Kawal Sejarah Baru Tenis dan Futsal Indonesia dari Tribun, Erick Thohir: Bukti Negara Hadir

Kompas.com - 08/02/2026, 21:40 WIB
I Jalaludin S,
Agung Dwi E

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Awal 2026 menjadi saksi lonjakan prestasi olahraga Indonesia di kompetisi internasional. Paling baru, tim nasional (timnas) futsal dan tenis memetik hasil membanggakan.

Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora) Erick Thohir memastikan bahwa para atlet tidak berjuang sendirian. Ia menonton secara langsung di baris terdepan untuk memberikan dukungan moral kepada para atlet yang bertanding membawa nama Indonesia.

Pada ajang World Group II Play-Off Davis Cup 2026, tim tenis beregu putra Indonesia berhasil mengalahkan tim Togo dengan skor 3-0.

Hari pertama (Sabtu 7/2/2026) di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, Justin Barki dan Muhammad Rifqi Fitriadi menyapu bersih laga atas para petenis tunggal putra Togo, Kwami Stanislas Dussey dan Noah Koffi. Indonesia pun unggul 2-0.

Keperkasaan tuan rumah berlanjut di hari kedua, Minggu (8/2/2026). Pasangan Christopher Rungkat-Justin Barki menang straight set atas pasangan Stanislas Dussey-Kadangan Killi.

Baca juga: Ukir Sejarah, Ini Perjalanan Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026

Raihan ini memastikan tiket tim tenis beregu putra Indonesia ke babak pertama putaran final Grup II Dunia Piala Davis 2026 yang akan berlangsung September mendatang.

Erick, yang menonton pertandingan tenis secara langsung, pun mengaku senang dengan prestasi tim tenis beregu putra Indonesia. Prestasi ini meneruskan raihan positif di Sea Games 2025. Kala itu, tim tenis beregu putra meraih medali emas.

“Ini sebenarnya sudah menang 3-0 sama Togo, artinya kan lolos ke grup II, tetapi denger-denger tadi lebih semangat lagi mau lolos ke grup seterusnya, cuma satu-satu,” katanya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Minggu.

Dia berharap, Persatuan Tenis Seluruh Indonesia Berharap (Pelti) berkomitmen mengawal para atlet yang bersemangat mempersembahkan hasil terbaik bagi bangsa sehingga cabang olahraga (cabor) ini bisa bangkit. Terlebih, Indonesia memiliki pemain tenis berbakat.

Baca juga: Perasaan Campur Aduk Pelatih Iran Usai Juara AFC Futsal Asian Cup 2026

“Mudah-mudahan ini bisa konsisten, apalagi Bapak Presiden (Prabowo Subianto) sudah memasukkan tenis sebagai 21 cabor unggulan. Kami juga sudah susun budgeting untuk berfokus pada Olimpiade,” tambah Menpora.

Sejarah dari futsal

Tak hanya di lapangan tenis, gegap gempita juga pecah pada final AFC Futsal Asian Cup 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026) malam.

Erick juga turut menyaksikan langsung pertandingan dramatis Indonesia vs Iran di final AFC Futsal Asian Cup 2026. 

Meski kalah 4-5 dalam adu penalti setelah imbang 5-5, timnas futsal Indonesia mendapat apresiasi dari Menpora. Erick mengatakan, prestasi itu menjadi lompatan besar timnas futsal Indonesia. 

“Mereka berhasil hadirkan sejarah melangkah menuju final Piala Asia Futsal untuk pertama kali,” ujarnya. 

Baca juga: Runner Up Piala Asia Futsal 2026, Caisar Silitonga Sebut Ini Timnas Terbaik Indonesia

Indonesia pun menuai pujian dari Asian Football Confederation (AFC) atas kesuksesan menjadi tuan rumah dan prestasi bersejarah timnas futsal Merah Putih ke partai puncak.

Apresiasi juga ditujukan kepada animo tinggi penonton dan eksekusi rapi gelaran pertandingan dari hari ke hari.

Sebagai informasi, Menpora menonton secara langsung bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman.

Kehadiran Erick dan menteri lain di ajang itu membuktikan konsistensi dukungan pemerintah kepada para atlet yang sedang membawa nama negara di ajang olahraga internasional.

Erick mengatakan, pemerintah akan terus hadir langsung memberikan dukungan dan semangat kepada para atlet yang sedang menjaga nama bangsa di ajang olahraga kelas dunia. 

Baca juga: Piala Asia Futsal 2026: Laga Timnas Futsal Indonesia Dihadiri 52 Ribu Penonton

“Ini adalah bukti kehadiran negara untuk mendukung perjuangan para atlet,” tegas Erick.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com