Kemendag Mulai Perketat Pengawasan Tata Niaga Impor

Anggara Wikan Prasetya
Kompas.com - Rabu, 18 Desember 2019
Kemendag Mulai Perketat Pengawasan Tata Niaga ImporDok. KemendagPenandatanganan nota kesepahaman olehi Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

KOMPAS.com – Kementerian Perdagangan RI mulai memperkuat pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean (post border) guna memperketat masuknya barang impor.

Guna mewujudkan penguatan pengawasan itu, Kemendag menandatangani nota kesepahaman dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Kantor Kemendag, Rabu (18/12/2019).

Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kemendag Veri Anggrijono dan Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menjadi pihak yang menandatangani nota kesepahaman tersebut.

Penandatanganan juga disaksikan langsung Menteri Perdagangan ( Mendag) Agus Suparmanto beserta pejabat kementerian/lembaga terkait.

Baca juga: Kemendag Edukasi Pemangku Kepentingan tentang Persetujuan AHEEERR

 

“Kemendag termasuk baru dalam menjalankan tugas dan kewenangan pengawasan yang sebelumnya hanya dilakukan petugas bea dan cukai,” kata Menyeri Perdagangan, Agus Suparmanto dalam keterangan tertulis.

Oleh karena itu, imbuh dia, perlu dukungan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang analisis pelanggaran, pengembangan manajemen risiko, dan pengembangan sistem pengawasan dari Ditjen Bea dan Cukai.

“Tujuan nota kesepahaman adalah meningkatkan koordinasi pertukaran data dan informasi profil pelaku usaha dan obyek pengawasan tata niaga impor yang telah dianalisis Indonesia Single Risk Management (ISRM),” kata Agus.

Nota kesepahaman ini menurut dia juga merupakan dukungan bagi kegiatan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean dan pemanfaatan laboratorium teknis Ditjen Bea dan Cukai.

Manfaat penguatan pengawasan post border

Kegiatan post border adalah mekanisme pengawasan tata niaga impor dengan diawali pemeriksaan kesesuaian izin impor pelaku usaha yang dikeluarkan Kemendag setelah barang keluar dari kawasan pabean.

Pengawasan barang impor pun semakin ketat sehingga memberi jaminan hukum untuk pelaku usaha dan jaminan kualitas untuk konsumen dalam negeri.

Kebijakan itu juga diharapkan mampu mengeluarkan barang dari kawasan pabean dengan cepat, khususnya bahan baku industri guna memberikan kemudahan dalam berusaha dan investasi.

“Diharapkan sinergitas Kemendag dan Kemenkeu melalui sistem elektronik dapat mempercepat tindak lanjut atas dugaan pelanggaran importir,” kata Mendag.

Baca juga: Menteri Pertanian RI: Impor Memang Tidak Haram, tetapi…

Sementara itu menurut Dirjen Veri, penguatan tersebut juga memudahkan pelaku usaha melakukan impor.

“Namun konsekuensinya, Kemendag semakin tegas dalam mengawasi izin impor,” imbuh dia.
Kemendag, lanjut Veri, tak akan segan memblokir atau memberi sanksi pidana bagi importir yang menyalahi aturan.

Menurut Dirjen Heru, penandatanganan nota kesepahaman itu diharapkan mempercepat penindakan terhadap pelanggar tata niaga impor.

“Nota kesepahaman tersebut adalah bukti nyata sinergi antara Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu dan Ditjen PKTN Kemendag dalam bentuk joint operation dan joint analysis dalam rangka pengawasan, tidak hanya pada border tetapi juga post border”, ujar dia.

Contoh bagi para pelanggar

Setelah penandatanganan nota kesepahaman, rombongan kemudian menyaksikan pemusnahan barang impor tanpa izin di halaman parkir Kemendag.

“Pemusnahan ini adalah contoh bagi pelaku usaha yang tidak taat ketentuan. Kami juga telah melakukan pemblokiran terhadap beberapa pelaku usaha,” kata Veri.

Baca juga: Kemendag Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp 15 Miliar, Apa Saja?

Barang yang dimusnahkan itu adalah hasil temuan dari pengawasan tata niaga impor post border oleh Ditjen PKTN periode Januari-Desember 2019.

Pemusnahan barang impor yang menyalahi aturan di Kantor Kemendag, Rabu (18/12/2019).Dok. Kemendag Pemusnahan barang impor yang menyalahi aturan di Kantor Kemendag, Rabu (18/12/2019).

Pengawasan meliputi SNI barang, manual kartu garansi atau label berbahasa Indonesia, dan kewajiban pelaku usaha untuk memiliki izin impor.

Barang yang dimusnahkan tersebut terdiri dari luminer, pompa air, mainan anak, cangkul, mesin pendingin, dan tepung senilai Rp15 miliar.

Semua barang itu tercatat memiliki variasi pelanggaran dari ketidaksesuaian kriteria yang diawasi.

PenulisAnggara Wikan Prasetya
EditorAnggara Wikan Prasetya
Terkini Lainnya
Bangun Citra Positif Pasar, Mendag Tetapkan 13 Daerah Tertib Ukur
Bangun Citra Positif Pasar, Mendag Tetapkan 13 Daerah Tertib Ukur
Kemendag
Kemendag Mulai Perketat Pengawasan Tata Niaga Impor
Kemendag Mulai Perketat Pengawasan Tata Niaga Impor
Kemendag
Kemendag Edukasi Pemangku Kepentingan tentang Persetujuan AHEEERR
Kemendag Edukasi Pemangku Kepentingan tentang Persetujuan AHEEERR
Kemendag
Mudahkan Perizinan Usaha, Kemendag Kembangkan SIMPKTN
Mudahkan Perizinan Usaha, Kemendag Kembangkan SIMPKTN
Kemendag
Kemendag: JLPPI Garda Depan Perlindungan Konsumen dan Kualitas Produk Pangan
Kemendag: JLPPI Garda Depan Perlindungan Konsumen dan Kualitas Produk Pangan
Kemendag
Jaga Kualitas Produk Baja, Kemendag Gelar Forum Koordinasi Peredaran Baja
Jaga Kualitas Produk Baja, Kemendag Gelar Forum Koordinasi Peredaran Baja
Kemendag
Kemendag Klaim Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Terhadap Aturan Meningkat
Kemendag Klaim Tingkat Kepatuhan Pelaku Usaha Terhadap Aturan Meningkat
Kemendag
Peraturan 3 Menteri Soal Ponsel
Peraturan 3 Menteri Soal Ponsel "BM" DIharapkan Lindungi Negara dari Kerugian
Kemendag
Perkuat Pengawasan Produk Impor, Kemendag Bentuk Balai Pengawasan Tertib Niaga
Perkuat Pengawasan Produk Impor, Kemendag Bentuk Balai Pengawasan Tertib Niaga
Kemendag
Trade Expo Indonesia 2018 Dongkrak Nilai Transaksi Hingga 5 Kali Lipat
Trade Expo Indonesia 2018 Dongkrak Nilai Transaksi Hingga 5 Kali Lipat
Kemendag
Mendag Optimis Kuliner Indonesia Genjot Transaksi TEI 2018
Mendag Optimis Kuliner Indonesia Genjot Transaksi TEI 2018
Kemendag
Kemendag Dukung Proses Pendidikan dan Pengajaran di Pulau Terluar
Kemendag Dukung Proses Pendidikan dan Pengajaran di Pulau Terluar
Kemendag
Sekjen Kemendag Serahkan Beasiswa pada Siswa Pulau Terluar
Sekjen Kemendag Serahkan Beasiswa pada Siswa Pulau Terluar
Kemendag
Mendag Manfaatkan Peluang saat Terjadi Perang Dagang
Mendag Manfaatkan Peluang saat Terjadi Perang Dagang
Kemendag
Kemendag Gelar Bazar Ramadan untuk Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Kemendag Gelar Bazar Ramadan untuk Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
Kemendag