Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kompas.com - 15/02/2026, 08:20 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekspor dan menyederhanakan regulasi.

“Kita akan permudah ekspor, buka pelabuhan-pelabuhan dan lapangan-lapangan terbang untuk ekspor langsung. Kita akan permudah regulasi supaya menumbuhkan kegiatan ekonomi,” ujarnya, dilansir dari laman ekon.go.id, Sabtu (14/2/2026)

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Acara tersebut dihadiri para menteri dan pimpinan lembaga, duta besar negara sahabat di Jakarta, asosiasi usaha, lembaga riset, perbankan, sekuritas, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), lembaga pemeringkat, lembaga internasional, fund manager, ekonom, akademisi, serta media.

Forum itu menjadi wadah strategis untuk menjelaskan sekaligus menyelaraskan visi dan langkah bersama dalam mendorong perekonomian nasional.

Sejalan dengan arahan tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sesi laporan memaparkan bahwa salah satu pilar menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen dari sisi permintaan adalah peningkatan ekspor.

Sepanjang 2025, kata dia, ekspor komoditas nonmigas tercatat tumbuh 7,66 persen.

Baca juga: Neraca Perdagangan Surplus 67 Bulan, BI Soroti Kuatnya Ekspor Nonmigas

Dua komoditas utama andalan ekspor Indonesia juga menunjukkan kinerja positif pada 2025. Minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya (HS 15) tumbuh 27,94 persen dengan kontribusi 12,73 persen terhadap total ekspor.

Sementara itu, besi dan baja (HS 72) tumbuh 8,41 persen dengan kontribusi 10,37 persen dari total ekspor.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).DOK. Kemenko Perekonomian Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang diselenggarakan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Secara sektoral, peningkatan nilai ekspor pada 2025 didorong sektor industri pengolahan dengan kontribusi 10,77 persen dan pertumbuhan mencapai 14,47 persen.

Dari sisi negara tujuan, dua mitra dagang utama Indonesia juga mencatat kenaikan signifikan.

Ekspor ke Tiongkok tumbuh 7,11 persen dengan kontribusi 24,02 persen terhadap total ekspor, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat (AS) tumbuh 16,66 persen dengan kontribusi 11,47 persen.

“Ekspor kita, khususnya komoditas nonmigas, merupakan pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan sepanjang 2025 mampu tumbuh kuat 7,66 persen. Bahkan, ekspor ke Amerika mampu tumbuh lebih dari 16 persen di tengah dinamika kebijakan tarif dari Presiden AS Donald Trump,” ujar Airlangga.

Apresiasi dari Apindo

Dari sisi pelaku usaha, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyampaikan apresiasi atas langkah pemerintah merilis berbagai paket kebijakan ekonomi di tengah tantangan ketidakpastian global, termasuk kebijakan tarif Presiden Trump, dinamika geopolitik, dan konflik di berbagai kawasan.

Baca juga: Kapal Perang AS Tabrakan dengan Kapal Logistik AL Saat Isi Ulang, 2 Luka-luka

Namun demikian, pelaku usaha mengingatkan bahwa biaya logistik nasional masih belum kompetitif.

“Ini adalah bagian dari yang disebut high cost economy,” ujar Shinta.

Ia mengungkapkan, dunia usaha siap bekerja sama dengan pemerintah dalam menghadapi tekanan global.

Akan tetapi, kata Shinta, kolaborasi tersebut memerlukan komitmen nyata terhadap penyederhanaan regulasi serta kepastian kebijakan.

Dalam pertemuan Apindo dengan Presiden Prabowo beberapa waktu lalu, lanjut Shinta, Presiden dinilai memahami berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk persoalan birokrasi dan implementasi kebijakan di lapangan yang kerap tidak sejalan dengan semangat penyederhanaan aturan dan prosedur.

Untuk mendorong ekspor dan meningkatkan daya saing nasional, upaya tidak hanya bertumpu pada keberhasilan perjanjian perdagangan, tetapi juga pembenahan struktural di dalam negeri.

Debottlenecking, deregulasi, penyederhanaan prosedur dan perizinan, efisiensi logistik, serta penurunan biaya produksi menjadi kunci agar industri dan produk Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Baca juga: Kolaborasi HIPMI Syariah–Kemendag Buka Jalan Produk Halal ke Pasar Global

Kehadiran Presiden Prabowo yang menyampaikan sambutan utama dalam forum tersebut menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk menjaga optimisme ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

Momentum itu menjadi titik penting untuk terus memperkuat daya saing, mendorong ekspor, meningkatkan investasi, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas bagi masyarakat.

Terkini Lainnya
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Dorong Belitung Jadi Destinasi Wisata Internasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Dorong Belitung Jadi Destinasi Wisata Internasional, Pemerintah Pusat dan Daerah Perkuat Sinergi

Kemenko Perekonomian
Tarif Impor Indonesia ke AS Turun Jadi 19 Persen,

Tarif Impor Indonesia ke AS Turun Jadi 19 Persen, "Huge Wins" untuk Industri Padat Karya

Kemenko Perekonomian
Babak Baru Kemitraan RI-Uni Eropa untuk Stabilitas Ekonomi dan Politik Global

Babak Baru Kemitraan RI-Uni Eropa untuk Stabilitas Ekonomi dan Politik Global

Kemenko Perekonomian
Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Indonesia-AS Sepakat Lanjutkan Negosiasi Tarif Resiprokal

Perkuat Kerja Sama Perdagangan, Indonesia-AS Sepakat Lanjutkan Negosiasi Tarif Resiprokal

Kemenko Perekonomian
Dampingi Presiden Prabowo di KTT BRICS, Menko Airlangga: BRICS Berkomitmen Perkuat Multilateralisme dan Tata Kelola Global

Dampingi Presiden Prabowo di KTT BRICS, Menko Airlangga: BRICS Berkomitmen Perkuat Multilateralisme dan Tata Kelola Global

Kemenko Perekonomian
Di Ratas bersama Prabowo, Menko Airlangga Bahas Strategi Ekonomi Global dan Kemitraan dengan AS

Di Ratas bersama Prabowo, Menko Airlangga Bahas Strategi Ekonomi Global dan Kemitraan dengan AS

Kemenko Perekonomian
Sukseskan MBG, Pemerintah-Swasta Wujudkan Ketahanan Pangan dan Dukung UMKM

Sukseskan MBG, Pemerintah-Swasta Wujudkan Ketahanan Pangan dan Dukung UMKM

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Rusia Pererat Kerja Sama Strategis di SPIEF 2025

Indonesia-Rusia Pererat Kerja Sama Strategis di SPIEF 2025

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com