Pengukuhan Duta Orangtua Hebat Nasional, Upaya BKKBN Dorong Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan Anak

Kompas.com - 12/12/2024, 16:14 WIB
Dwinh,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com  - Di Indonesia, sekitar 20,9 persen anak kehilangan kehadiran ayah mereka akibat perceraian, kematian, atau pekerjaan ayah yang jauh dari keluarga. Kenyataan ini mencerminkan tantangan besar dalam pengasuhan anak.

Meski banyak yang melihat peran ayah sebagai penyedia utama dalam keluarga, keterlibatan emosional dan psikologis ayah sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Untuk memperkuat kesadaran mengenai hal tersebut, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Doktor (Dr) Wihaji mengukuhkan Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal (Mayjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Rudi Puruwito, serta Ketua Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana XVII/Cenderawasih, Agustin Rudi Puruwito sebagai Duta Orangtua Hebat Nasional.

Pengukuhan tersebut dilakukan melalui penyematan selempang dalam acara "Menuju Taman Asuh Anak (Tamasya) dan Gerakan Ayah Teladan (Gate)" di Auditorium  Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Rabu (11/12/2024). Acara ini juga disiarkan secara virtual dan diikuti oleh jajaran serta mitra terkait di perwakilan BKKBN provinsi.

Baca juga: BKKBN Sebut Otak Anak Stunting Masih Bisa Berkembang hingga 20 Tahun

Wihaji menegaskan bahwa peran ayah dalam pengasuhan tidak bisa hanya dibatasi pada pemberian nafkah, tetapi juga mencakup dukungan emosional dan psikologis bagi anak.

“Saya meyakini, jika ada sentuhan psikis, hubungan antara orangtua dan anak akan lebih panjang,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis (12/12/2024).

Keberadaan ayah yang tidak hanya mendukung secara ekonomi, tetapi juga hadir secara emosional dapat memperkuat ikatan antara orangtua dan anak.

Dalam masyarakat modern, banyak keluarga yang menghadapi tantangan pengasuhan anak, terutama di kota besar, di mana kedua orangtua sering kali bekerja dan tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan perhatian yang dibutuhkan oleh anak-anak mereka.

Baca juga: Peringati Hari HAM, APRIL Group Tingkatkan Akses Kesehatan dan Pendidikan Anak-anak di Riau

"Kami sudah bekerja sama dengan lima kementerian untuk menyiapkan 'daycare', karena salah satu masalah di kota besar adalah bagaimana memastikan anak tetap mendapat perhatian meskipun orangtua bekerja," kata Wihaji.

Kerja sama antar kementerian ini semakin diperkuat dengan penandatanganan Surat Edaran Bersama mengenai pembentukan dan penyelenggaraan tempat penitipan anak.

Kolaborasi tersebut melibatkan Kemendukbangga/BKKBN, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Sosial (Kemensos), serta Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Meskipun ada banyak upaya untuk memperbaiki pengasuhan anak di Indonesia, data menunjukkan bahwa peran ayah masih sangat terbatas.

Baca juga: Jangan Keliru! Peran Ayah dalam Keluarga Tak Sekadar Pencari Nafkah

Berdasarkan data UNICEF pada 2021, sekitar 20,9 persen anak-anak Indonesia kehilangan sosok ayah, baik karena perceraian, kematian, maupun pekerjaan yang jauh dari keluarga.

Survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021 mengungkapkan bahwa hanya 37,17 persen anak usia 0-5 tahun yang diasuh oleh kedua orangtua kandung secara bersamaan. Hal ini menciptakan kesenjangan dalam pengasuhan, terutama dari sisi ayah yang berdampak pada perkembangan anak.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan, seperti AKSI PASTI, Gerakan Ayo Ikut ke BKB, SIBIMA BKB EMAS, De’Best di 1000 HPK, BKB Holistik Integratif Unggulan, serta Kades/Lurah Cinta BKB TPK Hebat, dan Poster AKS.

Terkini Lainnya
Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Kemendukbangga/BKKBN
Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Kemendukbangga/BKKBN
Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Kemendukbangga/BKKBN
Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Kemendukbangga/BKKBN
Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Kemendukbangga/BKKBN
Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Kemendukbangga/BKKBN
Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga/BKKBN
 Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Kemendukbangga/BKKBN
Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Kemendukbangga/BKKBN
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Kemendukbangga/BKKBN
Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Kemendukbangga/BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kemendukbangga/BKKBN
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Kemendukbangga/BKKBN
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Kemendukbangga/BKKBN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com