Implementasikan AZEC, Menko Airlangga Saksikan Penandatanganan Dokumen Perjanjian 3 Proyek Prioritas

Kompas.com - 19/12/2023, 11:10 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pertemuan bilateral antara Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida di Kantor PM Jepang, Tokyo, Jepang, Sabtu (16/12/2023), membahas tiga proyek prioritas dalam bidang transisi energi di bawah kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Ketiga proyek prioritas tersebut, yaitu pembangunan Pembangkit Listrik Geothermal atau Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Muara Laboh, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Legok Nangka, dan pengelolaan lahan gambut untuk komoditas pangan di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Guna menindaklanjuti hasil pembahasan kedua kepala negara, pemerintah bersama sektor swasta dari kedua negara telah berkomitmen untuk melaksanakan proyek-proyek tersebut.

Baca juga: Menlu Belanda Hanke Bruins Slot Kunjungi Indonesia, Perkuat Kerja Sama Kedua Negara

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan Menteri Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang Saito Ken menyaksikan penandatanganan beberapa dokumen perjanjian sebagai langkah konkret implementasi dari AZEC di Kantor METI, Tokyo, Jepang, Senin (18/12/2023).

Dalam rangka pelaksanaan proyek, komitmen yang telah dituangkan dalam penandatanganan antara lain, mencakup power purchase agreement (PPA) atau perjanjian jual beli listrik untuk PLTP Muara Laboh.

PPA PLTP Muara Laboh mengatur kontrak antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN) dan PT Supreme Energy Muara Laboh, yang menetapkan pembelian tenaga listrik oleh PLN dari PLTP dan harga patokan pembelian tenaga listrik tersebut.

Baca juga: Taman Margasatwa Ragunan Olah Kotoran Hewan Jadi Tenaga Listrik

Selain itu, terdapat penandatanganan memorandum of understanding (MoU) tentang Perlakuan Kredit Karbon untuk PLTSa Legok Nangka antara PLN dengan Konsorsium Sumitomo Corporation-PT Energia Prima Nusantara Hitachi Zosen.

Melalui MoU tersebut, diatur pembagian kredit karbon yang dihasilkan oleh proyek antara Indonesia dan Jepang, dan proyek ini diadopsi sebagai bagian dari Japan Fund for the Joint Crediting Mechanism (JF-JCM) oleh Asian Development Bank (ADB).

Selanjutnya, dilakukan juga penandatanganan Kesepahaman Awal antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), PLN, dan Sumitomo Corporation mengenai pelaksanaan kerja sama untuk PLTSa Legok Nangka.

Dalam rangka kesepakatan kerja sama tersebut, Pemprov Jabar, PLN, dan Sumitomo Corporation akan bekerja sama dalam mengatasi sejumlah isu yang terkait dengan pembangunan PLTSa Legok Nangka.

Baca juga: Ribut di Pemda gara-gara PLTSa dan Solusi “Bisnis Ajaib” Stranas PK

Kerja sama itu mencakup upaya untuk meningkatkan kapasitas, memberikan edukasi publik terkait manajemen sampah, dan menjaga volume serta kualitas sampah yang akan diolah di PLTSa Legok Nangka.

Pada kesempatan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pelaksanaan proyek Waste to Energy (WTE) di Legok Nangka, Jabar, didasarkan pada pertimbangan bahwa PLTSa merupakan solusi yang efektif dalam mengolah sampah dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“PLTSa diharapkan dapat mengatasi masalah sampah di perkotaan dengan mengelola limbah dan menggunakannya sebagai sumber daya energi terbarukan,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman ekon.go.id, Selasa (19/12/2023).

Sebagai informasi, dalam penandatanganan tersebut, Airlangga didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dan Penjabat (Pj) Gubernur Jabar Bey Triadi Machmudin.

Terkini Lainnya
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com