3 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Sangeh Monkey Forest Bali

Dwi Nur Hayati
Kompas.com - Kamis, 4 November 2021
Sangeh Monkey Forest Bali.DOK. Humas Kemenparekraf Sangeh Monkey Forest Bali.

KOMPAS.com - Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan beragam pesona, terutama pada keindahan pantai-pantainya.

Namun, tahukah Anda bahwa Bali punya destinasi wisata menarik lain selain pesona pantai?

Ya, pulau yang dikenal dengan sebutan Dewata ini rupanya memiliki surga tersembunyi yang dikenal dengan nama Sangeh Monkey Forest. Destinasi wisata ini terletak di Jalan Brahmana, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Baca juga: Asyik, 2 Monkey Forest di Bali Sudah Buka Kembali

Di Sangeh Monkey Forest para wisatawan dapat melihat dan mengenal habitat alami dari ratusan monyet berekor panjang.

Selain itu, wisatawan juga bisa menjelajahi lingkungan alam sekitar Sangeh Monkey Forest.

Penasaran apa saja yang bisa dilakukan di Sangeh Monkey Forest? Kementerian Pariwisata Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/11/2021), membeberkan tiga kegiatan asyik dari yang dilakukan wisatawan di sana.

Baca juga: Berkenalan dengan 3 Destinasi yang Jadi Jawaban Kuis Trivia #DiIndonesiaAja Kemenparekraf x Kompas.com

1. Berinteraksi dengan monyet

Monyet berekor panjang.DOK. Humas Kemenparekraf Monyet berekor panjang.

Bagi para pencinta satwa, berkunjung ke Sangeh Monkey Forest tidak akan pernah membosankan. Sebab, wisatawan akan bertemu dengan banyak primata penghuni asli hutan ini, yaitu monyet berekor panjang.

Wisatawan bisa dengan bebas berinteraksi langsung dengan para monyet, seperti berfoto maupun memberi makan.

Berinteraksi dengan monyet berekor panjang.DOK. Humas Kemenparekraf Berinteraksi dengan monyet berekor panjang.

Bagi yang ingin memberi makan, Anda harus terlebih dahulu membeli pisang atau ketela di warung sekitar area parkir dari objek wisata Sangeh.

Baca juga: Terdampak PPKM Darurat, Ratusan Monyet di Sangeh Bali Butuh Donasi

Namun, Anda juga perlu waspada dan selalu memperhatikan barang bawaan, seperti kaca mata, topi, perhiasan, dan tas.

Bukan tidak mungkin, barang bawaan Anda bisa menjadi pusat perhatian para monyet.

“Hati-hati barang bawaan seperti tas dan topi agar tidak diambil monyet,” ujar pengelola objek wisata Sangeh Monkey Forest, Made Mohon.

Apabila ingin lebih aman, Anda bisa menyewa pemandu wisata untuk menyusuri kawasan wisata Sangeh Monkey Forest.

Baca juga: Jika ke Bali, Jangan Lupa Kunjungi Obyek Wisata Sangeh

Hutan Sangeh sendiri dikenal sebagai hutan homogen yang memiliki luas sekitar 10 hektare (ha). Terdapat 54 jenis flora yang tumbuh di hutan ini, mulai dari pala amplas, pule, buni, cempaka kuning, hingga pohpoh.

2. Mengunjungi tempat suci di tengah hutan Sangeh

Mengunjungi Pura Melanting dan Pura Bukit Sari.DOK. Humas Kemenparekraf Mengunjungi Pura Melanting dan Pura Bukit Sari.

Setelah puas bermain dengan para monyet lucu, Anda dapat menapakkan kaki ke kawasan tempat suci bagi masyarakat Bali berupa dua buah pura.

Kedua pura tersebut berada tepat di tengah-tengah hutan. Pura yang lebih kecil bernama Pura Melanting, sedangkan pura yang lebih luas dikenal dengan nama Pura Bukit Sari.

Baca juga: Kisah Ida Ayu Nyoman Rai, Nenek Sukmawati Asal Bali, Gadis Pura Hindu yang Jatuh Cinta Pada Sang Guru

Menurut sejarah, Pura Bukit Sari diyakini memiliki keterkaitan yang sangat kuat dengan sejarah kejayaan Kerajaan Mengwi pada abad ke-17.

Maka, tidak heran jika keberadaan Pura tersebut menjadi tempat sakral bagi warga setempat.

3. Berburu spot foto keren

Spot foto kawasan Sangeh Monkey Forest.DOK. Humas Kemenparekraf Spot foto kawasan Sangeh Monkey Forest.

Liburan dirasa kurang berkesan tanpa mengabadikan kenangan dengan kamera. Apabila Anda gemar berburu spot foto, khususnya untuk prewedding dengan mengenakan adat Bali, Sangeh Monkey Forest mungkin menjadi pilihan tepat.

Baca juga: Awang Awang Sky View, Spot Foto Kekinian di Gunung Telomoyo

Terdapat banyak spot yang bisa Anda eksplorasi di Sangeh Monkey Forest, mulai dari pintu masuk gapura tepat mengarah ke pura, jalan setapak, batang pohon yang menjulang tinggi, hingga background pohon beringin.

Banyaknya spot foto yang ditawarkan tentunya membuat foto prewedding dipenuhi nuansa berbeda, mulai dari suasana khas pura, kesejukan alam bebas, hingga kerindangan hutan nan syahdu.

Hanya dengan satu lokasi, Anda bersama pasangan sudah mendapat banyak spot foto yang bervariasi.

