Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kompas.com - 18/12/2025, 17:15 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com - Di pelataran PT Orimba Alam Kreasi, deretan kontainer bersiap diberangkatkan menuju Pelabuhan Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Kontainer-kontainer tersebut membawa muatan berharga berupa kayu lapis atau plywood yang telah diproses secara teliti oleh para pekerja.

Tumpukan kayu lapis berwarna cokelat keemasan yang tersusun rapi itu menjadi bukti kerja keras pelaku usaha lokal dalam meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk agar memenuhi standar internasional.

Sebanyak dua kontainer kayu lapis produksi PT Orimba Alam Kreasi dilepas untuk tujuan ekspor ke Korea Selatan (Korsel). Namun, kayu lapis bukanlah satu-satunya komoditas unggulan Kaltim yang dilepas pada kesempatan ini.

Sejumlah produk lain turut menyusul, antara lain komoditas boga bahari berupa kepiting dan ikan beku dari Persekutuan Komanditer (Commanditaire Vennootschaap/CV) Tiga A, produk karet dari Multi Kusuma Cemerlang, serta pakan ternak dari Julong Indonesia yang masing-masing menyasar pasar Republik Rakyat China (RRC).

Sementara itu, Naghari Salingka Bahari Albarokah juga ambil bagian dengan mengekspor produk arang dan damar batu ke Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan Bangladesh.

Baca juga: Briket Arang Kelapa: Limbah Jadi Komoditas Ekspor

Beragam komoditas tersebut membawa nama Kaltim ke pasar global, membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah, serta berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dengan total nilai transaksi mencapai 2.274.692 dollar Amerika Serikat (AS), ekspor kali ini didominasi produk berbasis potensi alam setempat.

Kendati demikian, daya tarik produk tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam (SDA), melainkan juga pada proses pengolahan yang dijalankan secara bertanggung jawab sesuai prinsip keberlanjutan, sebuah persyaratan yang semakin krusial di pasar internasional.

PT Orimba Alam Kreasi, misalnya, dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, konsisten menerapkan praktik penggunaan lahan yang bertanggung jawab.

Upaya tersebut mencakup konservasi hutan dan keanekaragaman hayati, serta pembangunan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar hutan dalam rantai pasok perusahaan.

Baca juga: Menperin: Industri Dalam Negeri Siap Masuk Rantai Pasok Haji dan Umrah

“Kami telah menyaksikan tiga siklus rotasi hutan dan membuktikan secara langsung bahwa hutan yang dikelola secara berkelanjutan dapat menghadirkan nilai ekonomi tanpa mengorbankan keseimbangan ekologis,” ujar Chief Operation Officer (COO) PT Orimba Alam Kreasi, Andre Sunarko, dalam sambutannya, seperti dikutip dari laman kemendag.go.id, Kamis (18/12/2025).

Ia menambahkan, PT Orimba Alam Kreasi juga memiliki program Kemitraan Hutan Berkelanjutan (Sustainable Forest Partnership Program/SFPP) untuk mendukung pihak ketiga dalam mengelola dan melindungi hutan mereka.

Kemitraan berkelanjutan dengan petani lokal

Komitmen serupa juga disampaikan oleh Naghari Salingka Bahari Albarokah yang menekankan pentingnya kemitraan saling menguntungkan dengan petani dan pengumpul lokal.

Dengan menjaga kualitas produk yang konsisten serta pengadaan yang etis, daya saing produk di pasar global semakin meningkat.

Direktur Naghari, Muhammad Fachry Al Farazi, menjelaskan bahwa dua komoditas yang dilepas, yakni arang kayu halaban dan damar batu, merupakan hasil diversifikasi produk yang ternyata diminati sejumlah negara di Asia Selatan.

Baca juga: Suku Batak di Sumatera Utara, Nenek Moyangnya dari Asia Selatan

“Misi kami adalah memberdayakan komunitas pedesaan sekaligus menghubungkan keanekaragaman hayati Kalimantan Timur dengan dunia melalui layanan ekspor yang profesional," ucapnya.

Selain itu, lanjut Fachry, Naghari juga ingin menunjukkan bahwa hasil bumi yang tampak sederhana pun memiliki potensi ekspor dan dapat menjadi sumber pendapatan.

