Indonesia Luncurkan INA OECD, Digitalisasi Pertama dalam Aksesi OECD untuk Transparansi

Kompas.com - 04/10/2024, 10:26 WIB
Dwi NH,
A P Sari

Tim Redaksi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Nasional OECD Indonesia dan Peluncuran Portal Aksesi Indonesia di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (3/10/2024). DOK. Humas Kemenko Perekonomian Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Nasional OECD Indonesia dan Peluncuran Portal Aksesi Indonesia di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (3/10/2024).

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia melakukan berbagai langkah strategis untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Salah satu langkah tersebut adalah memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, termasuk melalui aksesi Organisation for Economic Co-operation and Development ( OECD).

Proses aksesi OECD akan mendukung penyesuaian strategi, kebijakan, dan regulasi yang diperlukan untuk mencapai transformasi struktural dan tujuan Indonesia Emas 2045.

Mengingat kompleksitas proses aksesi yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, pemerintah telah membentuk Tim Nasional OECD yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto. Pembentukan tim ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17 Tahun 2024.

Baca juga: JK: Hanya 3 Orang yang Bisa Menghentikan Perang di Palestina, Pimpinan Hamas, Netanyahu dan Presiden AS

Tim Nasional OECD terdiri dari 64 kementerian atau lembaga (K/L) dan institusi, baik dari unsur pemerintah maupun non-pemerintah.

Mereka akan bekerja sama dengan 26 Komite OECD dan mengikuti 243 instrumen serta standar yang ditetapkan oleh OECD.

"Kami berharap aksesi ini menjadi penggerak pembangunan, peningkatan tata kerja, dan diplomasi yang menyeluruh," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman ekon.go.id, Jumat (4/10/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan saat Airlangga dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Nasional OECD Indonesia dan Peluncuran Portal Aksesi Indonesia di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (3/10/2024).

Baca juga: RI Jadi Negara Pertama Gunakan Digitalisasi dalam Aksesi OECD

Saat ini, Tim Nasional OECD sedang menyusun dokumen Inital Memorandum yang akan berisi penilaian mandiri regulasi Indonesia terhadap standar OECD, yang akan menjadi panduan selama proses aksesi.

Tim tersebut menargetkan pengiriman dokumen pada Desember 2024 untuk mendukung percepatan keanggotaan Indonesia dalam tiga tahun ke depan.

Beberapa kementerian dan lembaga juga telah menunjukkan komitmen dengan membentuk tim kerja dan menyusun worksheet untuk menganalisis kesesuaian regulasi Indonesia dengan instrumen hukum OECD.

Baca juga: ICW Anggap Komposisi 10 Capim KPK Tak Ideal, Setengahnya Aparat Penegak Hukum

Portal Aksesi OECD dan INA OECD

Untuk memastikan proses aksesi yang inklusif dan transparan, pemerintah telah meluncurkan Portal Aksesi OECD dan Informasi Aksesi (INA) OECD sebagai platform digital untuk mendukung kelancaran aksesi Indonesia.

Portal INA OECD akan digunakan untuk kolaborasi dan komunikasi antara pemangku kepentingan, serta diharapkan dapat mempercepat respons dan memfasilitasi kolaborasi yang lebih efisien, termasuk koordinasi dengan pihak OECD.

Semua pemangku kepentingan dapat mengakses perencanaan, melacak kemajuan, menyimpan dokumen digital, dan mengelola kalender secara terstruktur dan aman. Sistem ini juga terbuka untuk masukan dari akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil.

Baca juga: Akademisi dan Pengamat: Indonesia Perlu Cermati Modernisasi Militer dan Diplomasi Pertahanan China

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menekankan bahwa peluncuran Portal Aksesi dan INA OECD adalah langkah konkret untuk mempercepat reformasi di berbagai sektor, termasuk ekonomi, digitalisasi, dan tata kelola pemerintahan.

Dia menambahkan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang menggunakan sistem digital dalam proses aksesi OECD sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kerja sama internasional dan mempercepat reformasi sesuai standar dan rekomendasi OECD.

"Proses aksesi ini kompleks dan melibatkan banyak pemangku kepentingan yang saling terkait. Penggunaan platform digital akan meningkatkan kolaborasi dan komunikasi secara aman dan terstruktur," jelas Airlangga.

