KOMPAS.com — Pemerintah terus memperkuat komitmen dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing melalui kebijakan yang adaptif dan reformasi struktural berkelanjutan.
Dengan capaian kinerja ekonomi yang konsisten, Indonesia dinilai berada pada momentum strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi dan mengoptimalkan mesin pertumbuhan nasional.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pun menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Kabinet Merah Putih pada tahun pertama pemerintahan pada acara Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 yang diselenggarakan pada Jumat (13/2/2026).
Di hadapan para duta besar negara sahabat, menteri, ekonom, akademisi, dan pelaku usaha, Presiden menegaskan bahwa capaian yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah.
“Semua pencapaian yang harus dibanggakan adalah hasil kerja keras seluruh tim yang saya pimpin. Mereka sungguh-sungguh adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” ujar Presiden Prabowo dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/2/2026).
Pada kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan capaian ekonomi nasional yang menunjukkan ketahanan dan fundamental yang semakin kuat.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen.
Menurut Airlangga, capaian tersebut mencerminkan efektivitas stimulus ekonomi yang tepat sasaran, stabilitas harga yang terjaga, serta meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi. Hal ini termasuk pada momentum hari besar keagamaan dan periode Natal dan Tahun Baru.
Baca juga: Prabowo Akan Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 Besok
Memasuki 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dengan potensi mencapai 5,6 persen.
Target tersebut ditopang penguatan berbagai mesin produksi nasional, mulai dari belanja pemerintah, investasi swasta, hingga optimalisasi peran Danantara sebagai katalis investasi strategis.
Airlangga mengibaratkan perekonomian Indonesia seperti pesawat yang sempat tertunda lepas landas akibat gangguan global, tetapi kini seluruh mesin produksi disiapkan untuk bergerak selaras.
“Seperti pesawat yang sempat tertunda lepas landas di masa lalu karena gangguan global, kini kami siapkan seluruh mesin produksi untuk bergerak selaras. Dalam dua tahun ke depan, kami optimistis ekonomi Indonesia siap take-off menuju pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi Tanpa Korbankan Stabilitas
Kehadiran Presiden secara langsung dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 turut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga arah kebijakan ekonomi tetap solid, adaptif, dan terintegrasi lintas sektor.
Pemerintah memandang fase saat ini sebagai momentum akselerasi untuk meningkatkan daya saing nasional, memperkuat iklim investasi, serta menciptakan lebih banyak kesempatan kerja yang berkualitas bagi masyarakat.