Tinjau Bazar Ramadhan di Palmerah, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Tetap Stabil

Kompas.com - 06/04/2023, 16:59 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan ( Mendag) Zulkifli Hasan menjamin harga bahan-bahan pokok sepanjang Ramadhan 2023 masih terjaga. Bahkan, beberapa harga komoditas bahan pokok mengalami penurunan, seperti beras, telur, serta ayam.

Hal tersebut tak lepas dari pelaksanaan program Gebyar Bazar Ramadhan yang digelar Kementerian Perdagangan (Kemendag) setiap hari secara serentak di seluruh Indonesia.

Zulkifli menceritakan bahwa saat berkunjung ke pasar Pramuka dan Johor Baru bersama Presiden Joko Widodo pada Rabu (5/4/2023), harga beras mengalami penurunan sebesar Rp 300 sampai Rp 500.

Sementara itu, kata Mendag, harga telur sudah turun dari Rp 32.000 menjadi Rp 28.000. Harga ayam juga turun dari Rp 37.000 menjadi Rp 35.000.

“Harga bawang putih juga stabil di kisaran Rp 25.000 per kg. Bawang putih sendiri ada dua macam, yakni bawang putih biasa dan bawang putih kating. Harga bawang putih kating lebih mahal ketimbang yang biasa.Sementara itu, harga bawang merah di pasar sudah Rp 40.000 per kg," ujar Mendag Zulkifli.

"Mudah-mudahan kestabilan harga sembako terus terjaga sampai lebaran,” kata Zulkifli saat meninjau pelaksanaan pasar murah pada gelaran Gebyar Bazar Ramadhan di Rusunawa KS Tubun, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.

Zulkifli menjelaskan, program Gebyar Bazar Ramadhan merupakan langkah pemerintah untuk mengantisipasi kenaikan harga menjelang Lebaran. Program ini menyediakan berbagai sembako murah, seperti minyak goreng, tepung terigu, daging ayam, telur ayam, serta sayuran.

Baca juga: Rogoh Kocek Hampir Rp 11 Juta, Mendag Zulhas Bagi-bagi Sembako dan Uang di Bazar Ramadhan

Melalui program tersebut, masyarakat bisa mendapatkan sembako sesuai harga yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Tak hanya itu, program Gebyar Bazar Ramadhan juga bertujuan untuk mencukupi kebutuhan sembako di pasaran sepanjang Ramadhan hingga lebaran. Dengan melimpahnya stok di pasaran, harga sembako menjadi lebih stabil,” ujarnya.

Sebagai informasi, Program Gebyar Bazar Ramadhan di Rusunawa KS Tubun terselenggara berkat kerja sama Kemendag dengan Suku Dinas (Sudin) Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Kota Administrasi Jakarta Barat.

Mendag Zulkifli Hasan saat memberikan keterangan kepada wartawan.DOK. KOMPAS.COM/YOGARTA AWAWA PRABANING ARKA. Mendag Zulkifli Hasan saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Pada Gebyar Bazar Ramadhan, masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng berukuran 1 liter dengan harga Rp 14.000, telur ayam 1 kg sebesar Rp 28.000, ayam ukuran 0,8-0,9 seharga Rp 28.000, serta daging sapi 1 kg Rp 125.000.

Terdapat pula paket sembako yang dijual dalam satu paket Saung Budi. Paket berisi santan instan, margarin, tepung ketan, dan tepung beras ini dijual dengan harga Rp 20.000 dari harga normal sebesar Rp 35.000.

Selain menyediakan sembako murah, program Gebyar Bazar Ramadhan juga membagikan minyak goreng 1 liter dan gula pasir 1 kg kepada penghuni rusunawa KS Tubun dan petugas kebersihan. Program tersebut juga menghadirkan lapak usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menjajakan makanan, aksesoris, serta produk kerajinan tangan.

Baca juga: Tinjau Pasar Murah, Mendag Zulhas Traktir Warga Belanja Bawang hingga Tepung

Salah satu penghuni rusunawa KS Tubun, Pipik, merasa terbantu dengan kehadiran Program Gebyar Bazar Ramadhan di Rusunawa KS Tubun. Selain mendapatkan bantuan minyak 1 liter dan gula pasir 1 kg secara gratis, ia juga bisa membeli daging sapi, bakso, dan sosis dengan harga lebih murah.

“Program Gebyar Bazar Ramadhan aman membantu masyarakat, khususnya dari kelas menengah ke bawah. Semoga program ini terus diadakan karena menyediakan harga sembako di bawah harga pasar,” ujar Pipik.

Terkini Lainnya
Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Produk Perikanan, Dekorasi Rumah, hingga Kopi Bali Kian Diminati Konsumen Mancanegara

Kemendag
Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis

Perdana Ekspor, Furnitur “Sorajati” Akhiri 2025 dengan Manis

Kemendag
Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

Melaju dari Pintu Gerbang Indonesia Timur, Komoditas Unggulan Sulsel Tembus Pasar Tujuh Negara

Kemendag
Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kalimantan Timur Bersinar: Ekspor Komoditas Unggulan Meluncur ke Mancanegara

Kemendag
Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

Dari Makanan hingga Alas Kaki, Kisah Produk Jatim Tembus Pasar Dunia

Kemendag
Mendag Busan: Indonesia Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Mendag Busan: Indonesia Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Kemendag
Mendag Busan Serahkan Penghargaan Good Design Indonesia 2025 kepada 51 Produk

Mendag Busan Serahkan Penghargaan Good Design Indonesia 2025 kepada 51 Produk

Kemendag
Lewat Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Perkuat Fondasi Ekosistem Perdagangan

Lewat Keterbukaan Informasi Publik, Kemendag Perkuat Fondasi Ekosistem Perdagangan

Kemendag
Transaksi “Business Matching” UMKM Januari–Oktober 2025 Capai 130,17 Juta Dollar AS

Transaksi “Business Matching” UMKM Januari–Oktober 2025 Capai 130,17 Juta Dollar AS

Kemendag
JMFW 2026 Catat Transaksi 19,51 Juta Dollar, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing

JMFW 2026 Catat Transaksi 19,51 Juta Dollar, Lampaui Target dan Buktikan Daya Saing "Modest Fashion" Indonesia 

Kemendag
Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Resmi Tutup TEI Ke-40, Mendag Busan: Transaksi Lewati Target Capai 22,80 Miliar Dollar AS

Kemendag
Kemendag Tutup Gelaran Pangan Nusa Expo 2025, Transaksi Tembus Rp 161 Miliar

Kemendag Tutup Gelaran Pangan Nusa Expo 2025, Transaksi Tembus Rp 161 Miliar

Kemendag
Dorong Daya Saing Produk Pangan Lokal, Mendag Busan Beri Penghargaan UKM Pangan Award

Dorong Daya Saing Produk Pangan Lokal, Mendag Busan Beri Penghargaan UKM Pangan Award

Kemendag
Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Bukti Transformasi UMKM Tembus Pasar Global

Hadir Perdana di TEI 2025, Paviliun UMKM BISA Ekspor Bukti Transformasi UMKM Tembus Pasar Global

Kemendag
Transaksi

Transaksi "Business Matching" UMKM hingga Agustus 2025 Capai 90,90 Juta Dollar AS

Kemendag
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com