Terkini Lainnya
Perekonomian Nasional Sepanjang 2024 Solid, Menko Airlangga: PDP Per Kapita Indonesia Meningkat
Perekonomian Nasional Sepanjang 2024 Solid, Menko Airlangga: PDP Per Kapita Indonesia Meningkat
Kemenko Perekonomian
Terima Delegasi EU-ABC, Menko Airlangga Dorong Iklim Investasi dan Percepatan IEU-CEPA 
Terima Delegasi EU-ABC, Menko Airlangga Dorong Iklim Investasi dan Percepatan IEU-CEPA 
Kemenko Perekonomian
Peran Penting Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan Inovasi untuk Akselerasi Hilirisasi
Peran Penting Perguruan Tinggi dalam Mengembangkan Inovasi untuk Akselerasi Hilirisasi
Kemenko Perekonomian
Januari Gemilang, Inflasi Volatile Food Tetap Terkendali dan PMI Ekspansi Lebih Tinggi
Januari Gemilang, Inflasi Volatile Food Tetap Terkendali dan PMI Ekspansi Lebih Tinggi
Kemenko Perekonomian
Inflasi pada 2024 Terjaga dalam Target, Menko Airlangga: Dukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional 
Inflasi pada 2024 Terjaga dalam Target, Menko Airlangga: Dukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional 
Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga dan Menteri Energi dan Infrastruktur Persatuan Emirat Arab Bahas Kerja Sama Sektor Energi
Menko Airlangga dan Menteri Energi dan Infrastruktur Persatuan Emirat Arab Bahas Kerja Sama Sektor Energi
Kemenko Perekonomian
Kinerja Ekonomi di 100 Hari Pemerintahan Prabowo, Menko Airlangga: Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Aspek Utama
Kinerja Ekonomi di 100 Hari Pemerintahan Prabowo, Menko Airlangga: Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Ekonomi Jadi Aspek Utama
Kemenko Perekonomian
Bertemu Menteri Piyush Goyal, Menko Airlangga Dorong Penyelesaian Isu Teknis untuk Tingkatkan Perdagangan Indonesia–India
Bertemu Menteri Piyush Goyal, Menko Airlangga Dorong Penyelesaian Isu Teknis untuk Tingkatkan Perdagangan Indonesia–India
Kemenko Perekonomian
Kemenko Perekonomian Evaluasi Berkala Capaian PSN, Termasuk Tropical Coastland di Banten
Kemenko Perekonomian Evaluasi Berkala Capaian PSN, Termasuk Tropical Coastland di Banten
Kemenko Perekonomian
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional, Pemerintah Optimalisasi Kebijakan DHE SDA  
Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Nasional, Pemerintah Optimalisasi Kebijakan DHE SDA  
Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Tegaskan PSN di PIK 2 Hanya untuk Ekowisata Tropical Coastland
Menko Airlangga Tegaskan PSN di PIK 2 Hanya untuk Ekowisata Tropical Coastland
Kemenko Perekonomian
Menangi Sengketa Sawit di WTO, Menko Airlangga: Bukti Indonesia Bisa Fight dan Menang
Menangi Sengketa Sawit di WTO, Menko Airlangga: Bukti Indonesia Bisa Fight dan Menang
Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga dan Financial Secretary Hong Kong Dorong Investasi serta Jajaki Kerja Sama Strategis
Menko Airlangga dan Financial Secretary Hong Kong Dorong Investasi serta Jajaki Kerja Sama Strategis
Kemenko Perekonomian
Kinerja Perekonomian Nasional Tangguh, Inflasi Terkendali dan PMI Manufaktur Ekspansif pada Akhir 2024
Kinerja Perekonomian Nasional Tangguh, Inflasi Terkendali dan PMI Manufaktur Ekspansif pada Akhir 2024
Kemenko Perekonomian
Transaksi Belanja Murah Akhir 2024 Capai Puluhan Triliun Rupiah, Didominasi Penjualan Produk Lokal
Transaksi Belanja Murah Akhir 2024 Capai Puluhan Triliun Rupiah, Didominasi Penjualan Produk Lokal
Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke