Temui Menpora Malaysia, Erick Thohir Soroti Ketatnya SEA Games 2027 dan Dana Pensiun Atlet

Kompas.com - 11/02/2026, 11:03 WIB
DWN

Penulis

KOMPAS.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir membahas persaingan ketat SEA Games 2027 sekaligus melakukan studi banding program dana pensiun atlet saat bertemu Menteri Belia dan Sukan Malaysia, Muhammed Taufiq Johari, Selasa (10/2/2026).

Malaysia yang akan menjadi tuan rumah menargetkan posisi juara umum. Target tersebut membuat perebutan posisi berikutnya diprediksi berlangsung sengit, dengan Filipina, Thailand, dan Vietnam menjadi pesaing kuat Indonesia.

“Kita harus akui SEA Games 2027 akan sangat kompetitif. Tetapi hal ini tidak membuat kami ciut. Kami mulai mematangkan persiapan atlet sejak tahun ini (2026),” ujar Erick dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (11/2/2026).

Ia menegaskan, ajang dua tahunan itu bukan sekadar kompetisi, melainkan juga panggung untuk menunjukkan kualitas atlet Asia Tenggara. 

Oleh karena itu, menurut Erick, negara-negara peserta perlu menurunkan atlet terbaik agar daya saing dan minat publik tetap terjaga.

“Kita harus dorong atlet terbaik yang tampil. Penonton semakin banyak, semakin viral. Kita tunjukkan kehebatan atlet Asia Tenggara pada dunia,” katanya.

Baca juga: Minta Impor Wanita Asia Tenggara, Pejabat Korsel Dikecam Dunia

Selain membahas persiapan menuju 2027, Erick juga mempelajari skema dana pensiun atlet yang telah diterapkan Malaysia. 

Ia menilai, perlindungan masa depan atlet perlu menjadi bagian dari pembangunan olahraga nasional.

“Bukan hanya prestasi, kita juga harus memikirkan masa depan atlet. Tadi saya benchmarking program dana pensiun yang sudah berjalan di Malaysia,” kata Erick.

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri turut menyepakati penguatan kerja sama di bidang peningkatan prestasi olahraga dan pembangunan karakter pemuda.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com