Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Kompas.com - 22/04/2025, 20:55 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui peluncuran Gerakan Ayah Teladan Indonesia ( GATI). 

Program tersebut secara resmi diluncurkan oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN) Wihaji, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini di Gedung Islamic Center, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (21/4/2025).

GATI hadir sebagai respons terhadap rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak di Indonesia. 

Wihaji menyebut bahwa fenomena “ fatherless” atau ketiadaan figur ayah dalam kehidupan anak-anak, baik secara fisik maupun emosional, merupakan masalah serius yang perlu ditangani secara sistematis.

“GATI adalah bagian dari emansipasi pria. Jika Kartini dahulu memperjuangkan kesetaraan untuk perempuan, kini saatnya laki-laki juga mengambil peran yang setara dalam rumah tangga. Kehadiran ayah sangat penting bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya melalui siaran pers, Selasa (22/4/2025).

Baca juga: Kisah Veronica Ubah Persoalan Tumbuh Kembang Anak Jadi Dungeon Boardgame Cafe

Wihaji menjelaskan, GATI bukan sekadar simbol, melainkan gerakan strategis untuk mendorong ayah agar aktif hadir dalam pengasuhan anak, mendampingi remaja, dan berbagi tanggung jawab domestik bersama pasangan.

Data dari United Nations Children's Fund (UNICEF) menunjukkan, sekitar 20,9 persen anak di Indonesia tidak memiliki figur ayah yang hadir. 

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan hanya 37,17 persen anak usia 0–5 tahun yang diasuh oleh kedua orangtua secara bersamaan.

“Selama ini, peran ayah sering kali kurang mendapat perhatian dibandingkan peran ibu. Ayah kerap diposisikan hanya sebagai pencari nafkah, sementara tanggung jawab pengasuhan dan pendidikan anak lebih banyak dibebankan kepada ibu,” jelas Wihaji.

Akibatnya, lanjut dia, terjadi ketimpangan peran dalam keluarga yang berdampak pada tumbuh kembang anak.

Baca juga: Cabuli Anak 10 Tahun Saat Belanja di Kios, Pria di Ambon Jadi Tersangka

Strategi utama implementasi GATI

Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam peluncuran Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Gedung Islamic Center, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (21/4/2025).DOK. Kemendukbangga/BKKBN Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam peluncuran Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Gedung Islamic Center, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin (21/4/2025).

Untuk mengimplementasikan GATI secara luas, Wihaji mengungkapkan, Kemendukbangga/BKKBN merancang empat pendekatan utama.

Pertama, kata dia, layanan konseling digital melalui portal Siapnikah dan Satyagatra.

Kedua, pendekatan komunitas lewat konsorsium Kompak Tenan (Komunitas Penggiat Ayah Teladan),” imbuh Wihaji.

Ketiga, lanjut dia, program Desa/Kelurahan Ayah Teladan (Dekat) di Kampung Keluarga Berkualitas.

Keempat, Sekolah Bersama Ayah (Sebaya) sebagai basis edukasi di lingkungan sekolah.

Baca juga: Pemprov Jabar Usulkan 2 Lokasi di Sumedang untuk Sekolah Rakyat

Seluruh pendekatan tersebut diarahkan untuk membentuk budaya pengasuhan yang setara, mendorong keterlibatan ayah tidak hanya di rumah, tapi juga di lingkungan sosial anak.

GATI ditargetkan menjangkau 1,84 juta ayah atau 5,58 persen dari jumlah kepala keluarga laki-laki usia 15 hingga 49 tahun pada 2025. 

“Penilaian ayah teladan didasarkan pada empat dimensi utama, yaitu interaksi, aksesibilitas, tanggung jawab, dan keterlibatan dalam aktivitas rumah tangga,” ucap Wihaji.

Untuk memantau dampak program, Kemendukbangga/BKKBN telah mengembangkan portal GATI, sebagai platform pelaporan dan pendampingan kegiatan yang dijalankan dari tingkat kabupaten atau kota hingga provinsi.

Baca juga: KPK Geledah Kantor Dinas Perkim di Kabupaten Lampung Tengah

Peran ayah hadirkan generasi tangguh

Melalui GATI, Wihaji berharap muncul generasi ayah masa depan yang aktif dalam pengasuhan, setara dalam peran rumah tangga, serta menjadi panutan bagi anak-anaknya. 

Hal itu juga dinilai sebagai langkah strategis dalam menghadapi fenomena “generasi strawberry” sebuah istilah yang menggambarkan generasi muda yang mudah rapuh dalam tekanan.

