Sambangi Pasar Besar Kota Madiun, Mendag Zulhas Bersyukur Harga Bapok Masih Terjangkau

Kompas.com - 12/10/2023, 11:17 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan ( Zulhas) mengaku bersyukur bahwa harga barang-barang kebutuhan pokok (bapok) di Kota Madiun, Jawa Timur, masih terjangkau jika dibandingkan dengan harga rata-rata nasional.

"Misalnya, harga telur ayam ras di Pasar Besar Kota Madiun yang selisih harganya cukup jauh dengan harga rata-rata nasional. Ini menjadi bukti keberhasilan pemerintah daerah (pemda) bersinergi dengan pemerintah pusat menjaga harga bapok stabil dan tetap terjangkau," jelas Zulhas melalui keterangan persnya, Kamis (12/10/2023).

Hal tersebut disampaikan Zulhas sesaat setelah meninjau Pasar Besar Kota Madiun, Jawa Timur pada Rabu (11/10/2023). Pada kesempatan ini, Zulhas didampingi oleh Wali Kota (Walkot) Madiun Maidi serta Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim.

Zulhas menjelaskan, di Pasar Besar Kota Madiun, harga telur ayam ras adalah Rp 24.000 per kilogram (kg). Sementara, harga nasionalnya per 9 Oktober 2023 adalah Rp 29.500 per kg.

Baca juga: Mendag Zulhas Puji Madiun yang Sulap Sungai Kumuh Jadi Wisata Favorit

“Stabilitas harga dapat dijaga karena dukungan dan kerja keras pemerintah daerah,” ujarnya.

Adapun harga bapok lain, yaitu beras medium Rp 13.000 per kg, beras premium Rp 15.000 per kg, beras Bulog Rp 10.900 per kg, MINYAKITA Rp 14.000 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp2 0.000 per liter.

Kemudian, daging sapi Rp 120.000 per kg, daging ayam ras Rp 34.000 per kg, bawang putih honan Rp 30.000 per kg, dan bawang putih kating Rp 32.000 per kg.

Zulhas bagikan bantuan pangan

Di Pasar Besar, Zulhas turut menyerahkan program bantuan pangan berupa 10 kg beras kepada 20 keluarga penerima manfaat (KPM). Bantuan ini merupakan bagian dari program penyaluran bantuan kepada 21,3 juta KPM di 38 provinsi pada September-November 2023.

Selain menyerahkan bantuan, Zulhas juga meninjau Warung Tekan (Wartek) Inflasi di Pasar Besar. Wartek Inflasi merupakan program pasar murah inisiasi Pemerintah Kota Madiun yang menjual beras, minyak goreng, dan gula dengan harga terjangkau.

Baca juga: Resmikan Pembangunan Pasar Banjarsari di Pekalongan, Mendag Zulhas: Jantung Ekonomi Rakyat

Pada kesempatan tersebut, Wartek menjual 300 paket bapok yang masing-masing berisi 5 kilogram beras lokal kualitas medium seharga Rp 50.000, satu kilogram gula seharga Rp 12.500, dan satu liter minyak goreng seharga Rp 13.000.

Terdapat juga tambahan penyaluran 200 paket beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran paket 5 kilogram dari Bulog yang dijual dengan harga Rp 10.000 per kg.

Zulhas menyampaikan, pemerintah terus menggencarkan penjualan beras SPHP kepada masyarakat. Kemendag pun mendorong Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog agar terus menyalurkan beras SPHP secara masif, kontinu, dan merata ke pedagang pengecer di pasar-pasar tradisional.

"Dengan demikian, pasokan beras SPHP yang tersebar merata dan kontinu bisa didapat sesuai harga eceran tertinggi (HET) karena secara psikologis dapat meredam kenaikan harga dan membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau," harap Zulhas.

Baca juga: Mendag Zulhas Pastikan Tidak Menutup Perusahaan E-commerce

Terkini Lainnya
Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Kemendag
Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis

Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis

Kemendag
Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

Kemendag
Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kemendag
Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

Kemendag
Mendag Busan: Indonesia Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Mendag Busan: Indonesia Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Kemendag
Mendag Busan Serahkan Penghargaan Good Design Indonesia 2025 kepada 51 Produk

Mendag Busan Serahkan Penghargaan Good Design Indonesia 2025 kepada 51 Produk

Kemendag
Lewat Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Perkuat Fondasi Ekosistem Perdagangan

Lewat Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Perkuat Fondasi Ekosistem Perdagangan

Kemendag
Transaksi “Business Matching” UMKM Januari–Oktober 2025 Capai 130,17 Juta Dollar AS

Transaksi “Business Matching” UMKM Januari–Oktober 2025 Capai 130,17 Juta Dollar AS

Kemendag
JMFW 2026 Catat Transaksi 19,51 Juta Dollar, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing

JMFW 2026 Catat Transaksi 19,51 Juta Dollar, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing "Modest Fashion" Indonesia 

Kemendag
Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Kemendag
Kemendag Tutup Gelaran Pangan Nusa Expo 2025, Transaksi Tembus Rp 161 Miliar

Kemendag Tutup Gelaran Pangan Nusa Expo 2025, Transaksi Tembus Rp 161 Miliar

Kemendag
Dorong Daya Saing Produk Pangan Lokal, Mendag Busan Beri Penghargaan UKM Pangan Award

Dorong Daya Saing Produk Pangan Lokal, Mendag Busan Beri Penghargaan UKM Pangan Award

Kemendag
Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Bukti Transformasi UMKM Tembus Pasar Global

Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Bukti Transformasi UMKM Tembus Pasar Global

Kemendag
Transaksi

Transaksi "Business Matching" UMKM hingga Agustus 2025 Capai 90,90 Juta Dollar AS

Kemendag
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com