Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kompas.com - 31/03/2026, 15:04 WIB
Tsabita Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indonesia dan Jepang telah membangun kemitraan komprehensif selama 68 tahun di berbagai bidang strategis, mulai dari ekonomi, politik, hingga sosial budaya.

Sebagai upaya memperkuat hubungan tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto turut mendampingi Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi ke Jepang yang dimulai sejak Minggu (29/3/2026).

Selama kunjungan itu, Presiden Prabowo diagendakan melakukan state call dengan Kaisar Jepang Naruhito dan bertemu Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi.

Pada hari kedua kunjungan, Presiden Prabowo, Menko Airlangga, dan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Baca juga: Prabowo Undang PM Jepang Sanae Takaichi ke Indonesia: Kami Akan Menyambut dengan Hangat

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan ekonomi antarkedua negara yang telah terbangun selama puluhan tahun itu sangat didukung oleh kontribusi perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor yang ada di Indonesia.

“Saya hadir di sini bukan hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat. Dunia semakin mengecil, tidak ada pilihan lain selain kerja sama erat di semua bidang,” ungkap Presiden Prabowo dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (31/3/2026).

"Saya percaya hubungan ekonomi dan kemitraan yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan. Jika kita memiliki kepentingan bersama, kita akan menjaga masa kini dan masa depan," lanjutnya.

Forum tersebut menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai mitra strategis utama Jepang di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka babak baru kerja sama ekonomi yang lebih modern, tangguh, dan berorientasi masa depan.

Baca juga: Prabowo: Indonesia-Jepang Sahabat Dekat dan Mitra Strategis

Hubungan ekonomi Indonesia-Jepang terkini

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat mendampingi Presiden Prabowo menghadiri Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).Dok. Kemenko Perekonomian Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat mendampingi Presiden Prabowo menghadiri Japan-Indonesia Business Forum di Tokyo, Jepang, Senin (30/3/2026).

Saat ini, hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang dinilai semakin solid. Hal ini terlihat dari posisi Jepang sebagai tujuan ekspor terbesar keempat Indonesia dengan nilai 17,61 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Selain itu, Jepang juga menjadi salah satu investor utama Indonesia, menempati peringkat kelima dengan total investasi sebesar 3,13 miliar dollar AS. Investasi Jepang sebagian besar mengalir ke sektor industri otomotif dan alat transportasi, diikuti sektor kimia dan farmasi.

Jepang juga berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur skala besar melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha serta bantuan pembangunan, khususnya di sektor transportasi, pelabuhan, energi, dan infrastruktur perkotaan.

Baca juga: Prabowo Ajak Jepang Kerja Sama Kembangkan Energi Nuklir

Di hadapan para pemimpin dunia usaha, Presiden Prabowo turut menyampaikan bahwa investasi Jepang dinilai memiliki kualitas tinggi dengan karakter disiplin, penguasaan teknologi, serta komitmen jangka panjang.

Presiden pun menyampaikan penghargaan secara pribadi atas hubungan erat yang telah terjalin antara kedua negara.

“Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Itulah sebabnya investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Saya secara pribadi sangat menghargai hubungan ini,” ucap Presiden Prabowo.

Baca juga: Prabowo Ucap Terima Kasih ke Jepang, Banyak Tenaga Kerja Diizinkan Magang

Perkuat kerja sama ekonomi

Pada kesempatan tersebut, kedua negara telah sepakat menandatangani 10 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan total nilai kerja sama mencapai 23,1 miliar dollar AS atau senilai Rp 392,7 triliun.

Pembaruan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) juga diperkirakan akan memperkuat fondasi kerja sama kedua negara melalui peningkatan akses pasar, perluasan kolaborasi, serta modernisasi kerangka ekonomi bilateral.

Ke depan, sinergi Indonesia dan Jepang diharapkan dapat melampaui kerja sama ekonomi tradisional dan bersama-sama beralih menuju penciptaan solusi masa depan.

Hal tersebut dapat diwujudkan melalui tiga area utama kerja sama, yaitu transisi energi dan pertumbuhan hijau, transformasi industri dan hilirisasi, serta memperkuat rantai pasok global.

Baca juga: RI-Jepang Sepakati MoU Rp 392 T, Kuatkan Kemitraan Ekonomi Strategis

“Pertemuan business-to-business dan pertukaran MoU ini merupakan langkah konkret menuju pembangunan kemitraan yang lebih kuat," kata Menko Airlangga.

"Indonesia percaya bahwa masa depan kemitraan ini terletak pada bekerja, berinovasi, dan bertumbuh bersama, sehingga dapat membentuk masa depan yang penuh kemakmuran bersama, tak hanya untuk kedua negara, tetapi juga untuk kawasan Indo-Pasifik,” tutur Menko Airlangga.

Agenda Forum Bisnis Indonesia-Jepang tersebut turut dihadiri Utusan Khusus Presiden (UKP) untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie.

Hadir pula Parliamentary Vice-Minister of Economy, Trade, and Industry Japan Komori Takuo, Chairman and CEO of Japan External Trade Organization (JETRO) Norihiko Ishiguro, serta perwakilan Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) Japan, Keidanren, dan JETRO.

Terkini Lainnya
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com