Peran Penting Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan Inovasi untuk Akselerasi Hilirisasi

Kompas.com - 05/02/2025, 19:41 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Hilirisasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Upaya ini dinilai mampu mendorong peningkatan nilai tambah dan daya saing berbagai komoditas. 

Lebih jauh, institusi perguruan tinggi diharapkan berperan penting dalam menghadirkan inovasi guna mendukung agenda hilirisasi dan mewujudkan ketahanan energi di masa depan.

“Kita lihat hari ini Indonesia memiliki pengalaman dalam memanfaatkan komoditas sebagai keunggulan pertumbuhan. Jika kita mengingat era Presiden RI Soeharto, kita unggul di sektor sawit dan minyak dan gas bumi (migas),” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam siaran pers yang dikutip dari laman ekon.go.id, Rabu (5/2/2025). 

Saat itu, lanjut dia, produksi migas di Indonesia mencapai 1,6 juta barrels oil per day (BOPD), yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen.

Baca juga: Konsumsi Tumbuh tapi Pertumbuhan Ekonomi 2024 Melambat, Ini Penyebabnya

Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga dalam acara Grafika Talkshow: Peran dan Peluang Kampus dalam Agenda Hilirisasi dan Mewujudkan Ketahanan Energi di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (4/2/2025).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen, dengan tetap menjaga inflasi agar tetap terkendali. Saat ini, pertumbuhan ekonomi rata-rata masih berada pada angka 5 persen year-on-year (YoY), sementara inflasi dapat dijaga di kisaran 1,5 persen. 

Keberhasilan dalam mengendalikan inflasi tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam memantau fluktuasi harga secara rutin.

Baca juga: Harga Gas Murah Ikuti Fluktuasi Dunia, Kemenperin: Bagi Industri yang Penting Pasokan Stabil

Hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam acara Grafika Talkshow: Peran dan Peluang Kampus dalam Agenda Hilirisasi dan Mewujudkan Ketahanan Energi di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (4/2/2025).DOK. Humas Kemenko Perekonomian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam acara Grafika Talkshow: Peran dan Peluang Kampus dalam Agenda Hilirisasi dan Mewujudkan Ketahanan Energi di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa (4/2/2025).

Airlangga menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang besar, yang harus dimanfaatkan secara optimal melalui hilirisasi. 

Tanpa pengelolaan yang tepat, sumber daya alam yang melimpah justru dapat menjadi beban. Hilirisasi diharapkan dapat meningkatkan manufacturing value added sehingga nilai ekonominya lebih tinggi.

Dalam upaya tersebut, pemerintah telah menerapkan kebijakan hilirisasi sejak 2009 melalui undang-undang (UU) yang mengatur tentang pertambangan mineral dan batu bara. Salah satu kebijakan penting dalam regulasi ini adalah larangan ekspor bahan mentah. 

Sebagai contoh, bauksit yang sebelumnya diekspor dan diproses di luar negeri untuk menjadi blok mesin, kini diarahkan untuk diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh Indonesia, terutama dalam industri otomotif.

Baca juga: [POPULER OTOMOTIF] Benarkah Tidak Boleh Menahan Mobil Pakai Rem Tangan Saat Macet di Tanjakan? | Jenis Pelanggaran yang Terdeteksi Kamera ETLE di Jakarta | Jimny 5 Pintu Laris Manis di Jepang, Suzuki

Selain hilirisasi SDA, pemerintah juga mendorong hilirisasi di sektor pertanian, terutama pada komoditas sawit. Pada tahun 2024, produksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) Indonesia mencapai hampir 50 juta ton, dengan implementasi Biodiesel B40 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kita perlu perguruan tinggi untuk terus melakukan research and development (R&D) agar biaya produksi bisa lebih efisien,” ucap Airlangga.

Peran perguruan tinggi dalam mendorong hilirisasi dan inovasi

Pada kesempatan tersebut, Airlangga juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia, serta merupakan produsen timah terbesar kedua.

Selain itu, tembaga, bauksit, emas, dan perak juga memiliki cadangan yang signifikan. Namun, masih ada potensi yang belum optimal dimanfaatkan, seperti pasir silika yang memiliki prospek besar dalam industri teknologi.

Baca juga: Binus University Hadir di Makassar, Manfaatkan Teknologi AI untuk Perkuliahan

Dengan berbagai potensi hilirisasi tersebut, perguruan tinggi diharapkan mengambil peran dalam mendorong inovasi berbasis komoditas unggulan melalui kegiatan R&D. 

Selain itu, kerja sama dengan lembaga internasional dan perusahaan swasta juga diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar lebih kompetitif di pasar global.

Transformasi digital dan pengembangan semikonduktor

Airlangga mengungkapkan bahwa, ke depannya, pemerintah akan fokus pada pengembangan industri berbasis digital, yang diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Sektor ini tidak bergantung pada sumber daya alam, melainkan lebih pada SDM yang berkualitas.

Dalam transformasi digital tersebut, industri semikonduktor menjadi salah satu aspek yang akan dikembangkan.

Baca juga: Ditopang Kebutuhan UMKM, Industri Pindar Diprediksi Bakal Meningkat pada 2025

The next game ada di sini. Saya meminta teman-teman di bidang engineering dan microelectronics untuk terus mengembangkan keahliannya. Jika kita tidak mampu mengejar industri ini, kita akan tertinggal. Digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan SDM merupakan ekonomi masa depan,” jelas Airlangga.

Setelah sesi talkshow interaktif bersama civitas akademika Fakultas Teknik UGM, Airlangga melanjutkan kunjungan ke Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM.

Dalam diskusi santai tersebut, ia memberikan masukan terkait pengembangan industri di masa depan, khususnya dalam sektor semikonduktor agar Indonesia tidak tertinggal dari negara lain.

Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza, Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Wilayah Kemenko Perekonomian Wahyu Utomo, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Selo, Chairman of Engineering Research and Innovation Center (ERIC) Tumiran, Direktur PT Eco Energi Perkasa Chen Hailei, serta Direktur CNGR Indonesia Magdalena Veronica.

Terkini Lainnya
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com