaan Penjualan Langsung Soroti Peran Produk Lokal

Untuk mendukung proses pengiriman tersebut, pemerintah mendorong sinergi BUMN antara PT Garuda Indonesia dan PT Pos Indonesia agar dapat membantu logistik haji dengan biaya yang efisien dan kompetitif.

Pada pengiriman tahap pertama ini, akan dikirimkan 100 ton bumbu pasta dan makanan RTE. Pengiriman dilakukan secara bertahap mulai 2-6 April 2026.

Sementara itu, pengiriman tahap berikutnya sebanyak 130 ton sedang dijadwalkan dalam rentang waktu 17-29 April 2026.

Baca juga: BPKH Limited Siapkan 475 Ton Bumbu Nusantara untuk Jemaah Haji 2025

Pentingnya ekosistem haji dan umrah terintegrasi

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Bidang Perekonomian Ferry Irawan dalam acara Pelepasan Ekspor Bumbu Pasta dan Makanan RTE: Sinergi BUMN dalam Mendukung Ekosistem Logistik Haji 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (2/4/2026).Dok. Kemenko Perekonomian Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Bidang Perekonomian Ferry Irawan dalam acara Pelepasan Ekspor Bumbu Pasta dan Makanan RTE: Sinergi BUMN dalam Mendukung Ekosistem Logistik Haji 2026 di Tangerang, Banten, Kamis (2/4/2026).

Data Neraca Pembayaran Indonesia mencatat defisit neraca jasa pada 2025 mencapai 19,8 miliar dollar Amerika Serikat (AS), dengan jasa transportasi sebagai kontributor terbesar.

Sebagian dari defisit jasa transportasi tersebut bersumber dari pengeluaran jemaah yang memanfaatkan berbagai layanan logistik dan konsumsi dari penyedia asing.

Semakin besar porsi layanan logistik, konsumsi, dan transportasi haji yang dapat dipenuhi oleh penyedia nasional, semakin besar pula potensi penghematan devisa yang dapat diraih.

Baca juga: Kemenhaj Resmi Gandeng Garuda untuk Transportasi Haji hingga 2028

Pada kesempatan tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Jaenal Effendi menyampaikan bahwa sudah saatnya K/L dan BUMN berkolaborasi mendukung terwujudnya ekosistem haji dan umrah.

Ia menambahkan, ekosistem tersebut diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi jemaah, tetapi juga masyarakat Indonesia melalui multiplier effect dalam rantai nilai ekonomi yang terintegrasi.

Selain mendukung pelaksanaan haji, penguatan ekosistem logistik haji melalui sinergi K/L, BUMN, dan stakeholder lainnya juga diharapkan dapat terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan umrah.

Baca juga: Arab Saudi Siaga! Operasi Khusus Diluncurkan untuk Layani 18 Juta Jemaah Umrah

Sinergi dapat diarahkan untuk menunjang layanan katering, transportasi, perdagangan, maupun layanan pendukung lainnya, termasuk oleh-oleh haji dan umrah bagi jemaah Indonesia dengan melibatkan penyedia layanan jasa Indonesia.

“Kami menindaklanjuti pertemuan antara Pak Menteri Koordinator (Menko) dengan Pak Wakil Menteri (Wamen) Haji agar kita bisa sama-sama melakukan penguatan ekosistem haji untuk memberikan nilai tambah terhadap perekonomian nasional. Mulai saat ini, ketika bicara haji dan umrah, kita tidak hanya bicara aspek ritualnya saja,” ucap Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Bidang Perekonomian Haryo Limanseto.

Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kemenko Bidang Perekonomian Yuli Sri Wilanti, Sekretaris Dirjen PE2HU Cecep Khairul Anwar, Direktur Fasilitas Kemitraan PE2HU Tri Hidayatno, Perwakilan Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), serta Direktur Niaga PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Baca juga: Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Terkini Lainnya
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com