Tertarik mengambil sesi foto prewedding di Sangeh Monkey Forest?

Baca juga: Bukit Jaddih Bangkalan, Tambang Kapur yang Kini Jadi Spot Foto Indah

Tenang, untuk biaya pemotretan, Anda hanya perlu merogoh tarif Rp 200.000 khusus bagi warga setempat.

Apabila dari luar Bali, biaya pemotretan yang dipatok sekitar Rp 300.000 untuk wisatawan Indonesia dan Rp 500.000 untuk wisatawan mancanegara.

Sementara itu, untuk harga tiket masuk di Sangeh Monkey Forest dipatok mulai dari Rp 15.000 untuk dewasa, Rp 5.000 untuk parkir mobil, dan Rp 2.000 untuk parkir motor.

Terkait jam operasional, Sangeh Monkey Forest buka setiap hari mulai dari pukul 07.30 hingga 18.00 Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA).

Baca juga: Pelesir ke Sangeh? Mampir dan Cicipi Lawar Sapi Men Daging

Untuk menuju lokasi Sangeh Monkey Forest sendiri dibutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit dari kawasan wisata Seminyak.

Perjalanan akan terasa lebih pendek ketika Anda berangkat dari kawasan wisata Ubud. Perjalanan dari Ubud ke kawasan Sangeh Monkey Forest ditaksir sekitar 18 kilometer (km) dengan perkiraan waktu tempuh 40 menit.

Satu hal yang tidak boleh diabaikan, saat berkunjung ke Sangeh Monkey Forest, pastikan Anda patuhi protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan 6M.

Adapun 6M yang dimaksud yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.

Baca juga: 6 Alasan Harus Tetap Memakai Masker meski Telah Divaksin Lengkap

Bagaimana sudah tidak sabar ingin menjelajah Sangeh Monkey Forest? Tunggu apalagi, agendakan waktu liburan Anda sekarang.

Untuk mendapatkan beragam informasi seputar destinasi wisata #DiIndonesiaAja, jangan lupa follow akun Instagram @pesonaid_travel, Facebook @pesonaid_travel, atau mengunjungi website www.indonesia.travel.

PenulisDwi Nur Hayati
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini
7 Alasan Mengapa Kamu Perlu Jalan-jalan #DiIndonesiaAja untuk Liburan Akhir Tahun Ini
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
7 Rekomendasi Destinasi Wisata Bali, Buat Liburan Akhir Tahun Tak Terlupakan
7 Rekomendasi Destinasi Wisata Bali, Buat Liburan Akhir Tahun Tak Terlupakan
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Lewat Program Beti Dewi, 100 Desa Wisata Diharapkan Bisa
Lewat Program Beti Dewi, 100 Desa Wisata Diharapkan Bisa "Onboarding" Digital
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Program BKSS Bantu Tingkatkan Omzet Pelaku UMKM Sumsel, Menparekraf Beri Apresiasi
Program BKSS Bantu Tingkatkan Omzet Pelaku UMKM Sumsel, Menparekraf Beri Apresiasi
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Raja Ampat Masuk Daftar
Raja Ampat Masuk Daftar "Must Visit Location 2023" Versi Lonely Planet
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Mengenal Filosofi Bamboo Dome, Tempat Para Pemimpin G20 Bersantap Siang di Pinggir Pantai
Mengenal Filosofi Bamboo Dome, Tempat Para Pemimpin G20 Bersantap Siang di Pinggir Pantai
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Lotus Pond, Landmark Terbesar GWK Pilihan Jokowi untuk Menjamu Delegasi KTT G20
Lotus Pond, Landmark Terbesar GWK Pilihan Jokowi untuk Menjamu Delegasi KTT G20
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Makna Gunungan atau Kayon dalam KTT G20, Simbol Harapan Keberlanjutan Nasib Dunia
Makna Gunungan atau Kayon dalam KTT G20, Simbol Harapan Keberlanjutan Nasib Dunia
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Mau Liburan Murah ke Tanjung Kelayang? Nginap di Homestay Ini, Cuma Rp 150.000 Per Malam
Mau Liburan Murah ke Tanjung Kelayang? Nginap di Homestay Ini, Cuma Rp 150.000 Per Malam
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Lewat Warung Rojali, Kemenparekraf Promosikan Produk Ekonomi Kreatif dan UMKM
Lewat Warung Rojali, Kemenparekraf Promosikan Produk Ekonomi Kreatif dan UMKM
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
5 Aktivitas di Desa Wisata Kaki Langit, Yogyakarta Ini Jadi Penawar Rindu Suasana Tempo Dulu
5 Aktivitas di Desa Wisata Kaki Langit, Yogyakarta Ini Jadi Penawar Rindu Suasana Tempo Dulu
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Mengenal Budaya Asli Bali dengan Berkunjung ke Desa Ini
Mengenal Budaya Asli Bali dengan Berkunjung ke Desa Ini
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
5 Produk Kreatif Lokal Bertema Laut yang Bisa Dibeli di Situbondo
5 Produk Kreatif Lokal Bertema Laut yang Bisa Dibeli di Situbondo
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
3 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Sangeh Monkey Forest Bali
3 Hal Menarik yang Bisa Dilakukan Saat Berkunjung ke Sangeh Monkey Forest Bali
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif
Tak Melulu Pantai, Bali Juga Punya Wisata Otomotif
Tak Melulu Pantai, Bali Juga Punya Wisata Otomotif
Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif