Menko Airlangga Sebut RI Punya Modal Besar Capai Indonesia Emas 2045

Kompas.com - 11/12/2023, 18:58 WIB
F Azzahra,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengatakan, Republik Indonesia (RI) memiliki modalitas yang besar untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045 melalui ketahanan ekonomi yang kuat di tengah kondisi global.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah kembali di level sebelum pandemi Covid-19, yakni kisaran 5 persen selama 8 kuartal berturut-turut dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia," kata Ailangga dalam acaraf Ekon Goes to Campus yang digelar di Bandar Lampung, Senin (11/12/2023).

Pemerintah pun, kata dia, terus mendorong optimalisasi hilirisasi melalui dukungan sumber daya alam Indonesia, seperti agrikultur dan mineral.

Ia mengatakan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (Permen) Nomor 36 tahun 2023 tentang Devisa Hasil Ekspor dalam rangka menjalankan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33 Ayat 3 Tentang Bumi, Air, Dan Kekayaan Alam Yang Terkandung di dalamnya Dikuasai Oleh Negara Dan Dimanfaatkan untuk Kemakmuran Rakyat.

Baca juga: Kala Kemenko Perekonomian dan Kemendag Saling “Lempar Batu” soal Utang Minyak Goreng... 

"Kekayaan alam bukan hanya barang yang dikilokan, melainkan besaran dari nilai rupiahnya. Itu yang harus dimanfaatkan untuk kepentingan negara," ucap Airlangga dalam siaran persnya.

Lebih lanjut, Airlangga menjabarkan tentang pencapaian pemerintah dalam menghadapi kondisi ketidakpastian global, seperti keberhasilan dalam penanganan Covid-19 dan kesuksesan dalam Presidensi G20 Indonesia dan Chairmanship Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) 2023.

"Kepemimpinan di ASEAN, G20, Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) harus dilanjutkan, karena berhubungan dengan sosial politik dan hubungan internasional. Politik luar negeri saat ini adalah politik ekonomi, sehingga yang perlu ditekankan adalah aspek ekonomi," tegas Airlangga.

Baca juga: Kunjungi Markas Besar OECD, Kemenko Perekonomian Diskusikan Langkah-Langkah Aksesi Indonesia pada OECD

 

Ekon Goes to Campus

Kemenko Perekonomian gelar acara Ekon Goes To Campus yang dihadiri ratusan mahasiswa dari 28 universitas di Indonesia.DOK. Kemenko Perekonomian Kemenko Perekonomian gelar acara Ekon Goes To Campus yang dihadiri ratusan mahasiswa dari 28 universitas di Indonesia.

Terkait Ekon Goes to Campus, kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian sebagai upaya untuk melakukan diseminasi berbagai kebijakan pemerintah guna meningkatkan pemahaman publik mengenai pemanfaatan bonus demografi, 

Menko Airlangga pun mengaku senang bisa berada di tengah ratusan mahasiswa ilmu politik yang berasal dari 28 universitas di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini penting untuk generasi muda dalam menghadapi dan mempersiapkan pembangunan di masa yang akan datang," kata Airlangga Hartanto.

Kegiatan Ekon Goes to Campus berlangsung secara interaktif dan mendapat antusias mahasiswa.

Hal ini terlihat dari sesi diskusi atau tanya jawab yang membahas tentang peran mahasiswa dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Mahasiswa bisa berperan aktif di kancah global guna memperjuangkan kepentingan nasional dan peluang mereka di masa depan.

"Tentu kami akan mendorong segala hal yang berpotensi untuk memajukan Indonesia. Ini adalah kesempatan bagi generasi muda untuk tampil dalam memimpin Indonesia di 20 tahun kedepan," ujar Airlangga.

Selain Menko Airlangga, acara tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Lampung, Wali Kota Metro, Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Kepala Sub Bagian (Kasudit) Politik Direktorat Intelkam (Dit Intelkam) Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Bandar Lampung, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi dan Kota, jajaran pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, dan civitas academ

Terkini Lainnya
Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Antisipasi Investigasi USTR, Pemerintah Indonesia Siapkan Argumentasi dan Bukti Kuat

Kemenko Perekonomian
Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Antisipasi Dampak Konflik Global, Menko Airlangga Dorong Penguatan Pariwisata sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Pemerintah Dorong Kolaborasi Asia-Oseania untuk Perkuat Ekonomi Digital Berkelanjutan

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Tegaskan

Pemerintah Tegaskan "Agreement on Reciprocal Trade" Tetap Jadi Pegangan Hubungan Perdagangan Indonesia–AS

Kemenko Perekonomian
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Industri, Energi Bersih, dan Teknologi

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Menko Airlangga Dorong Asia Perkuat Multilateralisme dan Kerja Sama Regional di Tokyo Conference 2026

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Pemerintah Pastikan ART Indonesia–AS Perkuat Ekspor Nasional dan Tetap dalam Koridor Kedaulatan Negara

Kemenko Perekonomian
Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Temui MUI, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Jaminan Produk Halal dalam Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Kemenko Perekonomian
Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Di Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden Prabowo Janji Permudah Ekspor dan Regulasi untuk Tumbuhkan Ekonomi

Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat

Presiden Prabowo Tekankan Pentingnya Semangat "Indonesia Incorporated" untuk Perkuat Daya Saing dan Perekonomian Nasional

Kemenko Perekonomian
Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Ekonomi Indonesia Siap Lepas Landas, Pemerintah Perkuat Mesin Pertumbuhan Nasional

Kemenko Perekonomian
Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

Kemenko Perekonomian
Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Pemerintah Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah untuk Tekan Arus Keluar Devisa

Kemenko Perekonomian
Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Menko Airlangga: Transformasi Ekonomi Hijau Butuh Landasan Makro yang Kokoh

Kemenko Perekonomian
Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Indonesia Tegaskan Posisi di Kancah Global Lewat Kesepakatan IEU–CEPA dan ICA–CEPA

Kemenko Perekonomian
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com