Inggris Dukung dan Berbagi Pengalaman untuk Keanggotaan Indonesia di CPTPP

Kompas.com - 01/05/2024, 14:45 WIB
Hotria Mariana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Menteri Negara Inggris untuk Indo-Pasifik Anne-Marie Trevelyan menyampaikan keinginan Indonesia untuk bergabung dengan Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik ( CPTPP).

CPTPP atau TPP-11 merupakan perjanjian perdagangan yang melibatkan 11 negara, yaitu Australia, Brunei, Kanada, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

Perjanjian itu merupakan pengembangan dari Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) yang tidak diratifikasi karena penarikan diri Amerika Serikat. Kesebelas anggotanya memiliki ekonomi yang mewakili 13,4 persen dari produk domestik bruto global atau sekitar 13,5 triliun dollar AS.

CPTPP menjadi salah satu area perdagangan bebas terbesar di dunia berdasarkan produk domestik bruto (PDB).

Baca juga: Bertemu Mendag Inggris, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama JETCO dan Energi Bersih

Airlangga menyatakan bahwa partisipasi aktif Indonesia dalam berbagai forum dan perjanjian internasional, seperti G20, ASEAN, RCEP, APEC, IORA, dan IPEF akan semakin membuka peluang kerja sama saling menguntungkan dan mendorong investasi.

"Dari hasil tinjauan awal terhadap 30 bab aturan CPTPP, sekitar 70 persen aturan domestik sudah selaras," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (1/5/2024).

Hal itu, lanjut Airlangga, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menyelesaikan proses aksesi dengan mudah.

Dalam pertemuan dengan Menteri Negara Inggris untuk Indo-Pasifik Anne-Marie Trevelyan, Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Kemenko Perekonomian Edi Pambudi, dan Staf Ahli Kemenko Perekonomian Rizal Edwin Manangsang.Dok. Kemenko Perekonomian Dalam pertemuan dengan Menteri Negara Inggris untuk Indo-Pasifik Anne-Marie Trevelyan, Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Kemenko Perekonomian Edi Pambudi, dan Staf Ahli Kemenko Perekonomian Rizal Edwin Manangsang.

Pada akhir Maret 2024, Inggris bergabung dengan CPTPP. Ini menjadi kesepakatan perdagangan terbesar Inggris sejak Brexit.

Hal tersebut sekaligus menjadikan Inggris berada di pusat kelompok ekonomi Pasifik yang dinamis dan berkembang. Pengalaman Inggris dalam bergabung dengan CPTPP akan menjadi sumber pembelajaran bagi Indonesia.

Sebagai negara besar dengan modalitas yang kuat, Indonesia harus memanfaatkan berbagai peluang kerja sama untuk memperkuat ekonomi domestik.

Saat ini, Indonesia tengah memulai proses aksesi keanggotaan OECD dengan dukungan 38 negara, termasuk Inggris.

Anne menegaskan bahwa Inggris mendukung niat Indonesia untuk menjadi anggota OECD dan CPTPP.

"Kami siap berbagi pengalaman dan membantu Indonesia menjalani proses aksesi," ungkap Menteri Anne.

Baca juga: Inggris Bakal Gabung dengan 11 Negara Asia Pasifik di Perjanjian Dagang CPTPP

Lebih lanjut, Anne menyarankan untuk membangun kesamaan pandangan dan melibatkan dunia usaha untuk memanfaatkan perjanjian perdagangan serta mendapatkan nilai tambah dalam jangka panjang.

Pertemuan Airalangga dengan Anne merupakan kunjungan balasan atas kunjungannya ke Jakarta pada Kamis (29/2/2024). Keduanya juga menjajaki berbagai potensi kerja sama, terutama terkait produksi nikel dan mineral penting lainnya, pembangunan energi terbarukan, dan penguatan rantai pasok.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga didampingi oleh Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga, Duta Besar RI untuk Inggris Desra Percaya, Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Kemenko Perekonomian Edi Pambudi, dan Staf Ahli Kemenko Perekonomian Rizal Edwin Manangsang.

Terkini Lainnya
Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Indonesia Perkuat Daya Saing dan Ketahanan Ekonomi lewat Aksesi OECD

Kemenko Perekonomian
AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

AZEC Summit, Menko Airlangga Paparkan Kerja Sama Indonesia-Jepang Lawan Krisis Energi Global

Kemenko Perekonomian
Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Hadiri FGD UGM, Menko Airlangga Soroti Kekuatan Ekonomi dan Diplomasi Perdagangan Indonesia

Kemenko Perekonomian
ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

ADB dan FTSE Russell Beri Sinyal Positif, Investor Global Percaya Fundamental RI

Kemenko Perekonomian
Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Pengiriman Perdana Bumbu Pasta dan Makanan RTE Tandai Awal Pengelolaan Ekonomi Haji dan Umrah Terintegrasi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Pemerintah Perkuat Kemitraan Indonesia–Republik Korea melalui 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun

Kemenko Perekonomian
Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kunjungan Presiden ke Jepang dan Korea Selatan Tambah Komitmen Investasi hingga Rp 574 Triliun

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Indonesia-Jepang Jalin Kemitraan Strategis, Bergerak Maju dan Berkelanjutan di Masa Depan

Kemenko Perekonomian
Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Konsumsi Masyarakat Meningkat Selama Mudik Lebaran, Perputaran Uang Diperkirakan Rp 148 Triliun

Kemenko Perekonomian
Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Optimis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS, Kemenko Perekonomian: Kita Miliki Data

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Pemerintah Indonesia Optimistis Hadapi Investigasi Section 301 oleh AS

Kemenko Perekonomian
Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Ekonomi RI Tangguh di Tengah Badai Global, Kemenko Perekonomian Beberkan Indikatornya

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Pemerintah Pastikan Stabilitas Ekonomi Nasional Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Global

Kemenko Perekonomian
Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Aktivitas Mudik Idulfitri 2026 Diprediksi Tingkatkan Perputaran Ekonomi Nasional

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com