“Melalui GATI, kami ingin membangun kesadaran bahwa kehadiran ayah dalam proses tumbuh kembang anak dan pendampingan remaja sangat penting,” ucap Wihaji. 

Kehadiran tersebut, menurutnya, menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas dan melahirkan generasi yang berkarakter serta berdaya saing.

Baca juga: Ketika Leluhur Jawa Disebut Pengguna Kayu Jati, tapi Generasi Masa Kini Hanya Pengguna Kayu Mahoni...

Dengan meningkatnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, diharapkan keluarga Indonesia menjadi lebih kuat, dan anak-anak tumbuh sebagai pribadi unggul, sehat secara fisik, mental, dan sosial. 

“Ayah memegang peran penting sebagai pilar ketahanan keluarga, yang pada akhirnya memperkuat fondasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Melalui GATI, lanjut dia, diharapkan tercipta budaya baru dalam masyarakat, yakni bahwa keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan menjadi norma sosial yang diterima dan dijunjung tinggi.

Baca juga: Maia Estianty Bantah Anak Kehilangan Figur Ayah Usai Cerai dari Ahmad Dhani

Vasektomi serentak di 34 provinsi

Dalam peluncuran GATI, Kemendukbangga/BKKBN juga menggelar kampanye pelayanan vasektomi serentak di seluruh provinsi sebagai simbol kesetaraan dalam perencanaan keluarga.

“Ini (vasektomi) adalah wujud cinta, komitmen, dan kesetaraan dalam perencanaan keluarga,” ujar Wihaji.

Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan menyampaikan kepada seluruh ayah di Indonesia.

Baca juga: Bisakah Kucing dan Burung Hidup Bersama di Rumah?

“Menjadi ayah bukan hanya soal hadir di rumah, tapi hadir di hati anak-anak kita. Teladan bukan soal kesempurnaan, tapi tentang keterlibatan dan ketulusan,” ucap Wihaji.

Ia mengajak seluruh ayah di Indonesia untuk memulai langkah-langkah kecil: membantu istri, mendengarkan anak, hadir di saat penting, dan membangun komunikasi yang hangat.

“Keluarga yang kuat dimulai dari ayah yang peduli dan mau berbagi,” imbuh Wihaji.

Terkini Lainnya
Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Menteri Wihaji Tinjau Program MBG dan Tamasya di Kepri, Tegaskan Komitmen Bangun Keluarga Sejahtera

Kemendukbangga/BKKBN
Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Fondasi Indonesia Emas 2045, Wamen Isyana Paparkan Strategi Prabowo-Gibran Bangun SDM Unggul di Forum Global

Kemendukbangga/BKKBN
Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Bukan Sekadar Alat, Kontrasepsi Adalah Gerbang Menuju Indonesia Emas 2045

Kemendukbangga/BKKBN
Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Young Health Summit 2025, BKKBN Tekankan Pentingnya Remaja Sehat Mental dan Fisik

Kemendukbangga/BKKBN
Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Peringati Harganas Ke-32, BKKBN Hadirkan Kirab Bangga Kencana

Kemendukbangga/BKKBN
Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Sambut Harganas, BKKBN Targetkan 1 Juta Akseptor dalam Pelayanan KB Serentak se-Indonesia

Kemendukbangga/BKKBN
Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga Susun Peta Jalan Pembangunan Kependudukan, Konsorsium Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan

Kemendukbangga/BKKBN
 Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Bantu Perempuan Tetap Produktif Usai Punya Anak, Kemendukbangga Luncurkan Program Tamasya

Kemendukbangga/BKKBN
Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Hadapi Fase Krusial Bonus Demografi, Kemendukbangga: Pembangunan Manusia Indonesia Dimulai dari Keluarga

Kemendukbangga/BKKBN
Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, BKKBN Canangkan Pelayanan KB Serentak 1 Juta Akseptor

Kemendukbangga/BKKBN
Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Tingkatkan Peran Ayah dalam Keluarga, Menteri Wihaji Luncurkan Program GATI

Kemendukbangga/BKKBN
Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN Resmi Gelar Pelatihan Teknis Substantif Kampung Keluarga Berkualitas 2025

Kemendukbangga/BKKBN
Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Tinjau SPPG di Bogor, Wamendukbangga Tegaskan Pentingnya Program MBG untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045

Kemendukbangga/BKKBN
Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Wamen Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Monitor Program Genting di Tanah Papua

Kemendukbangga/BKKBN
Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Menteri Wihaji Kunjungi Bangli, Pantau Langsung Keluarga Risiko Stunting

Kemendukbangga/BKKBN
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com