Sementara itu, CV Tiga A atau Atlas Agung Abadi yang bergerak di sektor boga bahari sejak 2018 menyoroti pentingnya sertifikasi, kelengkapan legalitas, serta harga yang kompetitif untuk mampu bersaing di pasar global.

Pada 2021, CV Tiga A menerima penghargaan dari Gubernur Kaltim sebagai usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berhasil menembus pasar ekspor, salah satunya melalui capaian ekspor tujuh ton kepiting bakau ke RRC pada tahun tersebut.

Terkait pelepasan ekspor kali ini, Direktur CV Tiga A, Sumaryono, menyampaikan apresiasi dan antusiasmenya.

Baca juga: Lepas Ekspor Rp 980 Miliar, Mendag Sebut Ada Kontribusi Kopdes Merah Putih

“Pelepasan ekspor serentak ini memberikan sorotan bagi para pelaku ekspor daerah dan menjadi bentuk dukungan nyata dari pemerintah,” imbuhnya.

Pelepasan ekspor nasional di delapan provinsi

Pelepasan ekspor di Samarinda ini merupakan bagian dari kegiatan nasional yang dilaksanakan secara serentak di tujuh provinsi lain dan dipimpin oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dari Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar).

Enam daerah lainnya meliputi Mojokerto (Jawa Timur), Semarang (Jawa Tengah), Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta/DIY), Makassar (Sulawesi Selatan), Badung (Bali), dan Batam (Kepulauan Riau).

Kegiatan di Samarinda dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Perdagangan (BKPerdag) Kemendag, Johni Martha.

Dalam sambutannya, Johni menegaskan bahwa ekspor merupakan instrumen strategis, tidak hanya sebagai sumber devisa, tetapi juga sebagai penggerak industrialisasi dan penciptaan lapangan kerja.

Baca juga: Indonesia Bangun Pusat IVF Kelas Dunia di Bali, Tahan Devisa Rp 86 T

Menurutnya, setiap kontainer ekspor yang dilepas menjadi simbol kepercayaan dunia terhadap produk Indonesia sekaligus membawa pesan optimisme bahwa Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi terus melangkah maju.

Pelepasan ekspor ini diharapkan kembali menegaskan bahwa aktivitas ekspor tidak hanya milik perusahaan besar, melainkan juga terbuka bagi pelaku usaha daerah yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kualitas.

Terkini Lainnya
Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Kemendag
Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis

Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis

Kemendag
Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

Kemendag
Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kemendag
Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

Kemendag
Mendag Busan: Indonesia Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Mendag Busan: Indonesia Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Kemendag
Mendag Busan Serahkan Penghargaan Good Design Indonesia 2025 kepada 51 Produk

Mendag Busan Serahkan Penghargaan Good Design Indonesia 2025 kepada 51 Produk

Kemendag
Lewat Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Perkuat Fondasi Ekosistem Perdagangan

Lewat Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Perkuat Fondasi Ekosistem Perdagangan

Kemendag
Transaksi “Business Matching” UMKM Januari–Oktober 2025 Capai 130,17 Juta Dollar AS

Transaksi “Business Matching” UMKM Januari–Oktober 2025 Capai 130,17 Juta Dollar AS

Kemendag
JMFW 2026 Catat Transaksi 19,51 Juta Dollar, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing

JMFW 2026 Catat Transaksi 19,51 Juta Dollar, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing "Modest Fashion" Indonesia 

Kemendag
Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Kemendag
Kemendag Tutup Gelaran Pangan Nusa Expo 2025, Transaksi Tembus Rp 161 Miliar

Kemendag Tutup Gelaran Pangan Nusa Expo 2025, Transaksi Tembus Rp 161 Miliar

Kemendag
Dorong Daya Saing Produk Pangan Lokal, Mendag Busan Beri Penghargaan UKM Pangan Award

Dorong Daya Saing Produk Pangan Lokal, Mendag Busan Beri Penghargaan UKM Pangan Award

Kemendag
Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Bukti Transformasi UMKM Tembus Pasar Global

Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Bukti Transformasi UMKM Tembus Pasar Global

Kemendag
Transaksi

Transaksi "Business Matching" UMKM hingga Agustus 2025 Capai 90,90 Juta Dollar AS

Kemendag
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com